Software Engineer Bukan Tukang Komputer, Kenalan Yuk Dengan Tugasnya

Selepas sholat subuh, matahari pun belum keluar dari singgasananya tapi seorang laki-laki ini sudah asyik duduk di depan laptopnya menatap layar monitor dengan serius.

Senja pun telah berganti menjadi malam, tapi laki-laki ini pun masih terlihat ada di meja kerjanya sibuk mengetikan kode-kode pada layar dengan kecepatan jari-jari tangannya seperti sedang menari pada keyboard.

software engineer
image : canva





Ya, laki-laki itu adalah suami saya seorang Software Engineer di salah satu perusahan swasta yang bergerak di bidang kesehatan.


Dari pembuka cerita yang saya jelaskan di atas terkesan kerjanya tanpa batas selama bekerja di rumah di masa pandemi ini. Nyatanya beliau masih ada waktu kok untuk keluarga, hanya saja waktunya tidak tetap tergantung kesibukan yang sedang dijalankan. Plusnya adalah kami bisa sama-sama terus di rumah selama 24 jam dan itu merupakan privilege di masa pandemi, apalagi ketika ada larangan untuk beraktivitas di luar rumah.

Lalu buat kami keluarganya apakah terganggu dengan pekerjaan suami yang seperti itu? Tentu saja tidak, karena baik saya maupun anak-anak sudan terbiasa. Apalagi saya pun punya background pendidikan di bidang yang sama meskipun saat ini tidak dipergunakan lagi sepenuhnya.

Software Engineer Bukan Tukang Komputer


Bagi orang awam sosok seorang software engineer ini mungkin banyak yang belum mengerti apa pekerjaannya. Mungkin saja mereka tahunya hanya pekerja IT saja dan itu tidak salah karena seorang software engineer pun adalah bagian dari IT itu juga.

Karena ketidaktahuan beberapa orang kadang mereka menyamaratakan pekerjaan seorang IT. Suatu hari ada tetangga yang minta tolong untuk memperbaiki printernya yang rusak. Kami pun memberi penjelasan kalau pekerjaan suami tidak di bidang tersebut sehingga belum bisa membantu memperbaiki device itu. Malah ada seorang kenalan bilang "lho katanya tukang komputer, kok gak bisa memperbaiki barang ini sih?"

Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya salah, karena kadang kalau dijelaskan kerja IT mereka tidak mengerti, akhirnya kami infokan  saja kerja di komputer supaya lebih mudah. Jadilah ada yang salah kaprah atau salah mengertikan job desk seorang pekerja IT.

Cerita lain adalah ketika seorang kenalan minta dibuatkan sebuah program menggunakan satu bahasa pemrograman yang sudah ia tentukan. Bisa saja sih dikerjakan, tapi kalau selama ini fokusnya menggunakan bahasa pemrograman lain nanti hasilnya jadi tidak maksimal. Lagi pula pekerjaan sampingan tersebut diminta mendadak dan harus selesai dalam waktu singkat. Lebih baik mengerjakan pekerjaan utama terlebih dahulu. Nah, kadang orang lain juga tidak mengerti kalau seorang software engineer atau programmer sekalipun dianggap bisa membuat sebuah program menggunakan semua bahasa pemrograman. Nyatanya tidak demikian, biasanya mereka akan fokus pada satu atau dua bahasa pemrograman saja yang memang diperlukan dalam pekerjaannya.


Lebih Dekat Dengan Software Engineer


Supaya teman-teman tahu apa sih pekerjaan seorang software engineer, berikut ini saya mencoba menjelaskan mudah-mudahan bisa dipahami. Oh ya penjelasan ini saya dapatkan dari hasil bertanya pada suami dan meringkas dari beberapa situs agar lebih dimengerti. Siapa tahu saja ada dari kalian yang berminat menjadi ahli software engineering.  Menurut riset yang dilakukan oleh Bureau of Labor Statistics di Amerika Serikat, permintaan untuk tenaga ahli ini mengalami pertumbuhan yang besar sejak tahun 2019 hingga ke depannya.

Pekerjaan seorang software engineer adalah membuat aplikasi atau software dimulai dari merancang desain, menulis coding, menguji aplikasi sampai mengevaluasinya hingga software bisa berjalan dengan baik.

Seorang software engineer tidak bekerja sendiri melainkan butuh tim agar software yang dibuatnya sempurna, karena untuk tampilan (UI) yang bagus dan spesifikasi dari software harus dibuat berdasarkan request dari klien yang disampaikan pada product manager

Lebih Dekat Dengan Software Engineer
image : canva




Apa saja yang bisa dikerjakan oleh software engineer?


