Ketika Air Datang Tanpa Permisi, dan Harapan Nyaris Tenggelam

Air itu datang tanpa aba-aba. Dalam hitungan jam, rumah-rumah terendam, jalanan hilang, dan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun runtuh begitu saja. Di beberapa wilayah Sumatera, banjir besar bukan hanya merusak bangunan, tapi juga memisahkan keluarga, menghentikan penghidupan, bahkan merenggut nyawa—bukan hanya karena derasnya air, tetapi juga karena kelaparan yang datang setelahnya.

Di saat sebagian dari kita sibuk menghitung hari menuju liburan akhir tahun, saudara-saudara kita di Sumatera justru menghitung hari tanpa kepastian: kapan bisa makan dengan layak, kapan bisa pulang ke rumah—atau apakah rumah itu masih ada.

Sumatera yang Pernah Memberi Saya Banyak Kenangan


Sumatera bukan tempat asing bagi saya. Saya beberapa kali menginjakkan kaki di sana, berkunjung ke beberapa provinsi. Setiap perjalanan selalu meninggalkan rasa senang. Alamnya indah, budayanya kaya, dan makanannya—jujur saja—sangat cocok di lidah saya yang tidak menyukai rasa manis. Sumatera selalu terasa hangat, hidup, dan ramah.

Karena itu, ketika mendengar kabar tentang banjir besar yang melanda, rasanya seperti mendengar kabar duka dari keluarga sendiri. Tempat yang pernah memberi saya kebahagiaan, kini sedang diuji dengan kehilangan.


Bencana yang Tidak Hanya Merendam Rumah, Tapi Juga Kehidupan


Banjir besar itu menghancurkan lebih dari sekadar bangunan. Banyak keluarga kehilangan rumah, harta benda, dan sumber penghasilan. Dalam sekejap, mereka yang sebelumnya hidup cukup, kini harus mengungsi dan bergantung pada bantuan.

zakat



Yang paling menyayat hati adalah cerita tentang korban yang berhari-hari tidak bisa makan. Ada yang akhirnya kehilangan nyawa bukan karena banjirnya, tetapi karena kelaparan setelahnya. Di titik ini kita sadar: bencana tidak berhenti saat air surut. Justru penderitaan sering kali baru dimulai setelahnya.

Kini, ribuan keluarga hidup di pengungsian. Mereka kehilangan tempat tinggal dan penghidupan. Banyak dari mereka masuk dalam kategori fakir dan miskin bukan karena pilihan hidup, tetapi karena musibah yang merenggut segalanya.


Di Tengah Duka, Masih Ada Tangan-Tangan yang Menolong


Alhamdulillah, di tengah situasi yang berat ini, masih banyak hati yang tergerak. Banyak orang memilih tidak diam. Ada yang membantu dengan dana, ada yang turun langsung menjadi relawan, ada pula yang mengirimkan makanan dan kebutuhan darurat.

Kepedulian itu menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kemanusiaan tetap hidup. Bersama Dompet Dhuafa, bantuan disalurkan agar tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, termasuk para korban bencana di Sumatera.


Zakatmu Ringankan Beban Korban Bencana Alam Negeri Ini


Di tengah kondisi darurat, zakat bukan sekadar kewajiban tahunan. Zakat menjadi bentuk kepedulian yang nyata. Zakatmu bisa meringankan beban korban bencana—menjadi makanan bagi yang kelaparan, obat bagi yang sakit, dan harapan bagi mereka yang kehilangan segalanya.

Dompet Dhuafa



Bagi para penyintas bencana, zakat bukan angka di laporan. Ia hadir sebagai penyambung hidup, penopang awal untuk kembali berdiri, dan bukti bahwa mereka tidak sendirian menghadapi ujian ini.


Dompet Dhuafa: Menyalurkan Amanah, Menguatkan Kemanusiaan


Dompet Dhuafa merupakan lembaga filantropi Islam sekaligus lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam pemberdayaan umat (empowering people) dan aksi-aksi kemanusiaan. Upaya pemberdayaan ini dijalankan melalui pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf), serta dana sosial lainnya yang dikelola secara modern, profesional, dan amanah.

Dalam situasi bencana, Dompet Dhuafa hadir tidak hanya saat darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan. Mulai dari bantuan pangan, layanan kesehatan, hingga pendampingan bagi para penyintas agar mampu bangkit dan kembali mandiri.


Zakat Akhir Tahun: Menjadi Penyelamat di Saat Genting


Akhir tahun bukan hanya tentang menutup kalender, tetapi juga tentang menyempurnakan diri. Zakat akhir tahun menjadi ikhtiar untuk menyucikan harta dan jiwa, sekaligus bentuk keberpihakan kepada mereka yang saat ini berada di titik paling lemah.

Melalui campaign Zakat Akhir Tahun: Zakat untuk Korban Bencana, zakat yang kita keluarkan bisa menjadi penyelamat di saat genting—mengubah duka menjadi harapan.

Sedekah: Kecil Bagi Kita, Besar Bagi Mereka


Sedekah memang tidak selalu mampu menghapus air mata sepenuhnya, tetapi sering kali menjadi jalan keselamatan yang tak kita duga. Di saat dunia terasa berat, Allah membukakan pintu perlindungan lewat kebaikan yang kita keluarkan.

Sahabat, ikhtiar menolak bala bukan hanya dengan doa, tetapi juga dengan menjadi sebab orang lain bertahan. Setiap bantuan yang kita berikan, sejatinya sedang kembali menjaga kita dan keluarga.

Saatnya Kita Hadir dan Saling Menguatkan


Mari sempurnakan akhir tahun ini dengan #SalingMembantu dalam kebaikan yang nyata. Salurkan zakat akhir tahunmu untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera melalui tautan berikut:


Jangan tunggu sampai kita berada di posisi mereka untuk peduli.
Sudah zakat dan sedekah hari ini?

Yuk, hadirkan harapan di tengah musibah. Karena zakatmu hari ini, bisa menjadi kehidupan bagi mereka esok hari.

Post a Comment

0 Comments