Mengenal Papua Lewat Outlook EcoNusa 2020

Sunday, February 2, 2020
Deretan foto yang saya lihat di acara Outlook Econusa 2020 menunjukkan bahwa begitu indahnya alam Papua. Mungkin banyak orang hanya tau kalau Raja Ampat saja yang punya pesona indah di Papua. Tapi, di sini mata kami yang hadir terbuka akan keindahan alam Papua selain Raja Ampat khususnya di Papua Barat yaitu Kaimana.

 
Dari foto-foto tersebut kita bisa melihat berbagai aktivitas keseharian masyarakat Papua Barat yang menggunakan sumber daya alam sekitarnya. 

Ada satu foto yang menarik perhatian saya, yaitu seorang mama bernama Mariam sedang menangkap karaka (kepiting hitam) di perairan hutan Mangrove di Kampung Mandomi, Fakfak, Papua Barat. Uniknya beliau menangkap karaka hanya menggunakan rotan dan jaring yang terbuat dari nilon dan daging ikan untuk umpannya. Dari menangkap ikan saja mama Mariam bisa menyekolahkan anaknya hingga universitas di Manado.



Keindahan alam yang kaya di Papua harus tetap terjaga agar tidak rusak, untuk itulah Yayasan Econusa hadir membantu menjaga dan melestarikan alam Papua dengan mengelolanya secara berkeadilan dan berkelanjutan.

Tentang Outlook Econusa 2020

Sebelum bercerita kegiatan apa saja yang dilakukan oleh Econusa sebaiknya berkenalan terlebih dahulu dengan yayasan tersebut.



Yayasan Ekosistem Nusantara Berkelanjutan atau yang dikenal dengan Yayasan EcoNusa mempunyai visi mengusung kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan bekerja bersama para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun non pemerintah.

Yayasan EcoNusa berdiri pada tahun 2017 diprakarsai oleh Bapak Bustar Maitar seorang penggiat lingkungan yang lahir dan besar di Papua. Maka dari itu EcoNusa menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat kegiatannya yang meliputi Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Di acara Outlook EcoNusa 2020 yang di selenggarakan di The Icon, Hotel Morrisey, Jakarta (28/2) ini dihadiri oleh Bapak Mustar Maitar yang ingin mempromosikan Papua di Jakarta. Mungkin banyak orang beranggapan negatif tentang Papua salah satunya adalah kekerasan, padahal kalau kita mengenal lebih dekat orang Papua juga ramah-ramah lho.

Sebelum acara dimulai kami disuguhi tarian Noken Lab yang dibawakan oleh 3 pemuda Papua. Noken ini artinya tas transparan dari Papua. Tarian tersebut menggambarkan tentang rasa syukur. Uniknya tari ini ada perpaduan gerakan tari Papua dan Betawi.

Peran EcoNusa di Papua ingin menunjukkan bahwa masyarakat Papua bisa membangun daerahnya dengan kemampuannya tanpa merusak yaitu mengelola dengan bijak untuk pembangunan yang berkelanjutan. EcoNusa juga ingin lebih memperkuat potensi Ekowisata yang dikelola oleh para pemuda Papua itu sendiri.


Expedisi Mangrove


Banyak kegiatan yang dilakukan oleh EcoNusa seperti bersih-berish laut melalui kampanye sampah plastik. Dan baru-baru ini menyelenggarakan Expedisi Mangrove pesisir pantai selatan di Papua Barat mulai 2-7 Desember 2019 lalu yang sekaligus menjaga populasi ikan di sana.

EcoNusa melakukan Ekspedisi Mangrover di 14 Kabupaten bekerjasama dengan Kompas bertujuan untuk mengumpulkan cerita di Tanah Papua mengenai manusia dan ekologi. Perjalanannya ekspedisi Mangrove menggunakan kapal Kurabesi Explorer dan ini merupakan ekpedisi terbesar dengan riset yang mendalam dengan menyusuri mangrove mulai dari Kaimana menuju Raja Ampat untuk meneliti mangrove.



Dari ekpedisi ini diharapkan bisa menghasilkan buku mengenai mangrove di pesesir. Selain itu peserta ekpedsisi juga bisa belajar banyak dari penduduk setempat dan menemukan jenis mangrove yang tidak dketahui untuk dilakukan penelitian.

Dari kegiatan ini saya jadi tahu kalau Teluk Bentuni merupakan mangrove terbesar di Asia Tenggara yang juga dijadikan tempat survey Ekpedisi Mangrove oleh EcoNusa. Di tempat ini dapat dilihat mangrove secara ekologi dan semua formasi bangrove dapat ditemukan di sini.

Ternyata mangrove selain memberikan banyak manfaat ekologi dan ekonomi bagi masyarakat juga menyimpan cadangan karbon terbesar. Di antara mangrove-mangrove tersebut bisa melindungi dari ombak besar yang datang dari laut juga tempat biota laut berkembang biak makanya di Papua banyak sekali Karaka.

Yayasan EcoNusa mendukung konservasi dan meningkatkan pengelolaan mangrove untuk kesejahteraan dan kelestarian alam di Papua. Apalagi saat ini sudah ada lahan-lahan yang dibuka untuk perkebunan sawit.

Indahnya Kaimana


Mendengar Kaimana saya langsung teringat oleh lagu lama berjudul Senja di Kaimana. Kaimana ini secara geografi wilayahnya bermacam-macam dari wilayah datar hingga berbukit-bukit termasuk pegunungan.