Pekerjaan software engineer ini bisa dibagi lagi pada beberapa kategori, sehingga dibutuhkan tim di dalamnya. Ada software engineer yang mengerjakan Backend bertugas membuat API. Ada punya software engineer yang mengerjakan mobile developer dimana tugasnya membuat aplikasi baik itu berbasis android maupun iOS. Dan yang terakhir software engineer yang mengerjakan data scientist tugasnya menganalisa data. 

Kalau suami saya bertugas mengerjakan mobile developer di mana tugas utamanya adalah membuat sebuah aplikasi yang membantu dokter dan nurse melakukan prosedur atau pencatatan terhadap pasiennya supaya bisa dilakukan secara digital.

Dari kategori pekerjaan software engineer tersebut masing-masing menggunakan bahasa pemrograman yang berbeda pula. Jadi, sudah jelas ya kalau seorang programmer atau software engineer ini belum tentu bisa menggunakan semua bahasa pemrograman yang ada di muka bumi ini yang jumlahnya banyak dan terus berkembang. Beberapa bahasa pemrograman yang bisa digunakan antara lain Phyton, GO, Java, Kotlin, Swift, dan lainnya. Selain bahasa pemrograman, seorang software engineer juga harus mengerti dan menguasai algoritma dan struktur data. Apa jadinya mau buat aplikasi tapi logikanya tidak bekerja bukan?

Cara Menjadi Software Engineer 


Biasanya software engineer itu paling rendah lulusan S1 Informatika atau bisa juga melanjutkan ke jenjang S2. Namun ada pula mereka yang ahli karena belajar secara otodidak hanya saja tidak mempunyai sertifikat atau ijazah resmi.

Bahasa pemrograman yang sudah saya sebutkan tadi adalah syarat wajib yang harus dikuasai oleh seorang software engineer. Selanjutnya adalah menguasai coding untuk dituliskan pada bahasa pemrograman, dapat menguasai software debugging atau mendeteksi error atau kesalahan pada software serta menguasai database.

Selain kuliah, untuk menjadi software engineer juga bisa meningkatkan skill programming melalui pelatihan coding salah satunya lewat bootcamp coding .


Yang dibutuhkan Software Engineer Untuk Bisa Bekerja

IndiHome Internetnya Indonesia
image : canva


Ketika bekerja pastinya software engineer membutuhkan device seperti laptop maupun desktop dengan spek yang mumpuni supaya semua aplikasi bisa berjalan dengan cepat dan lancar. Di dalam device tersebut masing-masing membutuhkan aplikasi lain yang berhubungan antara lain:
  • Untuk mengetik coding membutuhkan IDE (Integrated Development Integrated) yaitu tempat menulis coding dan menjalankan (running) aplikasi tersebut. IDE tersebut antara lain Pycharm (untuk Python), Android Studio, xCode (untuk iOS).
  • Adobe XD atau Figma untuk melihat desain yang dibuat oleh tim UI.
  • GitHub sebagai sharing data dengan tim lain
  • VPN untuk koneksi ke server lebih secure
  • Microsoft Teman, Zoom, Google Meet atau lainnya untuk berkomunikasi secara online
  • Koneksi internet tanpa batas


Semua aktivitas dan pekerjaan software engineer membutuhkan koneksi internet yang cepat baik di kantor maupun di rumah. Di masa pandemi hingga saat ini suami masih melakukan work from home sehingga kebutuhan internet menjadi modal utama dan wajib dimiliki. Untungnya kami sudah menggunakan Internetnya Indonesia sejak lama sehingga kita melakukan aktivitas di rumah sudah tidak khawatir lagi.

Layanan IndiHome
image : canva



Siapa sih yang tidak mengenal IndiHome yang sudah memberikan banyak manfaat pada kami di rumah juga masyarakat Indonesia pada umumnya dalam menjalani kegiatan di dunia maya mulai dari hiburan hingga pekerjaan penting. Besarnya manfaat internet sudah kami rasakan selama ini, thanks to Telkom Indonesia yang sudah memberikan solusi internet cepat, berkelas, dan cerdas untuk aktivitas tanpa batas.


Jasa IndiHome Bagi Kami


Mengenal IndiHome sudah lama, sejak awal kami sudah menggunakan Telkom Speedy hingga akhirnya berganti menjadi IndiHome. Sebagai layanan digital, IndiHome tidak hanya menyediakan layanan internet saja, melainkan telepon rumah dan TV interaktif dengan beragam pilihan paket yang tersedia.

