Tips Menjadi Ibu Pencetak Generasi Emas Bebas Stunting

Friday, July 3, 2020
Gimana sih caranya menjadi ibu yang baik dan bisa mencetak anak generasi emas bebas stunting? Dulu mana ngerti saya soal generasi emas, yang ada dipikiran itu berdoa mendapatkan anak yang sehat, pintar dan tidak kurang satu apapun. Ternyata jadi ibu itu gak mudah, setiap hari perlu belajar, susahnya gak ada tuh sekolah khusus menjadi ibu yang baik karena semua dipelajari sambil jalan.

generasi emas 2045


Dalam menyiapkan anak-anak generasi emas pada tahun 2045 pastinya diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Penentu generasi emas tersebut terletak pada kesehatan. Sejak dini para ibu harus menyiapkan berbagai faktor agar anak-anaknya agar tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya termasuk nutrisi yang baik untuk mencegah stunting.

Stunting merupakan kondisi di mana anak gagal tumbuh baik tubuhnya maupun otaknya karena kekurangan gizi dalam kurun waktu yang lama. Ciri anak stunting ini mempunyai tubuh yang pendek dari anak-anak normal seusianya serta mengalami keterlambatan dalam berpikir.

Perlu diketahui bahwa stunting dan gizi buruk itu berbeda. Gizi buruk bisa terjadi misalnya dalam waktu 3 bulan tidak mendapatkan makanan bergizi, sedangkan stunting terjadi karena kekurangan gizi kronis yang berlangsung lama bisa jadi dari awal pertumbuhan anak.

Hari Selasa (30/6) lalu saya mengikuti Parenting Webinar di Instagram Live Nutrisi Kluarga dengan tema "Siap Menjadi Ibu Pencetak Generasi Emas Bebas Stunting"


generasi emas

Buat teman-teman yang gak sempat mengikuti webinar tersebut, saya berikan rangkuman poin-poin pentingnya bagaimana menjadi ibu pencetak generasi emas bebas stunting berikut ini.


Optimalkan Pola Asuh

Pola asuh orangtua merupakan kunci utama pertumbuhan anak menjadi optimal. Pertumbuhan di sini tidak hanya dari sisi gizi saja tetapi juga psikologi.

💗Menyiapkan Nutrisi Terbaik Sedini Mungkin

Kalau jaman dulu sebelum mengenal istilah 1000 Hari Pertama Kelahiran, seorang ibu menyiapkan nutrisi bagi bayinya setelah diketahui hamil. Padahal 1000 Hari Pertama Kelahiran tersebut nutrisi sudah harus disiapkan agar tumbuh kembang anak bisa berjalan dengan baik dan normal.

Saat ini pasangan yang akan menikah dan berencana memiliki anak harus mulai menyiapkan nutrisi sedini mungkin lho. Jangan cuma menyiapkan acara pernikahan yang megah saja. Untuk itulah bagi pasangan sebelum menikah perlu memperhatikan nutrisi yang dikonsumsinya termasuk asupan Vitamin dan memenuhi kebutuhan zat gizi mikro yaitu kecukupan zat besi dan zinc yang penting untuk calon ibu. Selain itu juga sebelum hamil dibutuhkan asam folat yang cukup untuk pembentukan otak dan saraf bayi agar perkembangan otak dan kecerdasan bayi tidak terganggu ketika dilahirkan.

💗Pentingnya Kesejahteraan Ibu


Sebagai seorang ibu juga harus punya self care yang baik karena kesejahteraan anak tergantung pula pada kesejahteraan ibunya.

Self-care merupakan hal penting yang perlu dilakukan seorang ibu untuk mengatasi manajemen stres. Self care perlu dilakukan supaya seorang ibu tidak bosan dan menjadi lebih rileks sehingga bisa merawat keluarga dengan baik.

Self care bagi seorang ibu tidak hanya urusan fisik saja dengan menjaga kesehatan tubuh dan perawatan tubuh, tetapi juga kesehatan mental dan spiritual termasuk pentingnya bersosialisasi dengan teman-teman seperti mengobrol atau bertemu sekedar menghabiskan waktu di luar rumah.

