Punten, Abdi bade ngiringan kontesna Neng Niar Ningrum. Tapi sateuacanna bade nyuhungkeun hampura kasadaya rerencangan blog abdi kamari teu acan tiasa silaturahmi kasadayana, Insya Allah dinten ieu tiasa mulai silaturahmi deui.

artinya :
Permisi, Aku mau ikutan kontesnya Niar Ningrum. Tapi sebelumnya mohon maaf buat teman-teman blog kemarin aku belum bisa silaturahmi alias BW, Insya Allah mulai hari ini sudah bisa bersilaturahmi lagi.

Berbicara dengan orangtua biasanya aku memang menggunakan bahasa Sunda, bukan Sundas sekali ataupun kasar sekali jadi yang tengah-tengah saja sih. Akan tetapi aku biasanya agak canggung kalau berbicara bahasa Sunda dengan orang yang lebih tua, karena takut bahasanya kurang halus.


Oh ya sesama ibu-ibu disekolahnya Pascal yang kebetulan tahu aku orang Sunda, kami sering berbicara menggunakan bahasa Sunda juga, di sini aku tidak perlu merasa takut-takut untuk berbicara bahasa sunda karena mereka kadang juga pakai bahasa sunda kasar.

Ada salah satu lagu berbahasa Sunda yang aku ingat sampai sekarang, lagu anak-anak yang sering dinyanyikaan saat itu. Kurang lebih seperti ini lirik lagunya :

Ayeuna Abdi teh gaduh hiji boneka. 
Teu kinten saena sareng lucuna.
Ku Abdi teh diacukkan, acukna sae pisan.
Cik mangga tingali boneka abdi

Waktu aku masih SMP mamaku langganan majalah Mangle. Beberapa aku mengerti artinya tapi kalau tulisannya jenis peribahasa biasanya aku tidak mengerti. Aku belum sempat cari lagi apakah majalah tersebut masih terbit atau tidak, tapi aku sudah menemukan majalah Mangle Online. Untuk mengobati kerinduan kadang-kadang Aku mampir ke web http://www.mangle-online.com/




"Postingan ini diikutsertakan di Aku Cinta Bahasa Daerah Giveaway"