Kami di rumah menggunakan layanan IndiHome Paket 2P 30 Mbps (Internet+TV) sehingga aktivitas suami untuk bekerja pun tidak terganggu dan anak-anak tetap bisa belajr online secara lancar tanpa ada kendala ketika harus melakukan zoom meeting sekalipun. Untuk refreshing ketika menonton film dari Netflix, Disney Hotstar dan aplikasi lain tanpa buffering meskipun digunakan oleh beberapa perangkat sekaligus karena paket ini bisa mencakup 7 perangkat.

IndiHome juga menyediakan pilihan paket lainnya yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selain itu terdapat pilihan Add-On jika sewaktu-waktu ingin menambahkan layanan baik itu di kategori internet, TV, dan kategori lainnya seperti IndiHome Smart, IndiHome Karaoke, Cloud Storage for IndiHome Games dan lainnya.

Tak lupa kami pun menggunakan layanan aplikasi My IndiHome agar transaksi makin mudah. Pada aplikasi ini saya bisa berlangganan fitur Add-On, cek dan bayar tagihan, cek info pemakaian, Cek Poin myIndiHome yang bisa ditukarkan dengan promo dan hadiah menarik.


Manfaat Internet Bagi Seorang Software Engineer


Koneksi internet tanpa batas dari IndiHome sangat membantu pekerjaan suami sebagai software engineer tentunya. Ketika melakukan meeting dengan tim memerlukan koneksi yang baik ketika menggunakan Microsoft Team sehingga sharing tugas maupun komunikasi menjadi lebih lancar tanpa hambatan.

Manfaat lain yang bisa didapatkan karena adanya koneksi internet bagi seorang software engineer antara lain:
  • Menjalankan coding dan mengambil data dari server yang lokasinya bukan di rumah.
  • Manfaat internet juga dirasakan ketika suami mengakses repository atau source code desain dari tim lain di GitHub.
  • Mengakses desain UI/UX yang sudah dibuat oleh desainer dari Adobe XD atau Figma yang tersimpan di server.
  • Googling di stack overflow ketika ada kesulitan dalam hal coding.
manfaat internet
image : canva



Jadi sekarang sudah tahu tugas dari software engineer ya. Jadi, Software Engineer bukan tukang komputer dan bisa ahli di semua bahasa pemrograman, karena software engineer juga manusia yang tidak sempurna, tapi bermodalkan pengetahuan dari dunia maya bisa mempelajari semua hal karenanya dibutuhkan koneksi internet IndiHome yang memiliki jaringan internet broadband hingga ke pelosok negeri.




Referensi source tulisan :
https://glints.com/id/lowongan/apa-itu-software-engineer/#.YtQDuexBw-Q
https://www.niagahoster.co.id/blog/software-engineer/

Post a Comment

18 Comments

  1. Oh software engineer ini emang bagian IT cuma pekerjaannya beda. Begitu ya mba. Duh kalau bahas soal software engineer ini aku kagum. Soalnya mereka ngerti bahasa pemograman gitu. Nah aku, cuma coding blog aja udah pusing hihihi 😂. Mba suami ambil jurusan software engineer emang suka ya?

    ReplyDelete
  2. Mencerahkan infonya Mbak..Serius baru ngerti jobdes seorang Software Engeneer saya. Lagi happening nih jurusan dan bidang kerjanya. Banyak yang membutuhkan saat ini. Sukses ya untuk suami Mba Lidya.
    Oia memang meski sudah bekerja tetap buat nambah wawasan terus belajar dan ini dimudahkan lewat dunia maya apalagi memakai layanan IndiHome yang lancar jaya.

    ReplyDelete
  3. hahaha iyaa bener banget, ini sodaraku yg IT juga selalu diminta benerin komputer dsb, yakaliii.. hihihi.. btw iya yaa,, kalau software engineer gt butuh inet lancar juga, untung pakai indihome ya mbaa

    ReplyDelete
  4. Kalo jadi software engineer konon gajinya gede. Apalagi kalo kerjanya di perusaan luar negeri. Cmiiw

    ReplyDelete
  5. Software engineer ini rumit banget ya tugasnya. Membuat aplikasi sesuai dg permintaan klien. Mengujinya juga. Dan harus memiliki tim yang solid serta koneksi internet yang gak boleh ngadat.

    ReplyDelete
  6. Hahahahaa, masih banyak yg belom paham dengan pekerjaan IT, disangkanya mah tukang benerin komputer, padahal memang yg membuat software.
    Makanya kadang kalo yg nanyanya orang awam ngejelasinnya harus pake bahasa ringan. Tergantung dengan siapa kita mmngobrol, sama halnya dengan pekerjaan bidang SEO, 12 tahun yg lalu menjelaskanny butuh effort.
    Bahkan blogger pun ga mau tahu, tapi sekarang justru blogger yg antusias dan pada butuh.

