badge

Tuesday, March 24, 2015

Workshop Blogger Dalam Rangka Memperingati Hari TB Sedunia

Tanggal 3 - 5 Maret 2015 lalu saya mengikuti Workshop Blogger dalam rangka memperingati hari TB 2015 yang jatuh setiap tanggal 24 Maret. Tepat di hari ini ya hari TB sedunia diperingati. Workshop ini di adakan di Hotel Aston Tripicana di Jl. Cihampelas Bandung.



Jam 11 registrasi peserta dimulai. Saya datang terlalu pagi bersama Mbak Nita. Oh ya semua peserta workshop datang masing-masing ke Bandung, jadi kami bertemu langsung di tempat acara. Karena dari subuh sudah siap untuk pergi ke Bandung belum sarapan lah saya jadinya. Untung saja bawa bekel somay di tempat makan IKEA Pruta, jadilah kami makan bersama teman-teman semeja sebelum waktunya makan siang.



Ba'da Dzuhur acara workshop resmi di buka oleh Direktur PPML dan dilanjutkan presentasi oleh tiga dokter yang berhubungan dengan TB dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tujuan diadakan workshop tersebut adalah untuk meningkatkan pemahaman pada masyarakat khususnya pengguna blog terhadap TB baik pada anak dan dewasa. Diharapkan blogger ini bisa menyebarluaskan informasi tentang TB dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana penanggulangan TB. Indonesia merupakan negara nomor 5 di dunia dengan pasien TB  terbesar.




Sebelum worshop dimulai beberapa peserta foto bersama.

Mengenal sedikit tentang TB ya, saya bahas secara ringan saja supaya mudah di mengerti karena ada poin-poin yang saya baru tahu juga saat dijelaskan disana. TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Penularannya melalui udara. Seseorang yang terdiagnosa TB pada status awal dapat menularkan sekurang-kurangnya 10-15 orang lain setiap tahunnya. Bayangkan jika ada 10 orang yang terdiagnosa TB maka akan menularkan kepada 100-150 orang lain.

Penyakit TB biasa bisa disembuhkan dengan minum obat sesuai standar selama 6 - 8 bulan. Dengan catatan minum obat teratur dan tidak terlewat satu hari pun. Kenapa saya bilang harus teratur ini untuk mencegah penyakit TB meningkat ke MDR-TB (dikenal dengan resitan obat TB) yang akan lebih lama lagi pengobatannya. Selain lama juga butuh perjuangan yang luar biasa saat pengobatannya. Untuk angka kesembuhan TB sebesar 905 sedangkan untuk MDR-TB hanya 45%.

Yang mempunyai risiko terkena MDR-TB (Multi Drug Resistant Tuberculosis) adalah :
  • Tidak minum obat TB secara teratur. Atau yang tidak tuntas dalam pengobatan TB awal
  • Sakit TB yang berulang.
  • Dari wilayah yang mempunyai beban MDR-TB yang tinggi.
  • Kontak lasngung dengan seseorang yang terkena MDR-TB.
Pengobatan MRD-TB itu gratis, namun sayang baru beberapa rumah sakit yang bisa menangani kasus MDR -TB. Yang saya ingat baru Rumah Sakit Persahabatan , Jakarta dan Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Mengapa di atas saya tuliskan pengobatan MDR-TB butuh perjuangan? Yang pertama adalah biaya pengobatan perorang mencapai 100 juta hingga sembuh, untungnya gratis di berikan pemerintah Pasien MDR-TB harus menjalani pengobatan yang panjang dan dramatis seperti dibawah ini:

  • Minum obat sebanyak 6 jenis setiap harinya selama 18 - 24 bulan (tidak boleh lupa).
  • Selama minum obat pasien datang ke rumah sakit atau di tempat kesehatan terdekat yang sudah dipilij dan diawasi oleh petugas minum obat. khusus yang sudah di training. Tidak bisa semua petugas menjadi petugas pengawas minum obat sebelum di training, Berbeda dengan pasien TB biasa yang bisa minum obat sendiri di rumah. Untuk MDR-TB harus diawasi.
  • Pengobatan juga melalui suntik setiap hari hingga 6 bulan.
  • Efek minum obat MDR-TB juga beragam, dari mual, pusing,gatal-gatal, kurang pendengaran  hingga kejiwaan.
TB yang kita kenal biasanya menyerang paru, tapi bisa juga menyerang organ lainnya, misalnya tulang, payudara dan lainnya. TB tidak bisa menyerang kuku, pipi, dan rambut. Lebih besar kemungkinan menyerang paru karena yang paling banyak okseigen di bagian paru hingga 40%.