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang



Menerapkan prinsip gizi seimbang itu penting dilakukan seorang ibu untuk memenuhi nutrisi keluarga. Porsi gizi seimbang tiap orang di keluarga itu berbeda tergantung dari usianya apakah itu dewasa, batita, balita atau pun remaja.

Untuk memenuhi prinsip gizi seimbang kita mengenal 4 Pilar Gizi Seimbang yaitu :
  • Konsumsi makanan sesuai ISI PIRINGKU
  • Cuci tangan pakai sabun
  • Melakukan aktifitas fisik yang menyenangkan
  • Timbang dan pantau berat badan balita


Cegah Paparan Infeksi

Mengolah pangan yang tepat sangat diperlukan untuk mempertahankan nilai gizi dan cita rasa untuk memenuhi kecukupan gizi balita sehingga bisa mencegah stunting.

Stunting juga disebabkan oleh infeksi berulang yang dialami sejak bayi, oleh karena itu bayi membutuhkan energi yang lebih untuk melawan penyakitnya. Nahm jika asupan yang didapatkan tidak mencukupi maka akan mengalami kekurangan gizi dan menyebabkan stunting di kemudian hari.

Balita merupakan kelompok yang sangat berisiko tinggi terpapar infeksi yang berasal cari cemaran makanan. Terjadinya infeksi ini juga ada kaitannya dengan pengetahuan ibu dalam menyiapkan makanan.

Berikut ini cara mengolah pangan yang tepat perlu diketahui seorang ibu agar daya cerna anak baik dan mencegah terjadinya infeksi, antara lain:
  • Menggunakan air bersih dan matang. Selalu gunakan air bersih dan masak air hingga matang saat melakukan proses pengolahan makanan.
  • Mengikuti petunjuk cara pemakaian peralatan dan teknik memasak.
  • Menggunakan bahan pangan segar dan menghindari produk pangan beku.
  • Melakukan tes suhu makanan sebelum diberikan

Meningkatkan Akses dalam Perawatan Kesehatan


Di beberapa tempat yang sulit mendapatkan air bersih dan tidak memiliki sanitasi yang baik bisa menyebabkan terjadinya infeksi dan berujung stunting pada anak jika terjadi berulang. Untuk itu pentingnya penggunaan air bersih untuk masak atau minum yang dikonsumsi oleh keluarga.

Selalu menerapkan hidup bersih dan sehat agar terhindar dari infeksi, sebaiknya rumah dekat dengan pusat pelayanan kesehatan agar bisa diberikan perawatan yang cepat ketika anak atau ibu hamil sakit.


Pentingnya ASI dan Jangan Berikan Kental Manis


Setelah bayi lahir makanan utama yang harus diberikan adalah Air Susu Ibu (ASI) selama 6 bulan tanpa tambahan apapun. Dengan memberikan asi maka dapat membantu bayi dalam melawan bakteri dan virus termasuk terhindar dari infeksi.

Setelah berusia 6 bulan ASI saja tidaklah cukup, maka dari itu diperlukan makanan pendamping ASI untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Namun ASI masih bisa diberikan hingga anak usia 2 tahun. Dengan mengenalkan makanan padat pada bayi setekah 6 bulan maka akan melatih kemampuan motorik bayi. Selalu memberikan makanan dan nutrisi yang baik bagi bayi, jika diperlukan anak-anak juga boleh diberikan susu tambahan, asalkan bukan kental manis.

Jaman dulu mungkin kita mengenal kental manis ini sebagai susu, tapi ternyata saat ini pemberian kental manis sebagai susu pada bayi maupun anak-anak dilarang karena isinya mengandung gula yang tinggi yang bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti kelebihan berat badan, gigi, dan lainnya.

Dengan belajar dan mencari ilmu terus menerus maka kita bisa mencetak anak generasi emas bebas stunting.

1 comment

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...