Gak sabar rasanya melihat Alvin berumur 6 bulan waktu itu, tandanya mulai makan MPASI pertamanya. Menyenangkan sekali saat dia happy menikmati makannya.




Waktu terus berlalu, saya sempat khawatir ketika Alvin tutup mulut saat diberikan makanan. Gimana jika nanti nutrisinya kurang, kalau gak mau makan seperti itu. Meskipun cemas, saya tetap berusaha untuk tenang sambil mencari informasi dari beberapa artikel dan teman yang pernah mengalami hal tersebut.

Saya mencoba tidak memaksanya untuk makan, sambil tetap diberikan ASI. Allhamdulillah akhirnya Alvin mau makan lagi. Mungkin waktu itu ada cara saya yang salah saat memberikan makan.


Usia Alvin pun makin bertambah dan mulai mengenal beraneka macam makanan sehingga ada waktunya kadang dia pilih-pilih makanan. Ketika diberikan semangka dia sempat menolak, padahal sebelumnya suka sekali dengan buah tersebut.

Sebagai orangtua yang punya anak, pastinya akan terus belajar dari waktu ke waktu begitu pula ketika si kecil mengalami susah makan atau pilih-pilih makanan yang disebut juga dengan picky eater.

Penyebab Picky Eater


Picky eater banyak dialami oleh anak usia prasekolah atau balita, padahal di usia tersebut anak sangat membutuhkan gizi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya baik fisik, kecerdasan, dan emosionalnya. Jika kondisi seperti ini tidak diatasi anak akan mengalami kekurangan gizi dan berisiko stunting atau gagal tumbuh dan menyebabkan anak lebih pendek dari anak normal seusianya.

Penyebab Picky Eater diantaranya adalah adanya paparan makanan pada usia dini, kepribadian anak, lingkungan, dan adanya tekanan saat proses makan. Kondisi picky eater juga disebabkan oleh kurangnya variasi makanan pada anak.

Nah, seperti yang saya ceritakan di atas, adanya tekanan saat proses makan pada Alvin jadinya sempat menolak untuk makan. Begitu pula dengan Pascal kecil pernah mengalami kondisi picky eater dengan ditandai mengemut makanan.


Mengatasi Anak Picky Eater


Bicara soal Picky Eater, saya baru saja menghadiri Health Talk & Press Conference  bertema "Siasati Pemberian Makan Anak Untuk Tumbuh Kembang Optimal" yang diadakan di Plataran Menteng, Jakarta pada Jum'at (19/10) lalu.



Pada kesempatan tersebut hadir para pakar yang ahli dibidangnya ada Prof. Dr. dr. Rini Sekartini. SpA(K),  Psikolog anak Tari Sanjojo, Psi, dan Sylvia A. Rizal, Vice President Marketing SOHO Global Health.



Ternyata menurut penelitian angka kejadian picky eater pada anak prasekolah di Indonesia mencapai 42,4%. Beberapa diantaranya memiliki kebiasaan minum susu dalam volume yang besar, hal  tersebut dilakukan banyak ibu untuk menggantikan jumlah makanan yang kurang sehingga makin menjadikan anak susah untuk makan. Padahal susu diberikan sebagai pelengkap saja.

Beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mengatasi anak picky eater antara lain :

  • Buat suasana saat makan menyenangkan, misalnya makan bersama keluarga di meja makan. Ajak anak memilih makanan atau membuat serta menyiapkan makanannya agar lebih tertarik saat makan.
  • Tetapkan jam makan yang sama setiap harinya sehingga anak bisa merasakan rasa lapar dan menjadian anak lebih disiplin.
  • Sebagai orangtua kita harus memberikan contoh yang baik termasuk memberikan makanan yang bervariasi agar tidak bosan. Jangan hanya bisa menyuruh anak makan satu jenis makanan tertentu tapi kitanya tidak ikut makan.
  • Bersabar ketika mengenalkan menu baru. Jika anak tidak mau menerima makanan baru, bisa diulang lagi pemberiannya di lain waktu.
  • Berikan makanan dalam porsi kecil agar anak tidak stress dan makan banyak waktu untuk menghabiskannya.
  • Beri waktu saat anak makan, maksimal 30 menit harus habis. Jangan biarkan anak berlama-lama ketika makan.
  • Jangan membiasakan anak makan sambil bermain, menonton tv atau sambil membaca ya. 

Sebagai orangtua wajib memenuhi kebutuhan dasar anak yaitu nutrisi dan stimulasi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Nutrisi itu awal kehidupan yang penting untuk membentuk pola makan yang baik.

