Allhamdulillah bisa kembali lagi kerumah kedua yang berdebu ini, setelah berhasil membersihkan debu di rumah nyata selama dua bulan :). Seperti biasa ya nanti aku cicil bw ya ketempat teman-teman.

Ini postingan yang telat banget sebetulnya, tapi berguna banget buat aku dan siapa tahu bisa berguna juga untuk pembaca. Kamis tanggal 25 September lalu aku menghadiri launching buku keduanya dari Mommies Daily. Peluncuran buku "Me Time" bertempat di Martha Tilaar Center, Kuningan, Jakarta

Di acara tersebut ada sharing session bersama Managing Editor Mommies Daily, Maulita Iqtianti yang biasa di panggil Mbak Lita. Serta di hadiri psikolog keluarga. Selain sharing session kami juga di perbolehkan menikmati berbagai perawatan yang ada disana.

Tujuan dari Mommies Daily membuat buku Me Time awal mulanya adalah karena banyak para wanita yang merasa bersalah ketika menikmati Me Time. Buku Me Time ini memiliki konten yang pas mengenai Me Time yang di wakili oleh berbagai macam ibu, di mulai ibu bekerja, Ibu rumah tangga dengan jumlah anak 1 hingga 4 orang. Melalui pertanyaan random yang di ajukan ke beberapa orang dengan beragam statusnya lewat form isian atai sharing ide.



Indikator Me Time Kurang
Menurut Psikolog Mbak Vera seorang ibu perlu memiliki waktu Me Time walaupun yang paling utama adalah waktu utuk keluarga. Menurut Mbak Vera Indikator Me Time kurang adalah salah satunya gampang marah dan mudah tersinggung. Seorang ibu setiap harinya banyak peran dan pekerjaan yang dilakukkan dan harus bisa menyesuaikan diri dimanapun berada.

Indikator Me Time Cukup
Me time bisa dilakukan setiap hari dengan curi-curi  waktu setiap harinya.  Setelah me time akan merasakan segar krn bisa me recharge. Istri cukup me time suami dan anak merasa Happy juga. Me Time cukup maka kedekatan akan makin kuat dengan anggota keluarga.

Indikator Me Time Terlalu Banyak
Punya rasa bersalah saat melakukan Me Time juga penting sebagai alarm bagi si ibu. Dengan kata lain jika Me Time terlalu banyak tentu saja akan ada protes-protes dari anggota keluarga di rumah. Anak protes, crangky, rewel dan kedekatan menjadi berkurang.

Arti Me Time
Arti dari Me Time itu sendiri adalah menikmati waktu sendiri ataupun bersama teman-teman. Waktu yang kita gunakan untuk have fun dan tergantung bagaimana kita memaknainya dengan kegiatan yang kita senangi.

Contoh Me Time
Contoh yang paling banyak dan umum adalah menikmati waktu di salon dan jalan-jalan bersama teman-teman tanpa membawa anak. Saat kesendirian ini sangat berguna sekali untuk si ibu tapi ini perlu di bicarakan juga dengan suami tentang arti me time itu sendiri.

Apakah Me Time harus mengeluarkan uang? gak juga loh ternyata. Menikmati dan memaknai Me Time bagi setiap orang berbeda sesuai dengan kesenangan dan caranya sendiri. Contohnya :
  • 5 Menit sendiri di dalam kamar mandi tanpa gangguan anak itu pun bisa di sebut dengan me time.
  • Membaca buku, atau  browsing ini juga bisa di sebut Me Time.
  • Sekedar nonton DVD dirumah saat anak sekolah ini me tmenya ibu rumah tangga.
  • Untuk ibu bekerja contoh me timenya adalah makan siang atau keluar makan setelah jam kerja kantor juga sudah termasuk me time.
  • Untuk ibu yang mempunyai hobi masak, mereka juga merasa happy saat memasak sendiri ini juga bisa di namakan me time.
  • Mau luluran dan facial memanggil ahlinya ke rumah ini juga di sebut quick me time. Anak-anak tetap terkontrol tapi kita bisa menikmati waktu yang menyenangkan.

Kapan Me Time Bisa Dilakukan
Me time bisa dilakukan setiap hari, curi-curi waktu setiap harinya.  Jgn merasa bersalah saat melakukannya sehingga bisa membuat anak bahagia, sehat dll. Harus ada standard sesuai dengan kondisi dan situasi  rumah kita. Jangan karena me time malah anak terbengkalai.
.
Lelah beraktivitas seharian? Me time dulu, break dulu baru kembali beraktivitas supaya lebih bisa menjalani hidup. Sesuai dengan tagline buku Me Time Memastikan Ibu Tetap Waras. Yang penasaran dengan bukunya sudah bisa di beli di toko buku Gramedia. Buku Me Time ini di terbetikan oleh GAIA.