Sudah seminggu ini Nayla sibuk menyiapkan semua hal yang berkaitan dengan acara istimewa yang akan berlangsung hari ini. Mulai dari membersihkan rumah, menyiapkan aneka hidangan sampai ke hal-hal kecil tidak lupa dia siapkan.

Pagi ini Nayla tidak lupa menelpon Mas Aryo "Mas, sudah sampai mana?" tanya Nayla

"Aku sudah di bandara De, satu jam lagi pesawatnya akan take off"  jawab Aryo


"Jangan lupa mas pesan-pesan yang sudah aku sampaikan kemarin loh" Nayla mengingatkan.

Budhe sedang asyik ditaman dengan bunga-bunganya, tapi Budhe heran mengapa bunga-bunga di taman ini nampak makin banyak. Sementara itu bunyi bel pintu rumah berbunyi,budhe bergegas kedepan untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang.

"Kejutaaaaaan....." anak-anak, cucu serta menantu budhe bersorak bersamaan ketika dibukakan pintu rumah oleh budhe. Tentu saja budhe sangat terkejut.

"Selamat Ulang Tahun Ma" kata Mas Aryo sambil mencium tangan dan pipi budhe, lalu diikuti cucu-cucunya budhe.

Budhe meneteskan air mata, dia tidak menyangka anak-anaknya akan datang di hari ulang tahunnya karena budhe tau hari ini bukan hari libur, itu adalah hal yang mustahil untuk anak-anaknya datang jauh-jauh kesini.

"Ayo semua masuk, sudah aku siapkan semua didalam" ujar Nayla sambil menggandeng budhe. Nayla memang sudah menganggap budhe adalah ibu sendiri jadi Nayla ingin sekali membahagiakan budhe.

"eyang, ini kita bawakan bunga tulip kesukaan eyang"  Dimas menyerahkan bunga kepada budhe.

"Bagus sekali sayang bunganya" Budhe mencium bunga pemberian Dimas.

Mereka larut dalam tawa dan canda diruang tengah sambil menikmati tumpeng yang sudah dibuat oleh Nayla. Semua memegang janjinya masing-masing untuk tidak larut dalam dunianya masing-masing.

"Mama senang sekali hari ini, ini merupakan hadiah istimewa yang mama dapatkan, kedatangan kalian adalah obat atas kerinduan mama selama ini" kata budhe sambil berkaca-kaca.

"Maafkan kita ya Ma, kalau selama kita disini selalu sibuk dengan urusan masing-masing, kita sadar mama juga butuh perhatian. Maafkan kita ya Ma" Pinta Sinta.

Lalu semua berpelukan untuk memperingati hari yang bahagia ini. Budhe menitikkan air mata bahagia.




Artikel ini dikutsertakan dalam Kontes Menulis Cerita Mini