Sabtu tangaal 7 Juni 2014 Allhamdulillah kami bisa menghadiri penyematan Wisuda Tahfidz dan Tahsinul Al Qur'an di sekolahnya Aa. Setelah 1 Maret lalu Aa lulus Sertifikasi Al Qur'an Juz 30 beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya.

Ada sedikit drama di pagi hari karena Aa tidak mau memakai kostum wisudanya, san sempat menangis katanya itu baju seperti pakaian wanita hehehe. Setelah aku beritahukan bahwa ini seperti jubahnya Harry Potter baru deh dia mau memakainya.

Acara dimulai jam 8 pagi, yang sebelumnya sudah dilakukan sesi foto di ruang perpustakaan untuk masing-masing anak yang di wisuda hari itu. Acara di awali dengan pembacaan surat Al Qur'an dan sambutan dari pihak sekolah. Lalu ada testimoni dari anak-anak kelas 1 yang sudah lulus sertifikasi juz 30 dan 29. Subhannallah anak kelas 1 sudah hafal 2 juz.



Setelah itu di umumkan untuk peserta sertifikasi dengan nilai tertinggi di masing-masing juz. Aku sih gak mikir Aa akan menerima penghargaan ini, pikiranku mungkin akan diberika pada murid yang sudah hafal beberapa juz. Ternyata Aa mendapatkan nilai tertinggi di angkatannya untuk juz 30 Allhamdulillah. Aa naik ke atas panggang dengan wajah tersenyum tidak wajah menangis seperti pagi hari :) Mendapatkan piala dan hadiah satu buah Al Qur'an.

Acara di lanjutkan dengan penyematan medali untuk semua anak yang di wisuda hari itu. Dan terakhir pembacaan ikrar dan doa agar anak-anak senantiasa menjaga hafalan Qur'an meraka agar tidak lupa.Tugas ini peranan orang tua di rumah sangat penting untuk selalu murojaah dan tentu saja di sekolah setiap harinya di adakan murujaah.


Sedikit cerita saat aku memosting foto Aa dan aku yang di ambil candid oleh suamiku saat akan melakukan ujian sertifikasi Maret lalu. Satu foto bisa beragam komen ya, bisa komen positif dan negatif. Untuk komen positif Om NH suka dengan foto yang aku upload, sedangkan temanku sendiri yang juga mamanya temannya Aa disekolah bilang mau ujian aja pake belajar lagi di sekolah buat apa sih katanya. Hehehe aku sih diam aja sambil dalam hati berfikir apa salah yang aku lakukan agar anak mendapatkan hasil terbaik dengan cara belajar dan berusaha seperti itu. Toh guru pembimbingnya juga  bilang sambil menunggu dipanggil untuk ujian silakan belajar dulu diluar.

ini dia foto yang mempunyai 2 persepsi berbeda dari orang lain

Mei lalu temanku itu akhirnya sadar dan meminta maaf padaku. Katanya dia salah sudah meledek aku saat mengajarkan Aa belajar. Dia merasa bersalah dan ketakutan anaknya saat ujian dan tidak bisa mengajarkan anaknya sendiri. Selalau bebeapa hari sebelum anaknya di wisuda dia stress katanya karena takut tidak lulus, padahal sudah aku yakin kan Insya Allah lulus. Allhamdulillah anaknya lulus dan bisa bareng di wisuda dengan Aa,

Pelajaran yang aku ambil, untuk senantiasa menjaga lidah dan selalu berfikir positif untuk segala sesuatu. Tentu saja selama ini aku pernah berbuat kesalahan bukan.