badge

Thursday, September 22, 2016

Mendukung Kekuatan Ekonomi Indonesia Melalui Orang Kreatif

pic by @agunghan_
"Bunda Rita...Bunda Rita... Perkedel combro- perkedel combro"

Penggalan lirik dari lagu Desser milik Dawin yang diparodikan oleh penyanyi di Kafe BCA Senin siang 19 September 2016 lalu menambah kehangatan ruangan, apalagi di luar cuaca hujan deras. Saya dan teman-teman Blogger serta media menghadiri bincang santai tentang Orang Kreatif di Menara BCA Jakarta yang bertempat di Break Out Area lantai 22.

Tema yang diambil pada bincang-bincang kali ini adalah OK (Orang Kreatif) : Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia" yang dimoderatori oleh Fajar Anugerah - Konsultan dan Praktisi Enterpreneurship dari Kinara Indonesia.

Sambutan dari Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja

Setelah makan siang acara pun dimulai, dihadiri pula oleh dirut BCA Bapak Jahja Setiaatmadja yang ramah dan tak segan menyapa kami terlebih dahulu. Beliau pun menyempatkan diri untuk wefie bersama teman-teman mahasiswa. Menurut Bapak Jahja melihat anak-anak muda yang hadir beliau merasa menjadi berjiwa muda kembali. 

Kafe BCA yang ke-6 ini akan membahas tentang OK (Orang Kreatif). Menurut bapak Jahja Orang Kreatif itu mempunyai persyaratan jika ingin menjadi anak muda yang sukses dan berhasil yaitu tidak hanya copy paste saja. Tidak ada kreativity seseorang tidak akan berkembang. Kreativity harus bisa timbul dari diri kita sendiri dan tidak hanya mengikuti pakem-pakem yang sudah ada. Nature dari kreativity ini sendiri tentunya akan memberikan sesuatu yang baru dan memberikan nilai value.

Kreativitas di Indonesia makin berkembang luar biasa dengan dibantu oleh teknologi. Contohnya adanya sosial media yang makin banyak digunakan oleh banyak orang saat ini. Dari semua sistem yang ada bisa membangun komunitas dan memacu orang lain untuk naik level sehingga prestasi dari kreativitas akan timbul. Kita tidak boleh sinis atas suatu penemuan orang lain tetapi harus mendukung dengan mencari arah positifnya.

BCA mendukung  kekuatasn ekonomi juga menggelar event  Indonesia Knowledge Forum (IKF) pada tanggal  6-7 Oktober 2016 nanti di Ritz Carlton Jakarta. Event ini diadakan untuk menggali kreativitas peserta dengan mendengarkan speaker-speaker  terpilih dan mempunyai pengalaman bisnis yang diharapkan bisa memberikan nilai tambah pada hadirin IKF.  IKF ini sudah 5 kali diadakan.



Sebelum nara sumber lainnya memberikan paparannya diberikan terlebih dahulu apresiasi kepada nara sumber berupa akrilik miniatur menara BCA. Sayang sekali Bapak Jahja tidak bisa ikut serta hingga akhir acara karena ada kesibukan lainnya.



Erda Rindrasih - Pakar dan Pengamat Ekonomi Kreatif dari Pusat Studi UGM

Ekonomi kreatif / indurtri kreatif booming ketika periode bapak Presiden SBY. Melakukan berbagai riset yang menyatukan pariwisata dan ekonomi kreatif. Tidak ada tourims tanpa ekonomi kreatif dan sebaliknya.

ada 16 sektor pariwisata yang ada di Indonesia, kita bisa mengolah dengan kreatif hal ini untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat sendiri. Untuk itu sektor pariwisata di Indonesia butuh dukungan dari sisi infrastruktur yang mencukupi didukung juga dengan rasa aman dan nyaman secara maksimal.

seseorang yang melalukan traveling pada hakikatnya adalah sedang meningkatkan kualitas hidupnya. Karena mereka mencoba keluar dari zona nyaman mereka dan melihat apa yang ada diluar dari lingkaran hidup mereka sehari-hari.

