Kalau sebelumnya saya pergi ke Pulau Bidadari bermasa teman-teman Vlogger sudah saya tuliskan pada postingan Reportase Vlogger Gathering - One Day Trip to Pulau Bidadari. Akhirnya saya bisa kembali lagi kesana bersama keluarga pada  hari Sabtu, 9 Mei 2015 berbekal vocer gratis  dari hadiah lomba vlogger gathering tersebut.

Kami berangkat dari dermaga 15 Pantai Marina Ancol jam 10 pagi menggunakan boat milik pulau tersebut. Kebanyakan mereka yang satu boat dengan kami adalah rombongan keluarga.  Bukan hanya rombongan keluarga dari dalam negeri saja, banyak rombongan turis dari Belanda yang sedang berlibur di Bidadari. Allhamdulillah perjalan menuju kesana lancar. Anak-anak juga ternyata enjoy dan tidak mabok laut, karena ini adalah perjalanan laut mereka untuk pertama kalinya.

Untuk cerita perjalanan di sana saya potong-potong saja ya :). Kali ini saya akan bercerita kembali mengenai Menara Mortello yang berada di Pulau Bidadari. Aa sudah tertarik sekali waktu di rumah saya ceritakan tentang menara ini. Waktu tiba di sana langsung minta berkunjung ke menara tersebut.


Menara Mortelo dari bagian luar

Menara Mortelo merupakan benteng yang tinggi di bangun untuk tujuan militer dan berfungsi untuk menara pengawas dan mengawasi daerah sekitarnya dari seragan musuh. Menara tersebut di bangun pada tahun 1850 untuk mempertahankan pulau Onrust dan Batavia. Konon dulunya kedalaman menara ini mencapai kedalaman 30 meter kebawah. Terdapat ruangan rahasia di dalam menara, sayang sekali kami tidak masuk karena khawatir gelap dan tidak tahu ruangan tersebut menuju kemana. Karena saat itu tidak ada pengawas yang berjaga di sana.

Bagian bawah menara mortelo

tangga menuju bagian bawah menara
Berkunjung ke Pulau Bidadari tidak afdol rasanya kalau tidak berkunjung ke Menara Mortelo sebagai ikon pulau itu. Benteng Mortelo hancur pertama kali pada tahun 1882 akibat terjangan gelombang tidal letusan gunung Krakatau.

Karena cuaca sangat panas, sebaiknya saat berkunjung ke Pulau Bidadari memakai topi ya, waktu itu anak-anak gak mau bawa topi jadilah kepanasan, untungnya mereka tidak rewel. Kalau buat saya sih wajib memakai Kaos Kaki Jempol maklumlah saya agak sensitif kulitnya jika terkena debu atau pasir.

Anak-anak antusias sekali melihat dan membaca semua informasi yang di tulis di sekitar menara mortelo. Menara ini juga di bangun di tigda pulau lainnya dekat dengan Pulau Bidadari, tapi sayang sekali kami tidak dapat berkunjung kesana karena paket yang kami dapatkan dari hadiah tidak termasuk mengunjungi tiga pulau lainnya.