badge

Wednesday, March 18, 2015

EcoCash dari iSiaga Mengubah Sampah Elektronik Menjadi Uang

Di rumah saya menyimpan hp bekas, printer rusak, bahkan walkman jadul yang sudah rusak juga ada, kenapa ya masih saya simpan juga padahal sudah tidak berfungsi lagi. Mau di jual juga gak laku kali ya. Karena barangnya kecil jadi masih bisa disimpan di lemari. Masalah akan timbul kalau punya barang elektronik yang berukuran besar tapi dalam keadaan rusak. Kalau di biarkan saja tentunya akan membuat ruangan di rumah menjadi sempit.

Barang-barang elektronik yang rusak tersebut termasuk ke sampah elektronik. Melalui layanan EcoCash iSiaga kita dapat mengubah sampah elektronik menjadi uang loh. Awalnya sih saya kurang mengerti tentang layanan ini, tapi setelah menghadiri sharing tentang EcoCash di Pong Me Lounge, Jl.Gunawarman, Jakarta pada hari Senin tanggal 16 Maret 2015 lalu makin jelas layanan seperti apa yang di berikan untuk konsumen.


Acara yang di mulai jam sekitar pukul 10 ini di awali dengan memperkenalkan Mas Amrit Gurbani dari iSiaga. iSiaga adalah one stop digital assistance yang melayani Tech Support, Website, Design, Printing serta yang terbaru Recycle yaitu EcoCash. Di sela-sela acara juga kami di suguhi hot chocolate dari pickmeupbar.com dengan tulisan turn Your Trash Into Cash di atasnya. Selain itu juga kami di suguhi Flogos diluar lounge.

Menurut Mas Amrit, EcoCash  ada untuk mempermudah bagi siapa saja yang ingin menjual sampah elektroniknya. Nantinya sampah-sampah elektronik ini akan di salurkan ke pengepul untuk di recycle. Harga yang diberikan oleh iSiaga bisa dilihat di webnya, semua tergantung dari masih berfungsi atau tidak barang tersebut. Barang-barang yang bisa di jual diantaranya :


  • Computers.
  • Mobile dan Tablet.
  • Printers.
  • Cameras.
  • Television,
  • Washing Machine.
  • Air Conditioner.

Poin penting dari iSiaga yang memberikan solusi untuk daur ulang yaitu :

  • Pickup Service. Nah enaknya menjual sampah elektronik di EcoCash akan ada agen yang datang ke lokasi untuk mengambil barang elektronik yang akan kita jual. Untuk sementara hanya melayani pengambilan di wilayah Jakarta dan Tanggerang. Untuk daerah lainnya bisa dilayani hanya menggunakan ongkos kirim yang di potong dari nilai harga barang yang kita jual. Jika kebetulan lewat ke daerah Benhil bisa juga menjual langsung di sana
  • Cash Earnings. Biasanya kita membuang sampah elektronik yang berukuran besar memberikan upah pada orang lain untuk menggotong dan membuangnya, di EcoCash kita malah akan mendapatkan uang tunai dari sampah elektronik.
  • Social Outlook. Nilai pembayaran dari sampah elektronik memang tidak seberapa, hak kita untuk menerima uang tersebut. Tapi jika ingin berbagi kita bisa menyumbangkan uang hasil penjulan untuk membantu edukasi di Indonesia melalui  yayasan yang sudah dipilih.
Ada tiga cara mudah yang dapat kita lakukan di EcoCash. Cukup membuka web isiaga.com/ecocash lalu ikuti cara di bawah ini :


  1. Check Prices Online. Kita dengan mudah dapat melihat harga jual dari sampah elektronik yang kita miliki. Selain online EcoCash juga melayani via telpon dengan menghubungi nomor 0812 900 900 69 atau melalui email di info@isiaga.com
  2. Confirm Items. Checkout barang secara online, selanjutkan pihak dari EcoCash akan menghubungi kita melalui telpon dan menjemput barang secepatnya. Walaupun proses penjualan melalui online, tetap akan di hubungi via telpon untuk memastikan keadaan sampah elektronik serta lokasi penjemputan.
  3. Get Paid or Donate. Setelah barang di periksa EcoCash akan mentransfer sejumlah uang sesuai kesepakatan ke rekening kita atau ke rekening yang telah di tentukan dalam hal ini jika kita memilih untuk mendonasikan hasil penjualan barang.
Untuk cara real proses penjualan sampah elektronik akan saya posting secara terpisah agar lebih jelas lagi ya.

Pada acara tersebut juga hadir Mas Farhan dari YCAB (Yayasan Cinta Anak Bangsa). Seperti yang saya tulis di atas bahwa hasil penjualan yang kita donasikan akan diserahkan pada YCAB untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi anak-anak kurang mampu di Indonesia. YCAB ini memprioritaskan pada pencegahan dini obat terlarang serta empowerment anak muda dan ibu-ibu.


Mas Farhan, Mas Iwa dan Mas Amrit
EcoCash ini baru berjalan selama dua bulan, dan akan menargetkan 1000 barang elektronik bekas tiap bulannya. Kedepannya mudah-mudahan bisa melayani penjemputan di kota lainnya untuk membantu konsumen membuang sampah elektroniknya. Jadi tidak bingung lagi kan kalau punya sampah elektronik di rumah maupun kantor. Ada EcoCash dari iSiaga Mengubah Sampah Elektronik Menjadi Uang.