Pariwisata dikliam sebagai kegiatan ekomoni yang melibatkan banyak orang di seluruh dunia. Indoensia kesulitan menghitung jumlah uang yang dikeluarkan oleh wisatawan, misalnya untuk transportasi, makan, minuum, hotel dan lain-lainnya. Pemerintah mempunyai data tapi hanya bersifat sampling karena data diambil dari wisatawan yang datang ke Indonesia.

Sebetulnya turis domestik sendiri bisa mendatangkan pendapatan yang besar di sektor indurtsi kreatif. Tetapi selama ini yang diperhitungkan hanya wisatawan luar saja. Tourism mempunyai multiple effect.


Solihin Sofyan - Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya APINDO

Kreatif hubungannya dengan dagang atau dunia bisnis. Orang Kreatif ini adalah orang yang mulai mempersiapkan diri menjadi pelaku usaha baru dari yang kecil dan besar. Dimulai dari create dan menciptakan hingga menjual.

OK (Orang Kreatif) sudah masuk di semua lini mulai dari pakaian, makanan hingga peralatan lainnya hingga ke musik. Ekonomi kreatif menurut data terus tumbuh dan akan terus tumbuh, saat ini ada di angka 5.67 %.  

Ekonomi kreatif juga menyerap tenaga kerja yang merangkul kemana-mana bahkan hingga ke ibu rumah tangga. Menurut Pak Solohin ada sekelompok ibu-ibu yang meng-anyam tas dari kertas koran yang sudah tidak terpakai lagi. Ini merupakan pelaku ekonomi kreatif dan menyerap tenaga kerja disekitar rumah.


Cyrillus Harinowo - Pengamat Ekonomi

Bidang fashion dan textile menurut Bapak Cyrillu BCA mempunyai andil besar kepada industri textile di Indonesia. Hingga hari ini pembiayaan kepada insdutri textile masih berjalan. Upaya yang dilakukan oleh pihak perbankan untuk mendukung pembiayaan ekonomi kreatif adalah :
  1. Pembiayaan
  2. TV Data Radio
  3. Kuliner
Melalui program CSR BCA memberikan donasinya pada peresmian Goa Pindul di Gunung Kidul pada tahun 2013. Ini merupakan bagian industri pariwisata di Gunung Kidul yang merupakan kabupatrn di Jogja. Sebelum dilakukan pengembangan oleh BCA jumlah wisatawannya belum meningkat walaupun secara finansial yang diberikan belum terlalu banyak. Tetapi dilakukan edukasi dan branding pada karang taruna yang ada di sana agar bisa menjaga toilet dan homestay sehingga turis bisa merasa nyaman berada di sana.

wisatawan yang berkunjung ke Goa Pindul yang tadinya hanya 500rb orang saat ini meningkat menjadi 3 juta dalam waktu 5 tahun. Goa Pindul juga merupakan salah satu Geo Park yang ada di Indonesia. Di Gunung Pindul ada 13 Geo Park / taman bumi yang menjadi jaringan geo park Unesco . Sementara Geo park yang ada di dunia ada sebanyak 130 buah , lokasi lainnya ada di Trenggalek 13 buah dan Wonogiri 7 buah.

BCA juga mengembangkan kawasan wisata lainnya seperti Mungkir Sari yaitu desa pembuat wisata. Dengan membantu mereka agar lebih dikenal masyarakat luas.



Andi Martin - Pendiri dan Pemilik Kratoon Channel

Buat yang mengenal tokoh si Juki pasti tau siapa Andi Martin. Ya beliau adalah kreatornya dari komik si Juki, Hebring dan lain-lain.

karakter yang ada di Kratoon milik Andi Martin
Andi Martin ada di industri IT sejak 2001 membuat game hingga membuat animasi. Andi ingin membuat karakter lokal yang sukses di Indonesia. Karakter animasi kita kurang populer dibanding dengan karakter luar karena jarang masuk televisi dan tidak mendapatkan promosi yang bisa mengenalkan pada masyarakat luas. Jika satu karakter sudah masuk tv akan mudah dikenal orang banyak. Padahal untuk masuk tv tersebut tidak cukup biaya yang kecil.

