"De, uang itu datangnya dari mana sih"? "Dari ATM" jawab Alvin dulu waktu masih kecil.

Gak salah juga kalau anak kecil menjawab seperti itu, karena selama ini melihat orangtuanya mengambil uang dari ATM. Jawaban tersebut bisa keluar begitu saja karena anak-anak belum mengerti arti uang apalagi cara mengelolanya.  

Apakah penting anak-anak mempelajari pengelolaan uang? Menurut saya penting, supaya saat dewasa nanti bisa membuat keputusan financial yang baik.



Bicara soal mengenalkan pengelolan uang sejak dini, Prudential Indonesia memperkenalkan Cha-Ching sejak tahun 2012 melalui kegiatan online dan offline. 


Mengenal Cha-Ching

Mungkin bagi teman-teman yang punya channel Cartoon Network mengenal program Cha-Ching tersebut karena tayang di sana dengan konsultasi dari spesialis pendidikan anak-anak Dr. Alice Wilder.

Cha-Ching adalah inisiatif dari Prudence Foundation, divisi Community Investment Prudential Corporation Asia. Dikembangkan dalam kemitraan dengan Cartoon Network, kanal televisi anak-anak terkemuka di Asia Pasifik dan Dr. Alice Wilder, seorang pakar bidang pendidikan dan psikologi anak pemenang Emmy Award. Cha-Ching menggunakan pendekatan naratif musikal yang menarik dan sesuai dengan usia.


Cha-Ching sebenarnya nama sebuah band musik  yang ada pada video singkat untuk mengenalkan literasi keuangan pada anak-anak. Di dalam film tersebut terdapat 6 tokoh yang mewakili kebiasaan banyak orang, yaitu
  • Prudence. Dia gemar membuat rencana dengan baik termasuk dalam mengelola uang.
  • Bobby. Hobinya menghambur-hamburkan uang sehingga tanpa sadar dia sering kehabisan uang yang didapatkannya.
  • Zul. Selalu bekerja keras dan sibuk menghasilkan uang untuk ditabung.
  • Pepper. Kerjaannya belanja dan belanja.
  • Charity. Senang membantu sesama dan menyumbangkan uangnya.
  • Justine. Pekerjaannya mencari uang


Dari keenam karakter tersebut, teman-teman lebih condong ke tokoh yang mana dalam keseharian?

Nah, dari film-fim singkat tersebut anak-anak diajak untuk bijak menggunakan uang dan tidak menghamburkannya. Uang yang dimiliki akan berputar, tetapi pilihan ada di masing-masing karena mempunyai kebutuhan yang berbeda. Sebaiknya saat mempunyai uang dipikirkan dengan matang akan digunakan untuk apa.

Masa depanmu bergantung padamu dan semua pilihan yang kau ambil.


Peluncuran dan Pelatihan Guru Program Pendidikan Cerdas Keuangan Cha-Ching Curriculum




Untuk mengenalkan pengelolaan keuangan pada anak-anak Community Investment Prudential Indonesia yang fokus pada "We DO Good" melakukan program pendidikan dan literasi keuangan untuk anak-anak melalui Cha-Ching Curriculum yang diajarkan pada anak-anak sekolah dasar berusia 7-12 tahun. Hal tersebut juga sejalan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (PJOK) nomor 76 tahun 2016 yaitu mengimplementasikan pendidikan keuangan pada masyarakat Indonesia.

Pada tahun 2016 lalu Prudential sudah menerapkan Kurikulum ChaChing pada anak SD di Sidoarjo. Kegiatan tersebut tidak berhenti begitu saja, karena sepanjang tahun 2018-2020 Prudential Indonesia juga akan melanjukan kurikulum tersebut ke seluruh murid SD di Jakarta. Pada tahun 2018 lalu Kurikulum ChaChing sudah diperkenalkan di 221 sekolah di Jakarta dengan capaian 14,062 murid dan 446 guru.

Pada hari Rabu (20/2) lalu diadakan Peluncuran dan Pelatihan Guru Program Pendidikan Cerdas Keuangan Cha-Ching Curriculum di Gedung F, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan, Jakarta. Beberapa guru undangan yang sekolahnya terpilih menerapkan Kurikulum ChaChing hadir untuk mengikuti workshop. Nantinya guru-guru tersebut akan mengajarkan program pada murid-muridnya di sekolah khususnya kelas 3 SD.

Ibu Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia mengatakan bahwa sebuah bisnis yang bertanggung jawab adalah bisnis yang memiliki komitemen berkelanjutan untuk mengembangkan masyarakat dan lingkungan sekitar. Salah satunya melalui Kurikulum ChaChing yang sedang berjalan.




Sementara itu  Marc Fancy, Executive Director Prudence Foundation membawa misi ingin memastikan  menjamin masa depan komunitas di wilayah Asia termasuk Indonesia dengan memajukan bidang pendidikan, kesehatan, dan keselamatan. Untuk itu beliau sangat mendukung sekali dengan adanya program Cha-Ching Curriculum yang diajarkan pada anak-anak.

Bapak Siddharta Moersjid, Ketua Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia mengatakan senang  sekali diberikan kepercayaan untuk mengimplementasikan Kurikulum ChaChing di Indonesia yang diharapkan  mampu menjadi barometer positif  bagi peningkatan literasi keuangan untuk anak-anak SD.


Cha-Ching Curriculum


Dalam pengajaran Kurikulum ChaChing anak-anak diajarkan 4 konsep utama dalam pengelolaan uang yaitu:
  • Earn (Memperoleh)
  • Save (Menyimpan)
  • Spend (Membelanjakan)
  • Donate (Menyumbang)


Alasan Kurikulum ChaChing dibuat adalah untuk mendukung kebutuhan pendidikan literasi keuangan yang tumbuh dan kritis di Asia Pasifik. Selain itu juga menyediakan rencana pembelajaran terstruktur dan terorganisir bagi pendidik dan relawan untuk memastikan hasil pembelajaran tercapai.



Untuk itulah para pendidik dan relawan diharuskan mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum mengajarkan kembali materi yang didapatkan pada anak-anak. Dalam pembelajarannya anak-anak tidak hanya diberikan teori mengenai pengelolaan uang saja, melainkan melalui aktivitas yang menyenangkan lewat permainan dan musik. Bapak ibu guru yang sudah mengikuti pelatihan nantinya bebas untuk menerapkan Kurikulum ChaChing di jam pelajaran atau di luar jam pelajaran selama 6 kali pertemuan.

Allhamdulillah saya bisa mendapatkan modul Kurikulum ChaChing seperti yang diperoleh para guru, sehingga saya juga bisa menjadi relawan dengan mengajarkan anak terlebih dahulu. 

Setelah anak-anak mendapatkan Kurikulum ChaChing diharapkan mengerti konsep pengelolaan keuangan secara sederhana antara lain darimana uang berasal, cara menggunakannya, alasan kenapa harus ditabung, dan bagaimana cara membelajakan uang dengan bijaksana.



Program bagus seperti ini tidak akan berjalan dengan baik jika orangtua tidak ikut serta di dalamnya. Dengan memberikan contoh yang baik dalam penggunaan uang, maka anak-anak juga bis amengerti dan mencontoh orangtuanya.


Apakah teman-teman juga sudah mengelola uang dengan bijak?