Liburan Gak Bikin Boncos Kalau Kamu Lakuin Ini!

Liburan bagi saya bukan sekadar pergi ke tempat baru, tapi tentang memberi ruang untuk diri sendiri bernafas sejenak dari rutinitas. Setiap perjalanan selalu membawa cerita, pengalaman, dan pelajaran baru. Ada kalanya liburan sederhana sudah cukup membahagiakan, tapi di lain waktu, melihat pemandangan yang indah dan fasilitas yang nyaman juga membuat saya berpikir: “Seandainya bisa menikmati momen seperti ini lebih sering, tanpa harus khawatir soal keuangan.”

liburan tanpa boncos



Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berlibur bersama teman-teman ke sebuah pulau private. Perjalanan dimulai dengan menaiki boat yang nyaman, membelah laut dengan air berwarna biru jernih sejauh mata memandang. Selama perjalanan, angin laut, suara ombak, dan obrolan ringan menjadi kombinasi yang membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.


Setibanya di pulau, kami bebas mengeksplorasi area sekitar. Mulai dari berjalan di tepi pantai, bermain air, hingga melakukan berbagai beach activity. Tidak ada hiruk pikuk kota, tidak ada jadwal yang ketat. Semuanya terasa mengalir. Malam harinya, kami menginap di cottage yang mewah dan nyaman, lengkap dengan fasilitas yang membuat pengalaman menginap terasa sangat istimewa.

Pagi hari adalah momen favorit saya. Bangun dengan pemandangan laut, udara segar, dan suasana yang tenang membuat saya bersyukur. Namun, di sela rasa bahagia itu, muncul satu pemikiran yang cukup jujur dalam hati saya. Ketika saya membayangkan harga per orang untuk pengalaman liburan seperti ini, dahi saya spontan mengernyit. Jika harus dibiayai sendiri secara rutin, rasanya tabungan bisa cepat terkuras, apalagi jika liburan bersama keluarga.

Untungnya, pada kesempatan ini saya diberikan rezeki untuk menikmati liburan tersebut secara gratis. Bukan pertama kalinya saya merasakan liburan mewah. Sebelumnya, saya juga pernah mendapatkan pengalaman menginap di penginapan dengan private pool, sesuatu yang dulu hanya bisa saya lihat dari foto-foto di media sosial. Semua pengalaman itu membuat saya semakin sadar bahwa hidup memang penuh kejutan, tapi tidak selamanya kita bisa bergantung pada keberuntungan.


Antara Keinginan Traveling dan Realita Keuangan


Sebagai seseorang yang gemar traveling, saya sering berada di persimpangan antara keinginan dan realita. Di satu sisi, saya ingin terus menjelajah, mengumpulkan cerita, dan menikmati hidup. Di sisi lain, saya juga harus realistis dengan kondisi keuangan. Saya masih termasuk tipe mendang-mending, mempertimbangkan banyak hal sebelum mengeluarkan uang.

bitget



Selama ini, saya mengandalkan pendapatan aktif dari profesi yang saya jalani. Setiap bulan, saya berusaha mengatur keuangan dengan cukup disiplin: membagi pos kebutuhan, tabungan, dan dana liburan. Cara ini sebenarnya cukup aman, tapi ada satu kelemahan besar—semuanya bergantung pada satu sumber penghasilan. Ketika ada kebutuhan mendadak atau pengeluaran tak terduga, pos liburan seringkali menjadi yang pertama dikorbankan.

Dari sini, saya mulai bertanya pada diri sendiri:
Apakah ada cara agar saya tetap bisa traveling tanpa merasa boncos?
Bukan dengan berhutang, bukan dengan memaksakan diri, tapi dengan strategi yang lebih bijak.

Mencari Cara Baru Mengelola Keuangan Saat Liburan


Awalnya, saya sempat ragu ketika mendengar kata investasi. Banyak cerita yang beredar membuat saya takut salah langkah. Namun, semakin saya membaca dan mendengar pengalaman orang lain, saya mulai memahami bahwa investasi bukan soal cepat kaya. Investasi adalah tentang mengelola uang agar tidak hanya diam, sekaligus memahami risiko yang menyertainya.

Di tengah pencarian itu, saya mulai mengenal dunia kripto. Jujur saja, di awal saya benar-benar awam. Istilah-istilahnya terdengar asing dan rumit. Tapi saya mencoba membuka diri. Saya tidak berniat langsung menaruh dana besar. Tujuan saya sederhana: belajar, memahami, dan merasakan langsung prosesnya.
Dari beberapa platform yang saya pelajari, saya akhirnya mencoba Bitget.