Bapak Matias mengatakan ada ribuan NGO yang hadir di Papua namun yang benar-benar mengelola secara berkelanjutan itu sedikit. EcoNusa merupakan NGO yang membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam praktik pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

Di Papua Barat juga memiliki keindahan biota laut yang tak kalah indahnya dengan Raja Ampat. Beliau memperlihatkan beberapa gambar biota laut termasuk soft corat yang bisa memancarkan cahaya. Sehingga para penyelam yang ingin melihat secara langsung coral tersebut harus menyelam mulai jam 6 sore hingga malam.


Bagi para penikmat senja bisa lho berkunjung juga ke Kaimana ada beberapa lokasi indah yang harus didatangi seperti Danau Kamaka dan Teluk Triton yang merupakan Raja Ampat-nya Kaimana di sini kita bisa melihat gugusan pulau karang di antara perairan laut. Pecinta diving jangan lewatkan untuk menyelam di teluk ini karena bisa melihat paus jinak.


Di akhir acara saya sempat berfoto dengan Yuli Fonataba sebagai MC acara Outoook Econusa 2020. Yuli merupakan seorang putri Papua 2018 dan ikut serta pada pemilihan Putri Indonesia 2018. Yuli yang kini bekerja sebagai News Anchor di Liputan 6 juga bercerita banyak teman-temannya yang ingin tahu mengenai kehidupan di Papua waktu di kampusnya di Yogyakarta.

14 comments

  1. Beneran berasa jalan-jalan ke Papua ya Mbak. Berfaedah banget acaranya .

    ReplyDelete
  2. Alhamdulillah makin banyak yayasan yg peduli lingkungan Mba. Akupun sedih liat tanah Papua sudah ditambang sedemikian rakusnya, dibabat pula hutannya buat kelapa sawit. Duh, perih akutu Mba.

    Tapi begitu baca ini rasanya ada angin segar, harapan utk Papua terjaga kelestariannya. Btw, EcoNusa itu yayasan dari mana yah Mba? Penasaran akutu nyari ga ketemu. Independen kah dia atau dibawah multi corporation?

    ReplyDelete
  3. Aku penasaran banget sama Papua. Pengen ke sana apalagi ada mbak kosku jaman kuliah dulu yang orang sana. Waah ada ya Paus jinak jadi kebayang naik di atas paus di lautan xixixi.

    ReplyDelete
  4. Bener mbak, akupun hanya taunya Raja Ampat saja tempat wisata yang bagus disana. Tapi karena kemarin aku menulis lahan gambut, dan papua juga termasuk lahan gambut di Indonesia yang paling bagus untuk dikunjungi. Ternyata di Papua ini banyak yang bisa di eksplor ya mbak, jadi pengen main kesana.

    ReplyDelete
  5. Kaimana, ini jg surga yaaa mba. Papua indah, aku pengin ksana. Moga bisa sampai sana hihi.
    Dan adanya yayasan seperti ini jg moga makin melejitkan potensi Papua ya,makin bermanfaat utk masyarakat

    ReplyDelete
  6. Dengan hadir di acara ini pasti nambah pengetahuan dan wawasan soal Papua dan sekitarnya ya mbak.
    Alamnya masih indah banget, harus dijaga kelestariannya.

    ReplyDelete
  7. Aku hampir pindah domisisli ke Kaimana, Mbak. Waktu itu suami sudah hampir menyanggupi susatu pekerjaan di sana, setelah sebelumnya setiap bulan mondar-mandir ke sana. Tapi namanya orangtua nggak restu, jadi akhirnya batal. Selama proses mengajak pindah ke sana suami selalu menceritakan keindahan dan prospek di Papua Barat. Aku pun hampir tergoda. Nyatanya sekarang cukup menikmati dari gambar dan tulisan saja.

    ReplyDelete
  8. Papua memang luar biasa indah, rezeki banget pernah tinggal di sana dan meresapi keindahannya..walaupun dulu serba mahal tapi rasanya happy tinggal di sana..

    ReplyDelete
  9. environmental sustainability lagi marak dilakukan oleh beberapa perusahaan ataupun brand tertentu. mengingat kondisi dunia saat ini emang udah darurat sekali ya

    ReplyDelete
  10. magrove gak sekedar tempat berlindung ikan dan cegar erosi tapi punya manfaat lainnya ya. suka deh potret yg disajikan, bak hidup bs liat dg mata kepala sendiri

    ReplyDelete
  11. Ya ampun acaranya sumpah ini keren banget mbak jadinya banyak wawasan masuk seputar papua ini jadi lebih tau dan paham gitu. ..

    ReplyDelete
  12. Daerah timur itu emang banyak banget yang bisa digali ya mba. Seneng kalau banyak yang peduli sama lingkungan perushaan ginian biar dikelola baik

    ReplyDelete
  13. Bagus juga program dari Econusa ini, Mbak. Bisa mengenalkan lebih dalam dan luas terkait lingkungan, hingga budaya, dan kegiatan masyarakat di Papua lebih detail lagi.

    ReplyDelete
  14. Mantab deh Econusa,sebagai masyarakat ikut dukung jika kegiatannya positif mengenalkan kebudayaan daerah ya. Apalagi Papuan memang butuh disupport

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...