Sedangkan stimulai penting diberikan untuk mendapatkan kecerdasan majemuk pada anak. Kecerdasan majemuk tersebut terdiri dari 8 jenis yaitu :

  • Kecerdasan Musikal
  • Kecerdasan Intrapersonal
  • Kecerdasan interpersonal
  • Kecerdasan Naturalis
  • Keerdasan Visual Spasial
  • Kecerdasan Linguistik
  • Kecerdasan Logika Matematik
  • Kecerdasan Kinestetik

Menurut Mbak Tari, anak picky eater harus dibantu karena cenderung sulit menghadapi lingkungan baru. Jika anak susah makan tidak diatasi makan anak akan menjadi malas makan dan jika berkelanjutan akan cepat lesu, kurang semangat, tidak bisa berkonsentrasi, dan sering sakit. Pada kondisi tersebut tentunya bisa menghambat aktivitas fisik anak bahkan bisa terasingkan dari pergaulannya karena sering pilih-pilih makanan. Hal tersebut juga akan berpengaruh ketika anak besar nanti dan menjadikan situasi makan adalah hal yang tidak menyenangkan.

Saat menghadapi anak susah makan kuncinya adalah jangan panik dan tetap tenang. Lihat juga berat badannya apakah kurang dan sering sakit? Jika jawabannya tidak maka itu masih dalam taraf normal.


Merangsang Nafsu Makan Anak Dengan Temulawak 


Tanaman temulawak sudah saya kenal sejak dulu, sebagai bahan herbal yang bermanfaat bagi kesehatan. Ternyata temulawak juga dapat digunakan untuk merangsang nafsu makan pada anak.



SOHO Global Health sebagai pionir produk herbal melakuan uji  epigenetic terhadap temulawak. Dari penelitian tersebut dinyatakan bahwa temulawak bermanfaat untuk kesehatan secara tradisional untuk meningkatkan nafsu makan, mengatasi gangguan pencernaan, sembelit, diare hingga masalah pada kulit.

Meskipun bermanfaat bagi kesehatan, sayangnya temulawak memiliki rasa yang pahit dan baunya tidak disukai oleh anak-anak. Dari situlah akhirnya SOHO Global Health melakukan penyajian yang inovatif terhadap temulawak sehingga rasanya lebih enak dan disukai oleh anak-anak melalui ekstrak temulawak yang dikombinasikan dengan nutrisi pada susu.

Pastinya teman-teman sudah tahu ya produk-produk lainnya dari SOHO yang mendominasi pasar seperti Imboost(R) dan multivitamin Curcuma Plus dan Fitkom.

Peluncuran Susu Curcuma Plus


SOHO Global Health pun meluncurkan Susu Curcuma Plus sebagai bukti kepeduliannya terhadap anak Indonesia agai bisa hidup lebih sehat dan membantu mengantasi anak picky eater. Kandungan temulawak pada Susu Curcuma Plus sebesar 27 mg per 100 gr susu atau setara dengan 9,5 mg ekstrak per takaran saji. Jika dikonsumsi dengan dosis tepat, manfaat temulawak bisa mengatasi anak picky eater.



Susu Curcuma Plus mempunyai lima keunggulan yaitu :
  1. Lebih enak dengan Susu New Zealand yang lezat.
  2. Alami dan lebih berkhasiat dengan temulawak organik untuk menjaga nafsu makan anak.
  3. Harganya terjangkau dan lebih ekonomis.
  4. Mengandung gula lebih rendah.
  5. Lebih sehat dan bernutrisi lengkap untuk tumbuh kembang optimal
Susu Curcuma Plus hadir bukan sebagai pengganti makanan, namum membantu agar anak tetap makan lahap dengan ragam makanan yang bergizi.



Oh ya, hari itu juga hadir Nagita Slavina yang akrab dipanggil Gigi sebagai brand ambassador Susu Curcuma Plus bersama anaknya Rafatar.  

Gigi juga pernah mengalami kesulitan memberikan makan pada Rafatar, terlebih saat anaknya lebih menyukai susu dibandingkan dengan makan. Padahal seperti yang diketahuinya kalau susu itu hanya pelengkap saja bukan sebagai makanan utama. Makanya, saat Gigi mengetahui ada Susu Curcuma Plus dia sangat senang sekali dan bisa membantu Rafatar kembali menyukai aneka macam makanan.



Gigi bilang bahwa Rafatar itu bukan tidak suka sayur tapi tidak mau melihat sayur. Allhamdulillahnya saat diberikan sayur mau dimakan.

Susu Curcuma Plus, Bernutrisi Susunya Lahap Makannya.