Gejala awal dari TB adalah : 
  • Batuk yang tidak berhenti selama 3 minggu terus menerus.
  • Panas.
  • Berkeringat pada malam hari.
  • Lemas.
Bila di keluarga ada yang terdiagnosa TB sebaiknya seluruh keluarga diperiksa juga, supaya tidak menularkan lagi ke keluarga lain yang tidak terdiagnosa. Tidak perlu malu atau takut untuk diperika kalau memang menintai keluarga. Selama pengobatan sebaiknya pasien mematuhi aturan seperti :
  • Tidak merokok dan hindari minuman keras.
  • Minum obat rutin agar tidak terjadi MDR-TB.
  • Ada ventilasi di rumah.
  • Batuk jangan lupa di tutup.
  • Usahakan tidak kontak langsung dengan anggota lain terutama anak di bawah 5 tahun.
  • Tidur terpisah dengan anggota keluarga lain dan tidak menggunakan AC.
Pasien yang gampang tertular TB adalah :
  • Anak di bawah 5 tahun.
  • Pasien dengan daya tahan tubuh lemah.
  • Pasien kangker.
  • Pasien diabetes.

Penyakit TB bukan penyakit turunan atau kutukan tetapi akibat kuman TB. Sehingga tidak perlu di kucilkan atau dijauhi. Namun pasien TB juga harus tau etika saat batuk untuk selalu menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin.

Kami juga diajak berkunjung ke Rumah Sakit Hasan Sadikit dan puskesmas Garuda yang sudah menangani pasien MDR-TB. Untuk Pasien maupun orang yang bertemu dengan pasien MDR-TB sebaiknya menggunakan masker khusus namanya masker N95. Ini berbeda dengan masker biasa karena sangat tertutup dan rapat sedangkan dibagian hidung ada semacam kawat yang membuat masker terikat kencang di wajah sehingga meminimalkan penularan.

Ada testimoni dari beberapa orang pasien juga mantan pasien MDR TB. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dewi namanya, beliau di diagnosa MDR-TB dan harus menunggu selama 2 tahun untuk pengobatan karena pengobatan MDR-TB baru ada di Bandung tahun 2012. Selama menunggu Dewi bolak balik masuk UGD. Disaat butuh support malah di tinggalkan oleh suaminya yang tidak percaya kalau Dewi akan sembuh. Allhamdulillah Dewi tetap semangat menjalani pengobatan MDR-TB selama 2 tahun, akhirnya dinyatakan sembuh. Kini Dewi menjadi volunteer bagi pasien MDR-TB di Bandung. Dewi memberi support agar pasien tidak drop. Dewi bisa membuktikan bahwa MDR-TB bisa sembuh asal semangat dan taat dalam pengobatan. Bahkan ada pasien lain yang harus dipisahkan sementara selama beberapa lama dengan anaknya yang baru lahir.

Masih banyak sih sebenarnya cerita-cerita lainnya yang sempat di bagi kepada kami. Lain postingan akan saya tulis lagi ya.

Pengingat untuk kita semua :

  • Jika diantara kita ada yang terdiagnosa TB segera di obati dengan teratur supaya tidak manjadi MDR-TB.
  • Ingat etika batuk.
  • Jangan kucilkan pasein TB, beri support dari keluarga terdekat dan mengingatkan untuk selalu minum obat.

25 comments:

  1. Setuju banget sama poin ini, mba:

    "Jangan kucilkan pasein TB, beri support dari keluarga terdekat dan mengingatkan untuk selalu minum obat."

