Neuropati adalah kerusakan pada saraf yang disebabkan oleh berbagai sebab diantaranya adalah kekurangan vitamin neurotropik (B1, B6, B12), komplikasi diabetes, trauma dan aktivitas yang berulang. Penjelasan mengenai neuropati tersebut saya dapatkan ketika menghadiri "Media Workshop Neurobion" di Singosari Room Hotel Borobudur pada hari kamis 28 Mei 2015.

Ternyata banyak masyarakat Indonesia yang menderita neuropati tapi kebanyakan tidak menyadarinya. Gejala neuropati sebaiknya harus segera ditangani. Berdasarkan survey yang sudah dilakukan di Neuropathy Check Points Neurobion 1 dari 2 orang yang di cek terkena neuropati. Setelah dicek ternyata ada kesamaan dari mereka yaitu melakukan kegiatan berulang. 


Menurut ibu Feni Herawati, Head of Marketing Consumer Health PT. Merck Tbk pengetahuan masyarakat tentang neuropati sangat minim sekali. Ada empat fakta yang ditemukan mengenai gejala neuropati yaitu :
  • 45% orang Indonesia memiliko resiko Neuropati.
  • 1 dari 4 orang mulai merasakan kesemutan dan kebas di usia 26-30 tahun.
  • Gaya hidup masyarakat sehari-hari dalam bentuk berulang seperti bermain gadget, mengendarai motor, mengetik di komputer, memasak,sampai memakai highheel dan lainnya.
  • Hanya 25% masyarakat yang mengerti vitamin neurotropik dan rendahnya pengetahuan pencegahan neuropati.
Saya juga sudah melakukan pengecekan saat itu. Allhamdulillah hasilnya masih normal dan aman, tidak terdeteksi neuropati. Sudah dibuka Neuropathy Checkpoints Neurobion di 15 kota besar yang terdapat pada gedung perkantoran, area publik dan pasar modern. Masyarakat bisa melakukan pengecekan saraf dan edukasi dengan gratis. Saya juga bebas bertanya mengenai neuropati. Jadwal Neuropaty Check Point Mei - Juni 2015 bisa dilihat di sarafsehat.com


Akibat neuropati bisa menyebabkan hal-hal berikut ini :
  • Mengganggu aktivitas seseorang.
  • Neuropati yang sering ditemui adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) yang disebabkan gerakan berulang yang mengakibatkan cedera saraf dengan gejala kesemutan atau kebas.
  • Jika tidak ditangani bisa mengakibatkan kelemahan anggota gerak, contohnya tidak bisa pegang gelas.
Neuropati bisa di cegah dengan berbagai cara yaitu :
  • Istirahat yang cukup.
  • Perbaiki kualitas hidup.
  • Olah raga.
  • Gizi seimbang dengan mengkonsumsi vitamin neurotropik.
Vitamin neurotropik adalah vitamin yang terdeiri dari B1, B6, B12 untuk menjaga sistem saraf agar bekerja dengan baik, untuk regenerasi dan untuk menormalkan fungsi saraf. Aman dikonsumsi setiap hari, jika ada kelebihan vitamin ini maka akan dibuang melalui urin.


Salah satu tindakan pencegahan neuropati adalah dengan cara latihan. Oleh karena itu lah PT. Merck yang didukung oleh Perhimpunan Dokter Specialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) menciptakan Neuromove. Gerakan ini diciptakan untuk melatih saraf dan mencegah neuropati. Gerakan Neuromove diciptakan khusus oleh ahli kesehatan terdiri dari :
  • Gerakan aerobic.
  • Streching untuk melatih saraf, melemaskan ketegangan otor dan mengurangi bakpain akibat duduk terlalu lama.
  • Gerakan intinya adalah gerakan menyilang atau gerakan cross antara gerak tangan dan bola mata yang bisa mengaktifkan saraf-saraf, baik saraf tapi maupun saraf pusat yang dapat meningkatkan kecepatan reaksi seseorang dan meningkatkan daya ingat.


Neuromove akan disosialisasikan ke berbagai klub senam dan pusat kebugaran agar masyarakat bisa teredukasi. Dengan cara menyebarkan flyer maupun membagi-bagikan CD Neuromove. Banyak gerakan pada neuromove yang bisa memperbaiki sirkulasi peredaran darah. Berikut adalah launching gerakan neuromove yang bisa kita ikuti.

Yang perlu di catat agar terhindar dari neuropati :
  1. Jangan banyak diam karena akan merasakan kebas. Sebetulnya dari WHO juga ada istilah Move fot Health atau dalam istilah Indonesianya "Bergerak agar Sehat dan Bugar"
  2. Jika sudah duduk atau berada di posisi yang sama selama 2 jam mulailah bergerak dengan streching misalnya. Contohnya dengan mengangkat bahu selama 10 hitungan untuk peregangan.
  3. Lakukan gerakan sederhana agar kita merasa nyaman dan bisa bergerak kembali melakukan aktivitas.
  4. Luangkan beberapa detik untuk tindakan pencegahan

"Latih Sarafku, Kurangi Risiko Neuropati"