Mengenal Bitget Sebagai Platform Investasi


Sebagai pemula di dunia investasi kripto, saya tidak ingin asal memilih platform. Faktor utama yang saya pertimbangkan bukan hanya soal fitur, tetapi juga keamanan dan kemudahan penggunaan. Dari beberapa platform yang saya pelajari, Bitget akhirnya menjadi pilihan karena terasa cukup ramah bagi pengguna baru seperti saya.
mengenal bigtet



Bitget merupakan platform investasi global yang menyediakan berbagai produk, mulai dari aset kripto (Spot), Earn atau deposito, Saham Global (US Stock), hingga Copy Trading (Spot). Meski fiturnya cukup lengkap, Bitget tetap terasa mudah dinavigasi. Tampilan aplikasinya sederhana dan dilengkapi panduan, sehingga saya tidak merasa kewalahan saat pertama kali menggunakannya.

Alasan lain saya memilih Bitget adalah komitmennya terhadap keamanan aset dan data pengguna. Bitget memiliki Dana Perlindungan senilai USD 593 juta, yang berfungsi sebagai lapisan perlindungan tambahan bagi aset pengguna. Selain itu, Bitget juga menerapkan sistem Proof of Reserves dengan rasio cadangan minimal 1:1, yang berarti dana pengguna didukung oleh cadangan yang transparan dan terverifikasi.
Dari sisi penyimpanan aset, Bitget menggunakan sistem cold storage, di mana sebagian besar aset kripto disimpan dalam dompet offline dengan teknologi multi-tanda tangan. Walaupun saya tidak sepenuhnya memahami detail teknisnya, penjelasan yang disediakan cukup membuat saya merasa lebih tenang sebagai pemula.

Pengalaman pertama saya menggunakan Bitget juga terbilang mulus. Proses pendaftaran dan verifikasi akun (KYC) dilakukan langkah demi langkah dengan instruksi yang jelas. Saya mengunduh aplikasi Bitget dengan perasaan campur aduk—antara penasaran dan khawatir salah langkah. Namun, setelah menjalaninya, proses tersebut ternyata tidak serumit yang saya bayangkan.

Sebagai pemula, saya tidak langsung mencoba semua fitur. Saya memilih memulai dari yang paling sederhana, yaitu P2P, karena alurnya mirip dengan transaksi transfer bank sehari-hari. Selain itu, kemudahan mengakses aplikasi kapan saja dan di mana saja juga menjadi nilai tambah, terutama bagi saya yang gemar traveling dan ingin tetap memantau investasi secara fleksibel.

Pengalaman Pertama Investasi Kripto Lewat P2P di Bitget

P2P (Peer-to-Peer) adalah metode transaksi di mana pembeli dan penjual bertemu langsung dalam satu platform, sementara Bitget berperan sebagai pihak yang memastikan keamanan transaksi. Dengan metode ini, saya bisa membeli kripto menggunakan transfer bank lokal, tanpa proses yang terlalu rumit.

aplikasi bitget



Awalnya saya sempat bingung, tapi Bitget menyediakan panduan yang cukup membantu. Langkah-langkahnya kurang lebih seperti ini:
  • Memilih menu P2P di aplikasi
  • Memilih aset kripto yang ingin dibeli
  • Memilih penjual dengan reputasi baik
  • Melakukan transfer sesuai instruksi
  • Menunggu konfirmasi hingga aset masuk ke akun


Saya memutuskan untuk memulai dengan nominal kecil. Total pembelian pertama saya sekitar Rp350.000, dan saya mendapatkan 0,00023 BTC. Angka ini mungkin terlihat kecil, tapi bagi saya ini adalah langkah awal yang penting. Saya tidak merasa tertekan karena nominalnya masih dalam batas aman untuk belajar.


Setelah Membeli, Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah aset kripto masuk ke akun, saya sempat bertanya-tanya: apa langkah selanjutnya? Haruskah langsung dijual? Atau dibiarkan saja? Dari proses ini, saya belajar bahwa investasi bukan tentang reaksi cepat, tapi tentang kesabaran dan tujuan.

Saya mulai memantau nilai aset saya secara berkala. Harga kripto memang fluktuatif. Ada saat nilainya naik, ada saat turun. Dari sini saya belajar bahwa untung dan rugi baru benar-benar terasa ketika aset dijual. Selama masih disimpan, angka yang naik turun hanyalah bagian dari proses.
Untuk mengetahui posisi untung atau rugi, saya cukup membandingkan harga beli dengan harga pasar saat ini. Tidak perlu panik ketika melihat angka merah, karena fluktuasi adalah hal yang wajar dalam investasi kripto.