    ReplyDelete
  7. Awalnya aku juga berpikir seorang Software Engineer itu seperti tukang komputer. Ternyata itu lebih luas lagi ya Lid. Banyak hal yang diciptakan. Jadi melek deh. Btw aku juga pakai IndiHome, top banget deh kualitas internetnya

    ReplyDelete
  8. Toss aah ternyata suami kita sama bidang pekerjaan di IT, selama pandemi sampai sekarangpun masih banyak WFH nya daripada offline di kantor ya mbak.

    WFH dimana saja boleh kalau suami saya asalkan inteenet lancar was wess wos krn yg utama jee. Nah kalau traveling disaat ke pelosok suami memastikan penginapannya memiliki internet yang bagus untuk wfh.
    Indihome yang biasanya sudah menjangkau ke pelosok negeri, semoga bertambah terus jangkauan indihome ya supaya masyarakat di pedalaman bisa mengakses internet juga

    ReplyDelete
  9. Wah iya, sekarang ini banyak juga yang tertarik belajar software engineer ini ya mbak
    Keren ini, skill yang banyak dibutuhkan untuk saat ini

    ReplyDelete
  10. Baru tau kalau suami Mak Lidya seorang tukang komputer, eh software engineer. Hihi, piiissss... Jadi, kalau ada apa-apa dengan blognya, gampang dong ya, ngga perlu bingung karena di rumah sudah ada ahlinya. :D

    Pertanyaan saya. Bagaimana perasaannya ketika internetnya lambat? Wkwkwk, stres kah? Dunia serasa mau runtuh kah? Hihihi...

    ReplyDelete
  11. Betul dengan satelit ring Palapa dan jaringan fiber optic sekarang akses IndiHome semakin menjangkau daerah pelosok-pelosok sekalipun ya. Semoga dengan masuknya internet ke pedesaan diiringi dengan kesejahteraan masyarakatnya

    ReplyDelete
  12. Jadi ingat dulu pas kuliah di S1 Teknik Informatika, kami diajarkan membuat program dengan berbagai Bahasa Pemrograman. Dasar-dasarnya aja (tapi sekarang saya udah lupa wkwkwk), selanjutnya kita eksplor deh...mana kira-kira yang paling disukai, atau yang paling cocok buat kita.

    Terus kagok dong, kalau pas ketemu keluarga, ditanya segala hal atau dibenerin perangkat komputernya gitu yang rusak. Huhuhu.. ku tak tahu~

    ReplyDelete
  13. Yang pasti sangat mumet melihat deretan bahasa pemograman yang luar biasa..ruwet. Gak tau kudu mulai darimana dan berakhir dimana.

    Kak Lia pantesan jago banget...
    ternyata background pendidikannya juga IT yaa.. kereen, kak Lia.
    Uda sebuah kebutuhan yaa.. jaringan internet yang cepat untuk membuat seluruh pekerjaan lekas selesai.

    ReplyDelete
  14. Ternyata bidang kerja IT sangat luas ya. Meliputi. Soft ware dan hardware. Dan memang untuk keahlian soft ware memang prospek kedepannya cerah. Karena sekarang banyak aplikasi baru bermunculan

    ReplyDelete
  15. Aku dulu kerja di software house jd tau kalau emang gak semua prgrammer tuh belajar semua, makanya ada tim2, atau kadang mereka sekolah atau kursus lagi.
    Hahah emaaaang pd suka tuh dikira bisa servis komputer terutama sama saudara atau tetangganya :D
    Seorang software engineer emang butuh koneksi inet yang bagus ya mbak, apalagi kalau di rumah supaya pekerjaan WFH bis alancar jangan sampai koneksi putus tengah jalan nanti puyeng ngulang hehe

    ReplyDelete
  16. Kadang orang main gebyah uyah aja ya mbaaa

    Kerja di bidang IT dianggap pasti bs perbaiki printer atau CPU rusak 😆

    Padahal, spesialisasinya kan bedaaaaa. Asik ya mba, IndiHome bikin hidup makin enjoyy

    ReplyDelete
  17. Satu atau dua bahasa pemrograman aja udah pening belajarnya ya Lia, mosok harus tau semua bahasa hehehee... Pekerjaan sebagai software engineering memang masih susah dipahami oleh orang awam. Semoga habis ini udah pada ngerti bedanya software engineering dengan tukang servis komputer yang lebih cenderung ke hardwarenya.

    ReplyDelete
  18. Menurutku orang yang pekerjaannya terkait IT dan bahasa pemrograman software gitu gitu tuh pasti punya passion yang tinggi. Udah ruwet banget dan kudu teliti gitu kan? Suami suka cerita tentang kerjaannya gak mba? Biasanya apa tanggapanmu?

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya