"Ma kapan jalan-jalan lagi? kemping aja yuk, aku belum pernah!" kata Alvin suatu hari. Kita piknik di Taman Literasi Keuangan, Maratam Park, Jakarta aja ya De. Buat kemping atau piknik beneran itu butuh uang lho, saya bilang ke Alvin. Makanya kita perlu kerja dulu dan menabung sebelum untuk memenuhi kebutuhan hidup. Ih emang anak kecil ngerti dikasih tau hal seperti ini? Makanya perlu diajarkan bagaimana mengelola uang secara fun.



Justru sejak kecil anak-anak perlu mengetahui dan belajar bagaimana mengelola uang dengan tepat. Mungkin mereka selama ini cuma tahu beli sesuatu aja, uangnya dapat dari ATM:) Mereka juga harus mengetahui untuk mendapatkan uang itu harus bekerja terlebih dahulu.

Nah, untuk itulah Prudential Indonesia mengadakan acara "Bermain Bersama Sahabat Cha-Ching" di Taman Literasi Keuangan, Mataram Park (14/7) kemarin. Selain untuk mengenalkan uang dan cara mengelolanya, anak-anak juga bisa bertemu dan bermain dengan para tokoh Cha-Ching yang biasanya hanya bisa dilihat melalui layar TV. Oh ya event tersebut diadakan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli mendatang.

Tentang Cha-Ching


Cha-Ching merupakan inisiatif dari Prudence Foundation yaitu salah satu divisi dari Community Investment Prudential Corporation Asia yang dikembangkan bersama Cartoon Network. Dalam proses pembelajarannya Cha-Ching menggunakan pendekatan naratif musikal sehingga anak-anak happy dalam belajar dan bisa cepat diserap oleh mereka.


Buat anak-anak yang sering menyaksikan Cha-Ching di channel Cartoon Network pastinya tahu keenam karakter yang muncul di sana. Tapi, yang gak berlangganan TV kabel bisa kok melihat tayangannya di channel Youtube, ada yang berbahasa Indonesia juga.

Ada 6 tokoh masing-masing mempunyai kebiasaan yang berbeda mewakili kebiasaan banyak orang.

  • Prudence. Dia gemar membuat rencana dengan baik termasuk dalam mengelola uang.
  • Bobby. Hobinya menghambur-hamburkan uang sehingga tanpa sadar dia sering kehabisan uang yang didapatkannya.
  • Zul. Selalu bekerja keras dan sibuk menghasilkan uang untuk ditabung.
  • Pepper. Kerjaannya belanja dan belanja.
  • Charity. Senang membantu sesama dan menyumbangkan uangnya.
  • Justine. Pekerjaannya mencari uang


Mengenal 4 Konsep Utama Pengelolaan Uang


Pagi itu customer Prudential hadir bersama anak-anaknya untuk belajar dan bermain bersama Sahabat Cha-Ching. Anak-anak akan diajarkan mengelola uang melalui 4 konsep dasar yang perlu diketahui.

Sebelum permainan dimulai, anak-anak diberikan sebuah pasport, kartu catatan pengeluaran dan pemasukan, dan modal sebesar Rp20,000 dalam bentuk uang mainan. Di sini orangtua hanya mendampingi dan memberikan pengertian pada anak-anak, untuk keputusan mereka sendiri dalam penggunaan uangnya.

Ada 4 booth yang tersedia untuk didatangi anak-anak, setiap booth paling sedikit harus dikunjungi sebanyak 2 kali untuk memperoleh sticker. Minimal ada 8 sticket yang dapat digunakan untuk menukarkan hadiah setelah permainan usai. Namanya juga belajar sambil bermain, pastinya anak-anak senang kalau diberikan reward.

Earn (Memperoleh)


Uang itu gak datang begitu saja, di sini anak-anak belajar bekerja untuk mendapatkan uang. Ada beberapa permainan bekerja yang bisa anak-anak lakukan untuk memperoleh penghasilan sebesar Rp10,000 seperti menyiram tanaman, membersihkan taman, menyanyi, menarik, atau unjuk kemampuan yang dimiliki.

Anak-anak juga bisa belajar bagaimana tampil di muka umum dan lebih percaya diri. Bayangkan saja mereka bernyanyi di sebuah panggung dan ditonton oleh banyak orang yang tidak dikenalnya. Dari sini mereka bisa belajar bagaimana menumbuhkan tingkat percaya dirinya supaya bisa bertahan hidup besar nanti.


Save (Menyimpan)




Di booth Menabung adalah tempat anak-anak menyimpan uang yang dimilikinya baik yang didapatkan dari modal maupun hasil dari bekerja. Di sini anak-anak bisa belajar bagaimana caranya menyimpan uang yang tepat.

Dari menabung anak-anak bisa memperoleh semua keinginannya tentu saja harus sesuai dengan kebutuhan. Menabung dari dari sekarang supaya besar nanti tidak menyesal. Jika punya rencana maka kehidupan bisa sukses.


Spend (Membelanjakan)



Di booth ini ujian bagi anak-anak mulai muncul, karena di sini di jual aneka makanan seperti gulai, es krim, jagung manis, pensil warna dan kertas mewarnai, serta kertas origami. Dari uang modal yang diberikan bebas aja mau digunakan untuk membeli apa.

Jika membeli kerta origami dan kertas menggambar seharga Rp5.000 nantinya kedua barang ini bisa dijual di booth "Memperoleh" dan mendapatkan uang tambahan Rp,10.000. Banyak anak yang membelanjakan uangnya untuk memperoleh keuntungan sebelum membeli makanan yang diinginkan, tetapi ada pula yang langsung menghabiskannya untuk makanan tersebut.


Donate (Menyumbang)


Anak-anak juga diajarkan untuk saling membantu sesama, begitu pula di program Cha-Ching ada booth Donate. Dari uang yang mereka miliki bisa didonasikan di kotak yang sudah disediakan, nantinya uang tersebut akan digunakan untuk keperluan membeli alat tulis bagi anak-anak yang membutuhkan di Palu.


Nah ini dia tokoh Charity yang gemar menyumbang untuk sesama. Sejak kecil anak-anak perlu dibiasakan untuk membantu dalam bentuk apapun.

Setelah waktu belajar sambil habis anak-anak pun dihibur oleh pertunjukan sulap dari Kak Wang dengan balon-balon ajaibnya. Oh ya bagi anak-anak yang berhasil mengumpulkan paling sedikit 8 sticker mendapatkan mainan hot wheel bagi anak laki-laki dan barbie bagi anak perempuan.

Sedangkan bagi anak yang memenangkan lomba pastinya mendapatkan hadiah tambahan dari mattel. Juaranya ada 3 kategori yaitu paling banyak menabung, paling banyak berdonasi, dan bekerja paling banyak.

Peranan orangtua sangat penting dalam mengajarkan anak untuk mengelola uang sejak dini agar besar nanti mereka bisa hidup sukses. Kalau teman-teman mau mampir ke Taman Literasi Keuangan bisa tiap saat lho, di sana ada permainan yang bisa digunakan untuk belajar mengelola uang. Taman tersebut memang didirikan oleh Prudential untuk masyarakat.

Masa depanmu bergantung padamu dan semua pilihan yang kau ambil