Di karakter lokal kurang diberikan kesempatan untuk berpromosi dan televisi lebih memilih karakter luar yang sudah mempunyai nama. Tetapi Andi tidak kehilangan akal beliau mengganti industri TV melalui media sosial untuk mempromosikan karyanya. Awalnya Andi memberikan download gratis untuk karakter Juki.

Komik saja tidak cukup, harus juga disiapkan karakter untuk dijadikan gimmcik yang bisa dijual contohnya melalui merchandise. Diawali dengan mempopularkan karakter lalu bisa menjual merchandise. 

Pesan Andi untuk kreator komik dan animasi agar menciptakan karakter lalu berikan cerita walaupun sesimple mungkin agar orang bisa relate.


Fiki C Satari - Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF)

Fiki yang memulai bisnisnya dengan menjual kaos di Bandung. Sebagai pelaku industri kreatif menurut Fiki juga merupakan pejuang kemerdekaan. Beliau juga menggantikan Kang Emil di BCCF saat diangkat menjadi walikota.

Dari 16 sektor ekonomi kreatif yang tidak kalah penting adalah teknologi, inovasi, media dan seni budaya karena disana sudah meliputi semua tentang ekonomi kreatif. Dari 16 sektor harus bisa mengaplikasi pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia. Kita harus berkolaborasi dan kompak dari multi stekholder  yaitu akademisi,  sekotor bisnis, komunitas , government dan media. Mengaktivasi harus melalui connect (silaturahmi), dan kolaborasi, Commerce (celebration). Dengan kata lain dengan gotong royong semua bisa tercapai.


Lena Setiawati - General Manager BCA Learning Service

Melihat kreativitas dari sisi lain materi yang dibawakan oleh Ibu Lena. Sebagai organisasi yang besar harus bisa berkolaborasi dengan orang kreatif dan menjadikan perusahaan tetap suistanable. Bicara dengan perusahaan besar yang didalamnya mempunyai karyawan yang banyak harus dipupuk agar tumbuh terus kreativitas mereka. Salah satunya adalah metode pembelajaran yang otomatis orang-orangnya harus berinovasi dan bisa menerima hal baru. Misalnya melalui belajar jarak jauh atau teleconference.

Melalui pendekatan-pendekatan tersebut bisa mendorong sisi kreatif karyawan. Disediakan juga ruangan kerja yang mendukung karyawan bisa mengalirkan ide kreatif melalui BCA Learning Service. Aktivitas yang pernah dilakukan contohnya saat mengadakan event  17 agustusan.

BCA sebagai orgaisasi bisa  mienjadi connector antara orang kreatif dengan masyarakat yang lebih luas lagi. Melalui Indonesia Knowledge Forum (IKF) yang berfungsi menemukan orang yang bisa memberikan inspirasi kepada masyarakat yang kebih luas lagi. BCA ingin peran IKF sebagai sharing dan ada yang ditularkan dari sisi positif dan berharap percepatan ekonomi berkembang. Sisi kreatif yang diangkat tidak hanya dari orang-orang yang kreatif /industri kreatif saja tetapi coorporate yang sudah ada harus memanfaatkan kreativity agar tetap bertahan dan  tidak hilang.

Yuk menjadi Orang Kreatif yang bisa turut serta membangun bangsa, dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terdekat



Wednesday, September 21, 2016

Tips Menempatkan Lemari Sepatu

Percaya gak kalau lemari sepatu atau rak sepatu ini dapat membuat hunian kita menjadi terlihat sangat sempurna? Pasti semua orang mendambakan tinggal di rumah yang nyaman yaitu rumah yang rapi tetapi tidak terlalu banyak barang di dalamnya. Apalagi kalau barang tersebut bersrajab yang bisa merusak pemandangan dan menjadikan rumah kurang sempurna. Ssalah satu barang yang sering berantakan adalah sepatu dan sandal di depan rumah.

