badge

Friday, April 28, 2017

Jangan Berhenti Berharap #SmiLeinAja

"Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya.” – Jonathan Swift


Siapa sih yang mau sakit? pastinya ga mau ya. Semua maunya selalu sehat, begitu pula dengan saya. Tapi namanya juga manusia, pasti ada kalanya lalai menjaga kesehatan dengan berbagai macam alasan.



Pengalaman sakit hingga harus rawat inap atau opname pernah saya alami beberapa tahun lalu. Pengalaman yang tidak bisa dilupakan dan menjadi titik awal agar selalu menjaga kesehatan. Memang bukan penyakit berat, tapi semua urusan dan kegiatan bisa jadi terbengkalai, apalagi ada anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Cerita berawal waktu saya bertemu dengan teman-teman kuliah dulu. Kami makan di salah satu tempat makan. Walaupun badan agak kurang fit ditambah demam saya tetap memaksakan diri untuk bertemu mereka. Saking excited untuk bertemu dengan mereka, saya sampai lupa kalau sedang sakit tenggorokan dan makan sembarangan. Pikir saya, biasanya juga akan sembuh dalam waktu satu hingga dua hari.

Sampai dirumah sakit tenggorokan saya tambah menjadi parah. Berusaha minum banyak dan konsumsi makanan yang lembut agar rasa sakit tidak terlalu parah. Tapi rasa sakit itu malah makin menjadi, bahkan untuk minum air saja rasanya seperti terkena sayatan silet atau pisau. Alhasil tidak ada makanan yang bisa masuk ke dalam tubuh karena rasa sakit ini. 

Selama 3 hari saya bertahan, dan berharap bisa sembuh sendiri. Tapi apa boleh buat ternyata saya mengalami dehidrasi karena kurang asupan cairan dan makanan. Dokter mengharuskan saya menjalani rawat inap di rumah sakit agar mendapatkan cairan dengan cepat melalui infus. 

Dengan berat hati saya menyetujui rawat inap, tapi ada satu hal yang bikin saya tidak tenang. Yaitu Alvin, si bungsu yang selalu mau sama-sama saya, mana bisa ditinggal di rumah dengan kakek dan neneknya yang menjaga. Satu-satunya cara adalah mengajaknya untuk tidur bersama di rumah sakit. Kalau mengambil kelas perawatan 1 mana bisa ditunggu oleh suami plus anak.



Saya baru ingat kenapa harus bingung, kami kan sudah mempunyai proteksi kesehatan dari asuransi yang kami bayarkan untuk keluarga. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil kelas super VIP, dengan alasan sudah tersedia fasilitas tempat tidur serta makanan untuk penunggu pasien. Jadi suami tidak perlu mencari makanan lagi ke luar. Sebagai penunggu pasien penting juga menjaga kesehatan dan tidak terlambat makan loh. Jangan sampai pasien bertambah setelah menunggui yang sakit.

Allhamdulillah kebingungan saya bisa diatasi, selama 4 hari rawat inap, Alvin selalu di rumah sakit bersama saya. Serasa sedang liburan saja dia. Untungnya penyakit yang saya derita bukan penyakit menular sehingga dokter mengizinkan anak-anak untuk tinggal di dalam kamar.

Ternyata punya asuransi kesehatan itu penting sekali ya. Pengalaman kedua yang paling tidak enak adalah saat suami mengalami kecelakaan. Kalau tidak ada asuransi, mana bisa suami langsung ditangani dengan cepat, bahkan dilakukan tindakan operasi. Tanpa harus memberikan uang jaminan atau uang muka, semua prosedur untuk pengobatan bisa dilakukan oleh pihak rumah sakit. 

Seperti nasihat yang pernah saya dapakan bahwa semua tantangan dan masalah bisa dihadapi dengan senyuman. Ada Sinarmas MSIG Life Insurance ( SMiLe) yang dapat membantu menghadapinya. Karena dengan senyuman selalu ada harapan yang bisa diwujudkan. Jangan berhenti berharap, #SmileinAja




www.sinarmasmsiglife.co.id
Facebook : sinarmasmsig
Twitter : sinarmasmsig
Instagram : sinarmasmsiglife
Youtube : user/SMiLe140485




2 comments:

  1. Asuransi kesehatan itu menolong banget ya Mbak. Tp disini masih dihitung jari RS yg bs pake swipe card gitu jadinya tetap kudu ngeluarin duit dulu lalu reimburse :(

    Sehat terus ya Mbak :*

    ReplyDelete
  2. Aku juga sudah punya buatku et anak-anak mba.. menolong banget yaaa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...