Bagaimana Jika Ingin Mencairkan Dana?

Jika suatu hari saya ingin mengembalikan aset kripto menjadi uang tunai, prosesnya juga dilakukan melalui P2P. Saya bisa menjual aset kepada pengguna lain, lalu menunggu dana masuk ke rekening bank saya. Proses ini membuat saya merasa lebih tenang, karena aset tidak benar-benar terkunci.

Namun, saya juga belajar satu hal penting: waktu sangat berpengaruh. Menjual saat harga turun tentu berbeda hasilnya dengan menjual saat harga naik. Karena itu, keputusan jual beli sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan matang, bukan karena emosi sesaat.

Investasi Sebagai Pengimbang Gaya Hidup Traveling

Bagi saya, investasi bukanlah cara untuk membiayai liburan secara instan. Investasi adalah alat pengimbang, sebuah cara untuk mengelola keuangan agar tidak sepenuhnya bergantung pada pendapatan aktif. Dengan pendekatan ini, saya bisa tetap menikmati traveling, sambil perlahan belajar membangun kesadaran finansial.

Saya tidak menjanjikan keuntungan dari investasi kripto. Saya juga tidak mengajak spekulasi berlebihan. Yang saya lakukan hanyalah mencoba memahami, belajar dari pengalaman, dan menyesuaikan dengan kemampuan diri sendiri.


Refleksi Pribadi

Pengalaman menikmati liburan mewah yang pernah saya rasakan menjadi pengingat bahwa hidup memang indah dan penuh hal-hal yang layak disyukuri. Namun di balik semua kenyamanan itu, ada satu pelajaran penting yang saya sadari: setiap kesenangan tetap perlu perencanaan. Tanpa strategi keuangan yang tepat, keinginan untuk traveling dan menikmati hidup justru bisa berubah menjadi beban di kemudian hari.

refleksi pribadi



Saya belajar bahwa liburan bukan tentang seberapa mahal destinasi atau seberapa mewah penginapan, melainkan tentang ketenangan saat menjalaninya. Ketika keuangan tidak dikelola dengan sadar, rasa khawatir sering kali ikut terbawa, bahkan saat sedang berlibur. Di titik inilah saya mulai memahami bahwa pengelolaan keuangan bukan untuk membatasi diri, melainkan untuk memberi ruang agar hidup bisa dijalani dengan lebih seimbang.

Dengan pendekatan yang lebih bijak, investasi saya lihat bukan sebagai jalan pintas untuk meraih keuntungan, tetapi sebagai bagian dari proses belajar mengenal diri sendiri—tentang batas kemampuan, tujuan hidup, dan cara mengambil keputusan dengan lebih tenang. Investasi seharusnya membantu kita merasa lebih siap menghadapi masa depan, bukan malah menambah tekanan.

Bitget sendiri hanyalah salah satu platform yang saya gunakan dalam proses belajar ini. Bukan soal platform mana yang paling unggul, melainkan bagaimana kita memanfaatkan alat yang ada secara bertanggung jawab dan sesuai dengan kebutuhan pribadi. Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa perjalanan finansial, seperti halnya traveling, adalah proses yang dijalani langkah demi langkah, dengan kesadaran, kesabaran, dan tujuan yang jelas.

Kesimpulan

Liburan dan investasi bukan dua hal yang saling bertentangan. Dengan perencanaan yang tepat, keduanya bisa berjalan beriringan. Traveling tetap bisa dinikmati, tabungan tetap terjaga, dan keuangan pun lebih terkontrol.

Jika kamu juga gemar traveling tapi sering merasa budget menipis, mungkin ini saatnya mulai melihat keuangan dari sudut pandang yang berbeda. Mulailah belajar mengelola uang, pahami risiko investasi, dan pilih platform yang menyediakan panduan jelas untuk pemula seperti Bitget.

Bukan untuk cepat kaya, tapi untuk hidup yang lebih seimbang dan tenang, agar setiap perjalanan bisa dinikmati tanpa rasa khawatir.

Untuk kamu yang ingin mengenal investasi kripto dan melihat langsung bagaimana prosesnya, saya menggunakan Bitget sebagai salah satu platform yang menyediakan fitur cukup lengkap dan mudah diakses. 

Dan disclaimer  juga nih, cerita ini hanya pengalaman saya ya bukan nasihat investasi, nah untuk kamu yang mau berinvestasi jangan cum FOMO tapi harus riset sendiri ya.

Jika ingin mencoba atau sekadar eksplorasinya lebih jauh, Bitget bisa diakses melalui tautan berikut:  https://partner.bitgetapp.com/bg/C621U6_BGFitrian 

Post a Comment

0 Comments