    Sebenarnya, orang terdekatlah yang bisa membantu penyembuhan mereka lebih cepat :)

    ReplyDelete
  2. Aku tadi udah komen..tapi terus error gitu

    komen lg ya :D

    ReplyDelete
  3. Dukungan terhadap penderita TB secara positif, kagum dengan peran blogger pada event tersebut

    ReplyDelete
  4. Trima kasih informasinya, Lidya...lengkap banget. Suka bacanya. Langkah Lidya panjang banget nih, tau-tau udah sampe ke Bandung aja...
    :D

    ReplyDelete
  5. Sekarang blogger punya peran penting untuk bisa menyerukan tentang apa saja ya mbak, termasuk ttg TB ini..

    ReplyDelete
  6. Indonesia masih banyak banget ya penderita TB-nya.

    ReplyDelete
  7. semoga semakin banyak yang tercerahkan dengan tulisan ini ya mbak, karena selama ini penderita TB selalu dikucilkan

    ReplyDelete
  8. workshopnya menarik...seandainya deket pengen ikutan juga :(

    ReplyDelete
  9. hehe.. jadi geli baca tulisan TB bukan penyakit kutukan. emangnya ada ya lid penyakit kutukan? :P

    ReplyDelete
  10. Pernah nonton di mana gitu, bilang kalo jaman dulu penyakit TB ini dianggap penyakit akibat diguna-guna, hehe...

    Semoga dgn keterlibatan blogger, maka makin banyak yang lebih paham soal penyakit TB ini ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. wah besar juga penderita TB di negara kita y mbak... jadi inget anakku pernah di diagnosis TB tapi setelah cek lagi ternyata negatif. alhmadulillah.

    infused water boleh diminum dalam keadaan ga dingin mbak. setelah dikeluarkan dari lemari es, diamkan dulu di suhu ruang, baru di minum.

    mie sagu ada di Riau mbak.. agak susah sih dapetnya kalo di jawa. kalo mbak mau nanti saya kirimin biar masak mie sagu. :)

    ReplyDelete
  12. ibu saya dulu pernah kena TB, besar-besar banget obatnya dan harus diminum sampai 6 bulan, untungnya berobat TB bisa gratis di puskesmas.. ;)

    ReplyDelete
  13. Informasinya lengkap!
    Kalau batuk sudah lebih dari 3 minggu berarti sudah harus waspada ya :|

    ReplyDelete
  14. Iparku dulu batuk nggak berhenti-berhenti, ada 2 ato 3 bulan gitu, sampai suaranya hilang. Nggak tau kena batuk apa ya, untung akhirnya sembuh *bolak-balik ke dokter THT

    ReplyDelete
  15. Susahnya Mbak, ada penderita yang tak menyadari bahayanya. Misalnya malas minum obat,malas kontrol, dan kalau batuk gak hati2.

    ReplyDelete
  16. Tfs mbak, hrus kbh aware nich klu ada yg batuk lama

    ReplyDelete
  17. pernah dengar, kalau yg terkena TB batuknya mengeluarkan darah, benarkah mak? makasih sharingnya ya...

    ReplyDelete
  18. kompli lit banget Mak Lid..selalu bermanfaat buat kami2 di tempat terpencil :) makasih review pertemuannya ya Mak

    ReplyDelete
  19. Perlu disosialkan pengetahuan ttg penyakit ini karena ternyata mudah menyebar ya

    ReplyDelete
  20. Mbak Lidya kalo datang pasti gasik ya, hihiii

    Pasien TB itu harus tuntas ya berobatnya. Dulu pakdheku juga sakit ini, alhamdulillah karena telaten berobat bisa sembuh.

    ReplyDelete
  21. Posting seperti ini penting mbak...
    untuk memasyarakatkan ttg TB
    semoga angka TB di Indonesia kian turun
    aamiin

    ReplyDelete
  22. Sekali nular 10-15 orang.ngeri juga ya mbak...semoga kita dijaukan dari penyakit menular aamiin...
    apa kabar mbk..maaf baru bisa bewe^^

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...