Tuesday, September 20, 2016

Retro Run For Charity


Retro Run - Lari Mundur Sambil Berdonasi, akhirnya event ini sudah berjalan dengan lancar pada hari Minggu 18 Sptember 2016 lalu. Peserta sudah berkumpul di pelataran parkir FX Sudirman sejak jam 6 menggunakan kaos berwarna kuning yang merupakan bagian dari race pack yang sudah dibagikan sebelumnya.

Saya tiba di FX tepat pukul 6, sudah banyak peserta yang berkumpul dengan kostum tahun 70-an hingga 90-an. Oh ya event ini memang ditujukan untuk charity bagi Yayasan Kanker Indonesia, jadi banyak survivor kanker juga yang mengikuti lari mundur.

Sebelum dimulai peserta melakukan pemanasan terlebih dahulu yang dipandu oleh instruktur dari Selebirty Fitnes. Ternyata lari mundur ini baik loh untuk menjaga keseimbangan dan untuk cardio. Ini pertama kalinya bagi saya juga mengikuti lari mundur, seru loh dan tidak sesulit yang dibayangkan sebelumnya.



Kira-kira pukul 6.30 Retro Run pun dimulai dari garis start depan FX. Lari mundur di jalan raya ibukota kapan lagi bisa kita lakukan kalau bukan saat mengikuti event se[erti ini ditambah lagi hari minggu juga ada Car Free Day (CFD). Peserta yag melakukan lari mundur juga harus hati-hati karena kondisi jalan yag agak basah karena habis hujan malamnya.



Peserta lari mundur menempuh jarak kira-kira 3.5 KM dan melewati 3 zona yaitu 70-an, 80-an, dan 90-an. Di tiap zona ini kita bisa mengambil air minum yang sudah disediaka loleh panitia. Tidak hanya itu peserta juga bisa narsis di booth yang sudah disediakan. Pesertanya kreatif loh dengan menggunakan pakaian ala tahun 70-an hingga 90-an


Seperti  yang sudah saya katakan diatas bahwa event ini untuk charity yang diadakan oleh PT. Mundipharma Healthcare Indonesua yang bekerjasama antara Betadine dan YKI. Retro Run ini sendiri sesuai dengan metode yang ada di YKI yairu metode paliatif yang dianggap mampu meningkatkan aspek psikologi penderita kanker. Dengan metode ini penderita diajak untuk berdamai dengan penyakitnya dan menekan tingkat stress.


Ada salah seorang survivor Breast cancer yang saya temui mengikuti Retro Run dengan suaminya. Beliau semangat sekali loh patut diberikan acungan jempol, bahwa penyakit yang diderita tidak lantas membuatnya jatuh tetapi tetap semangat dengan dukungan orang-orang terdekat yang dicintainya.

Kira-kira pukul 8 kami sudah tiba kembali di FX, akhirnya kami tiba di garis finish. Bangga juga lah bisa sampai di finish walaupun tidak full berlari mundur hehehe. setibanya di garis finish yang dilakukan peserta adalah narsis lagi :). Kami diberikan minuman, buah pisang dan medali sebagai bukti sudah mengikuti Retro Run.



Sebetulnya ada acara hiburan di panggung yang sudah disediakan, sayang sekali saya tidak bisa mengikutinya hingga akhir karena harus pulang. Menurut informasi ada Kunto Aji dan Dian Sastro loh. Sukses selalu ya untuk Yayasan Kanker Indonesia dengan membantu survivor yang ada di Indonesia. Semangat terus untuk kalian semua.


#IRun4Charity #RetroRun4Charity
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...