Artikel ini diikutkan dalam ASKAT di blognya Pakde Cholik



Seperti yang kita ketahui Tsunami selalu mendatangkan korban baik makhluk hidup maupun harta benda. Tsunami merupakan perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Tsunami dapat disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat dibawha laut, letusan gunung berapi bawah laut. Untuk itu diperlukannya Peringatan dini Tsunami.

Karena negara kita Indonesia memiliki potensi Tsunami yang besar, Sistem Peringatan Dini Tsunami sangat besar manfaatnya. Dimana sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan memberikan peringatan kepada warga agar meminimalkan jatuhnya korban. Sehingga warga dapat dievakuasi lebih cepat dengan adanya Peringatan Dini Tsunami.

Peringatan Dini Tsunami dibagi menjadi dua sistem yaitu sistem peringatan dini tsunami internasional dan  sistem peringatan dini regional.

Peringatan dini yang diberikan berdasarkan perhitungan gelombang gempa hanya dapat dipertimbangkan sebagai sekedar peringatan biasa saja. Agar lebih tepat, gelombang tsunami harus dipantau langsung di perairan terbuka sejauh mungkin dari garis pantai, dengan menggunakan sensor dasar laut secara real time.
Sistem Peringatan Dini Tsunami pertama kali dibuat di Hawaii pada tahun 1920an.

sebuah peringatan dini tsunami di Jepang, gambar diambil dari wikipedia

Belajar dari pengalaman yang lalu, Indonesia juga perlu memperbaiki sistem Peringatan Dini Tsunami ini agar masyarakat dapat mengetahui secara pasti, dan bukan isyu belaka akan peirngatan dini tsunami. Tetapi perlu diingat bahwa tsunami juga bisa datang tiba-tiba, sehingga peringatan dini belum dapat menyelamatkan warga dari datangnya tsunami yang tiba-tiba ini.