Dengan Budaya Tertib saya mengikuti kontes ADUK ini pada blognya Pakde Cholik




Melihat pasca tsunami di Jepang, saya salut sekali dengan masyarakatnya, sekalipun dalam keadaan tertimpa musibah mereka masih menganut budaya tertib untuk antri pada saat menaiki kendaraan untuk dievakuasi.
Sayang sekali budaya tertib untuk antri disini masih minim dimiliki oleh masyarakatnya. Walaupun ada juga yang mempunyai rasa budaya tertib yang tinggi

Kita sebagai orang tua perlu sekali mengajarkan budaya tertib untuk antri sedini mungkin dimanapun kita berada. Sering sekali menemukan orang-orang yang tidak mengerti dengan budaya tertib untuk antri di tempat penjualan tiket bis,kereta misalnya bahkan di kasir.

Tapi saat ini dibeberapa lokasi seperti Bank, Rumah sakit, galeri operator seluler sudah menerapkan sistem antrian menggunakan Mesin Antrian. Hal ini untuk mengatasi budaya tertib pada saat mengantri. Sudah banyak perusahaan IT dan Elektronik yang memproduksi mesin antrian seperti ini. Sistem antrian ini menggunakan komputer atau tanpa komputer yang juga disebut Micro controller base.

gambar diambil dari google


Dengan menggunakan mesin antrian ini kita tidak perlu lagi berdiri untuk antri, karena biasanya kita akan diberikan semacam tiket yang berisi nomor urut antrian. Kita tinggal menunggu panggilan sesuai nomor antrian. Biasanya pemanggilan dilakukan dengan menggunakan pengeras suara maupun display monitor yang berisi nomor antrian yang berjalan

Dengan adanya mesin antrian ini, tidak perlu lagi berdesak-desakan pada saat mengantri. Mesin antrian ini hanya salah satu cara untuk bisa mengatasi dan meningkatkan budaya tertib untuk antri dimanapun kita berada. Tapi tidak semua tempat mempunyai mesin antrian seperti ini,untuk itu budaya tertib perlu ditingkatkan dengan kesadaran orangnya masing-masing. Dengan adanya Budaya Tertib semua akan terkendali dan tertib bukan.