Weekend sudah selesai, senin harus mulai beraktivitas kembali. Walaupun ibu rumah tangga harus semangat dong menyambut hari senin. Biasanya di hari senin itu agak keteter dengan bekal anak-anak ke sekolah. Harunya sih hari minggu saya sudah belanja untukk menyiapkan bekal makan siang mereka di Sekolah, tapi ya namanya weekend biasanya agak santai-santai di rumah. Alhasil senin harus agak kerja keras dong untuk ke pasar menyiapkan makan siang mereka.

Tapi saya gak kehilangan akal dong, bagaimanapun anak-anak harus tetap dibawakan bekal makan siang bukan. Untung banget nih ada Rendang Tungku yang datang hari sabtu. Saya hangatkan rendang sebentar, sambil menggoreng stok tahu dan merebus wortel serta kacang panjang sebagai sayurnya. Dalam sekejab bekal makan siang anak-anak ke sekolah sudah siap. Oh ya Aa dan Ade memang suka banget loh makan pakai rendang. Agak pedas pun mereka suka. Aa kalau makan pakai rendang bisa nambah makannya. Permintaannya sih satu kalau makan pakai rendang, bumbunya yang banyak katanya. Seneng deh kalau kotak makannya habis.


Bekal praktis :)


Ngomongin Rendang Tungku apa sih? Rendang khas asli Minang yang proses akhirnya di asap  di tungku kayu bakar dan sabut kelapa. Wanginya jadi khas beda dari rendang lainnya. Yang specialnya lagi dimasak tanpa MSG dan tanpa bahan pengawet. Di masak sesuai pesanan juga dikemas dalam plastik kedap udara sehingga lebih fres dan awet.


Tidak hanya rendang daging saja yang di masak proses akhir menggunakan tunggu. Ada rendang paru, cubadak, baluik dan lain-lain. Bahkan ada rendang jengkol juga loh :) . (Sambil lirik Melly nih nulisnya hehehe).

Penasaran sama rasanya rendang tungku bisa di order langsung di Fanpagenya :
Rendang Tungku