Allhamdulillah akhirnya saya bisa kembali berkunjung lagi ke Batu, Malang setelah melewatkan puluhan purnama :). Terakhir saya ke kota ini waktu masih SD dan kakek nenek masih tinggal di sana. Dulu cuma sempat jalan-jalan ke Selecta dan Wendit saja. Ternyata perkembangan kota Batu saat ini sudah pesat ya, banyak tempat wisata menarik berdiri dan selalu di padati pengunjung.

Beberapa tempat wisata yang saya kunjungi bersama suami, salah satunya adalah Museum Angkut Jatim Park 2 Batu, Malang. Lumayan pegal juga berkeliling di sana, bayangkan aja luasnya 4  hektar, tapi puas banget bisa lihat aneka kendaraan dan pernak-perniknya. Eit, jangan buru-buru untuk keluar dari area ini lho, ada 2 area lainnya yang bisa dikunjungi tanpa harus membayar tiket masuk lagi karena sudah include dengan tiket Museum Angkut.

Penasaran kan, saya mau mengajak teman-teman ke mana lagi di area Museum Angkut?

Pasar Apung Nusantara


Mendengar namanya pasti membayangkan kalau pasar apung ini adanya di sungai, tapi di Museum Angkut sungainya buatan untuk keperluan wisata saja. Lokasi Pasar Apung Nusantara ini ada di sisi kanan sebelum masuk ke Museum Angkut atau berada di akhir rute setelah Indonesian Heritage Museum.

Kalau saya lihat pasar apung ini adalah area makan dan pusat oleh-oleh yang disediakan penyelenggara wisata di Museum Angkut untuk pengunjung. Berbagai makanan dan jajanan khas daerah Malang dan sekitarnya tersedia di sini.

Saya sempat mencicipi Bakso Malang yang rasanya hmmmm enak, apalagi dinikmati di udara yang dingin setelah turun hujan, rasanya pinginnya nambah aja. Ada penjual pecal juga, tapi perut sudah full. Oh ya untuk teman-teman muslim yang mau beribadah ada Masjid di area Pasar Apung, jadi gak khawatir ya.


Uniknya beberapa penjual menyajikan makanannya di atas perahu, makanya disebut Pasar Apung Nusantara. Tapi, banyak juga kios-kios makanan di area pasar apung yang bisa dijadikan tempat istirahat setelah lelah berkeliling di Museum Angkut. Untuk membeli makanan atau minuman di area tersebut menggunakan kartu yang dapat di top up di kasir. Isi saja kartunya sesuai dengan kebutuhan, enaknya lagi kalau kelebihan uangnya dapat di ambil kembali.


Di Pasar Apung Nusantara juga banyak spot foto yang instagramable yang bisa digunakan pengunjung untuk menyalurkan hobi fotonya alias narsis.


Indonesian Heritage Museum



Selesai istirahat dan makan di Pasar Apung Nusantara, lokasi selanjutnya yang harus dikunjungi adalah Indonesian Heritage Museum, lokasinya ada di depan Pasar Apung Nusantara.

Buat pecinta seni, rugi rasanya kalau melewatkan Indonesian Heritage Museum ini yang pada awalnya bernama  D'topeng Kingdom Museum atau Museum Topeng. Karena isinya bukan hanya topeng saja melainkan koleksi artefak dan benda-benda bersejarah dari berbagai daerah di Indonesia makanya namanya pun ikut berubah.

Di area ini saya tidak banyak mengambil foto karena cahayanya agak kurang bagus. Alasan lain sih karena banyak benda pusaka dan bersejarah jadi saya agak-agak takut mengabadikan gambarnya. So far di Museum ini pengunjung bisa mempelajari sejarah dan kebudayaan yang ada di Indonesia. Suami agak lama berdiri di area ini karena membaca dengan seksama sejarah kekaisaran Ottoman.



Sebenarnya banyak spot menarik ada di dalam Museum, tapi nyali saya kurang besar ada perasaan takut dan hawanya dingin, mungkin karena saya lelah juga ya. Saya yakin kalau teman-teman pasti bisa menikmati museum ini kok.



Menariknya lagi di  Indonesian Heritage Museum kita bisa bermain dengan teknologi Augmented Reality (AR) lewat aplikasi yang didownload di smartphone. Di museum tersebut banyak sekali gambar-gambar yang bisa discan untuk melihat tampilan empat dimensi yang juga dilengkapi dengan efek suara seperti musik tradisional, manusia purba, candi, dan benda-benda bersejarah lainnya,


Indonesia Heritage Museum merupakan satu-satunya museum yang menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) yang bertujuan agar generasi muda bisa lebih mengenal kebudayaan sendiri.




Ke Malang Naik Apa?


Banyak pilihan transportasi yang bisa digunakan menuju Malang selain kendaraan pribadi tentunya. Berhubung waktu yang kami miliki tidak panjang, maka diputuskan untuk naik pesawat dari bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta menuju Bandara Abdurahman Saleh, Malang. Dari Bandara menuju Batu bisa naik taksi bandara yang sudah tersedia dengan tarif normal yang sudah ditentukan.

Teman-teman yang mau ke Malang bisa mencari tiket pesawat ke Malang melalui aplikasi Pegipegi . Pas banget nih lagi ada penawaran Banjir Hoki melalui aplikasi, lumayan kan buat menghemat biaya perjalanan liburan. Saya juga mau searching ah buat balik lagi ke sana sama anak-anak.



Tenang aja pakai aplikasi Pegipegi user friendly kok, jadi gak akan mengalami kebingungan waktu memesannya.


Jadi teman-teman berminat liburan ke Malang juga? Jangan lupa mampir ke Museum Angkut dan mengunjungi 2 lokasi menarik lainnya ya. Selamat berlibur.


Museum Angkut 
Terusan Sultan Agung Street No 2
Batu City, East Java - Indonesia
+62 821 44468002
info@dtopengkingdommuseum.com