badge

Friday, February 17, 2017

Mengenal 5 Jenis Sepeda Gunung (Mountain Bike)

Sepeda gunung atau disebut dengan All Terrain Bike (ATB) atau Mountain Bike (MTB) merupakan jenis yang digunakan untuk medan yang berat seperti pegunungan atau perbukitan. Pertama kali diperkenalkan sekitar tahun 1970’an oleh pengendaranya di daerah perbukitan di San Francisco. Sewaktu dipamerkan untuk kali pertamanya di New York Bike Show tahun 1981, penemu mountain bike mengatakan bahwa jenis ini tidak akan pernah menjadi populer. Padahal di kemudian hari, 80% yang terjual di Amerika Serikat adalah jenis mountain bike ini.




Sejak saat itu mulai diciptakan jenis-jenis mountain bike yang dapat disesuaikan dengan gaya serta medan dilalui. Jika Anda kebetulan sedang ingin membeli mountain bike, Anda harus terlebih dahulu mengenal jenis-jenisnya. Mountain bike memiliki beberapa jenis atau tipe dan masing-masing tipe memiliki fungsinya tersendiri. Pada umumnya ada 5 jenis yaitu cross country, dirt jump, trail, downhill, dan free ride. Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya di bawah ini:

  1. Cross country MTB.
Mountain bike ini juga seringkali disebut dengan XC (baca: Cross C). Dirancang khusus untuk jalur off-road dengan rintangan yang minim hingga menengah. Mountain bike ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu jenis hardtail mountain bike, suspensi nya hanya ada di bagian depan saja, dan juga tipe fulsus MTB yang memiliki 2 buah suspensi yaitu bagian depan dan belakang. Dengan menggunakan hard tail MTB, Anda bisa menerapkan teknik kayuh yang baik tanpa bersusah payah (seperti memental) sedangkan pada fulsus MTB, suspensi nya terintegrasi dengan rangka nya sehingga membuat berkendara terasa lebih nyaman.

  1. Dirt jump.
Jenis mountain bike satu ini cocok untuk atraksi-atraksi akrobatik seperti lompatan ekstrim di udara dan balap slalom namun juga dapat digunakan untuk berkendara di jalanan. Banyak orang yang menganggap bahwa dirt jump MTB merupakan versi besar dari BMX. Namun sayangnya, sepeda  ini tidak cocok untuk digunakan berkendara dalam jarak yang jauh.

  1. Downhill.
Sesuai dengan namanya (down = turun, hill = bukit), mountain bike ini dirancang khusus untuk aktivitas yang menuruni lereng bukit atau gunung dengan kecepatan yang tinggi seperti untuk perlombaan (downhill ride competition). Karena prioritas utama dari mountain bike ini adalah kekuatan serta daya tahan, mountain bike ini umumnya jauh lebih berat dari mountain bike jenis lainnya. Downhill ini dilengkapi dengan peredam benturan di suspensi belakang sebagai penahan benturan saat menuruni lereng terjal nan curam.

  1. Free ride.
Mountain bike yang ini mirip dengan tipe downhill MTB, hanya saja dirancang secara khusus agar lebih mudah untuk dikayuh, MTB ini perpaduan antara jenis cross country serta downhill mountain bike. MTB ini memiliki rangka yang kuat untuk mampu digunakan melakukan atraksi-atraksi freestyle yang ekstrim namun tipe ini kurang lincah dan kurang cocok untuk melintasi track yang banyak tanjakan atau jarak jauh.

  1. Trail.
Sepeda gunung yang satu ini pada dasarnya merupakan hasil modifikasi dari tipe cross country hanya saja menggunakan sistem suspensi yang lebih halus untuk dapat digunakan berkendara mengatasi rintangan yang lebih sulit atau lebih teknis. Kekurangannya adalah untuk mengayuh trail mountain bike memerlukan tenaga atau upaya yang lebih besar karena adanya peningkatan suspensi. Tapi kini, sudah ada jenis yang memiliki teknologi suspensi bagian depan atau belakang yang dapat dinonaktifkan jika tidak diperlukan.


7 comments:

  1. Wah 5 jenis ya, saya tahunya sepeda gunung, itu saja.

    TFS Mbak

    ReplyDelete
  2. Aku sempet punya sepeda gunung. Tapi ngga paham jenis yg mana inii. Wkwkkw Lama ngga sepedaan, Bunda. :)

    ReplyDelete
  3. Baca judul sepeda gunung, udah lelah duluan rasanya haha.... soalnya dah lama gak naik sepeda. Jadi udah langsung dibayangkan gimana capeknya...

    ReplyDelete
  4. Aku suka banget naik sepeda mbaa...tapi klo sepedaan di gunung itu udah lama banget, nggak pernah lagiii. Mungkin pas anak2 gede kali yaa hehe

    ReplyDelete
  5. Wahaha, jenisnya banyak ya ternyata :)

    ReplyDelete
  6. ternyata sepeda gunung juga banyak jenisnya ya... baru tau saya hehe

    ReplyDelete
  7. Tante Lidya
    aku belom bisa naik sepeda roda dua loh
    hehehhehee....
    masih pake yang roda 4

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...