Kembang Sepatu, dulu sering aku temui dirumah nenekku. Beliau menanam pohon tersebut sejak lama, bunganya berwarna merah. Aku ingat sekali sering memetik bunganya, sering juga melihat orang-orang menghisap bunga tersebut. Bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak, kalau belum mekar bentuknya seperti terompet. Pohon ini biasa ditanam sebagai tanaman hias juga sebagai obat tradisional.

Minggu lalu, Aa diminta untuk membawa Kembang Sepatu ke sekolah untuk pelajaran SBK. Peranak dibagi dalam beberapa kelompok dan peranak diminta membawa bahan-bahan alami untuk membuat pewarna seperti kunyit, daun suji/daun pandan, bunga rosela. Aku agak kesulitan karena tidak mengenali pohonnya dengan jelas, kecuali bunganya sedang mekar.


Aku langsung chat dengan suamiku mengenai bunga yang harus di bawa oleh Aa, aku juga minta tolong beberpa teman untuk memberitahukan kalau ada yang mempunyai bunga tersebut. Aa sempat diam saja  dan agak sedih waktu aku bilang kalau tidak ada bunganya gak usah bawa. Ternyata dia kepikiran sekali takut nanti nilainya dikurangi katanya. Allhamdulillah temannya suamiku ada yang mempunyai kembang sepatu.

Di hari H aku menerima info dari teman-teman bahwa mereka mendapatkan bunganya dan akan dititipkan ke anaknya yang juga temannya Aa. Aku bilang ke Aa kalau nanti bunganya diterima saja dan bilang terima kasih, siapa tau nanti ada temannya ada yag tidak membawa bisa dikasihkan saja. Allhamdulillah berkat teman-teman aku bisa mendapatkan Kembang Sepatu, bahkan dari teman suamiku yang rumahnya jauh di Ciputat.