35 comments:

  1. Waaah, solusi yang ditunggu ini. Semoga tidak lama lagi juga ada di Jogja.

    ReplyDelete
  2. wow,kreatif banget....ide bagus ya mbak,berarti ini juga bisa di luar kota juga kan??tapi pakai ongkir gitu..

    ReplyDelete
  3. go green ya.. mesti recycle :)

    ReplyDelete
  4. wah, di rumahku banyak sampah elektronik nih tante..

    ReplyDelete
  5. waah saya baru ttg ini. Sampah elektronik bisa dimanfaatkan juga ternyata ya...

    ReplyDelete
  6. Khusus elektronik nih ya, coba klo ada yg untuk perlengkapan rumah misal. sofa ato kasur, susah juga membuangnya itu :)

    ReplyDelete
  7. Padahal di rumah kudus byk smpah elektronik menumpuk, printer bks, netbook rusak, radio dll.semoga programnya nyampe Kudus juga ya☺

    ReplyDelete
  8. Semoga di Semarang segera ada juga ya, bermanfaat banget nih buat yg punya sampah elektronik menggunung.

    ReplyDelete
  9. waaah sayang sekali di sini gak ada yaa
    karena aku punya banyak sekali sampah elektronik di rumah

    ReplyDelete
  10. Huaaa lumyannnn banget ini....ak7 mau mak..caranya gimana? Ini ada hape dll bisa dijual dah g fungsi --"...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mak, ini ada hape yg ga kepake juga sdh agak error. Bisa ga ya dijual di ecocash?

      Delete
  11. Keren ya solusinya, sayang baru melayani daerah jakarta aja ya...

    ReplyDelete
  12. wiiih boleeh juga ya ini ecocash... dan gampang pula caranya secara online gitu..;))

    ReplyDelete
  13. semoga perusahaannya bertahan lama, jadi semapt ekspansi ke luar jakarta juga. :D semoga cepat ada di jogja, ada laptop rusak nganggur soalnya. hehe.

    ReplyDelete
  14. Wahh, keren!!!
    Baru tau ada EcoCash.

    Dengan begini, kita bisa memanfaatkan sampah elektronik dengan baik, ya. Lumayankan kl msh bernilai :')

    ReplyDelete
  15. Solusi bagus juga dengan hadirnya EcoCash ini ya Mbak Lid. Di rumah gak nyampah dan barangnya bisa di daur ulang... Sebenarnya kita juga bisa memberikan barang2 elektronik bekas ini kepada pemulung. Namun kalau diduitin Juga gak ada yang larang ya :)

    ReplyDelete
  16. Wahhh..asyik ini. Ini yang ditunggu tunggu karena emang barang elektronik kalo rusak asli gak bisa dijual kemana mana selain dibiarin teronggok aja

    ReplyDelete
  17. wah ide brilian banget ya, pengen nyobain ecocash ini, soalnya banyak barang elektronik yang ngga kepakai juga :D, makasih Mba

    ReplyDelete
  18. wah asik yah jadi sampah elektroniknya gak mubazir bisa buat jajan uangnya :D

    ReplyDelete
  19. ini belum ada di daerah Sulawesi ya? di sekitar saya banyak sampah elektronik :(

    ReplyDelete
  20. Di rumahku yang di Jakarta juga banyak barang tak terpakai :D
    Pick up servicenya di mana ya.

    ReplyDelete
  21. waw sangat kreatif banget nih, salam kenal mbak

    ReplyDelete
  22. Waa, aku juga mau jual hape jadul yang udah pada mati. Makasih infonya mak

    ReplyDelete
  23. Bisnis yang inovatif sekaligus ramah lingkungan. Two thumbs up!!

    ReplyDelete
  24. Nice post,Mak...trimakasih yaa..:)

    ReplyDelete
  25. Aku selalu suka pada perusahaan yang memikirkan pelestarian alam & bumi pada produknya mak :)

    ReplyDelete
  26. wah asyik nih, aku juga mau jual sampah elektronik di rumah ke iCash ahhh :D

    ReplyDelete
  27. ber,amfaat ,inovatif dan bermanfaat ya ecocash

    ReplyDelete
  28. Waahhh kereen nih. Banyak barang elektronik yg dah ga kepake ihhh

    ReplyDelete
  29. Kreatif ya mbak.. yg jelas, berdampak positif buat lingkungan itu menurut aku yg utama... :-D

    Thanks for sharing mbak Lidya... bookmark! :D

    ReplyDelete
  30. Wah, input yang asyik nih, tapi kebanyakan barang electronik yang gak terpakai udah didonasiin ke Sekolah Alam tuh. Gak dapat duit sih, dapi dapat amal, kan, ya? Mulai sekarang mau ngubek-ngubek barang elektronik yang gak kepake...aahh! Postingannya keren dan lengkap.

    ReplyDelete
  31. huwaaa..asiknya..jadi sampah bisa jadi uang nih...

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...