Alvin & boneka guguk milik kakak chacha
Cerita yang terlambat si sebetulnya, tapi aku mau share saja pengalaman weaning with lovenya Alvin. Weaning love disini merupakan proses penyapihan yang dilakukan secara alami, tidak melalui paksaan apalagi dengan menakut-nakuti ataupun memberikan sesuatu yang pahit dan lain sebagainya. Oh ya proses penyapihan ini masing-masing anak berbeda loh usianya, disesuaikan dengan kesiapan anak dan ibu.

Seminggu sebulan umurnya Alvin 2 tahun aku mencoba menerapkan penyapihan ini, masih coba-coba sih siapa tahu berhasil. Tapi sebulan sebelumnya aku sudah memberitahukan Alvin, kalau Alvin sudah besar tidak nenen lagi ya, aku sering bertanya nanti minumnya apa? dia pasti jawab air putih.

Allhamdulillah tidak menemukan kendala yang besar dalam proses penyapihan ini. Malam hari menjelang tidurpun Alvin tidak sulit waktu tidurnya, cukup dipeluk dia sudah tertidur. Paling 1 atau 2 kali dalam semalam dia terbangun, sudah pasti menangis. Disini ujian kesabaran dibutuhkan, aku mengingatkan lagi minum air putih ya. Proses ini membutuhkan waktu 5 hari. Sesekali Alvin minta gendong baru deh mau tidur lagi.

Diluar dugaanku ternyata weaning with lovenya Alvin bisa dilakukan dengan mudah, diikuti dengan free diaper juga baik siang maupun malam.

Berikut beberapa tips berdasarkan pengalamanku dalam weaning with lovenya alvin :
  • Ajak bicara anak, jelaskan dengan bahasa yang mudah kalau dia sudah besar dan sudah waktunya untuk tidak menyusu lagi.
  • Tidur dalam posisi perut yang kenyang, sehingga dia tidak menagih untuk menyusui malam hari.
  • Aku biasanya membolehkan Alvin membawa 1 mainannya untuk diajak tidur agar bisa mengalihkan keinginannya untuk menyusu.
  • Sering-sering mengingatkan untuk menyusu, beritahukan kalau minum dari gelas atau menggunakan sedootan jika si anak nyamannya begitu.
  • Minta bantuan orang rumah, dalam hal ini aku minta bantuan suami pada saat Alvin bangun malam.
  • Banyak sabar dan berdoa Insya Allah proses weaning with love berjalan dengan lancar.