gambar dipinjam dari sini
Dalam kesempatan ini aku hendak berbagi kisah nyata yang aku kenal untuk mengikuti Giveaway yang diadakan mama Vania,semoga kisah ini bisa diambil sedikit hikmahnya. Selamat ulang tahun yang pertama untuk blog The Green Pensieve.

Alkisah seorang anak perempuan bernama Ira yang sedikit pemalu dan pendiam memasuki kehidupan dan pergaulan disekolah. Tetapi jika kita sudah terbiasa dan kenal anak itu bisa dengan mudah bergaul dan sedikit gokil.

Dibangku SD kekurangannya tidak terlalu membuat masalah bagi sang anak, Ira bisa bergaul seperti biasa dan juga bukan anak yang biasa-biasa saja dalam prestasi belajarnya. Sejak SD hingga kuliah selalu mendapatkan beasiswa dari tempat ayahnya bekerja, dimana syarat mendapatkan beasiswa tersebut adalah harus memiliki ranking 3 besar dan saat kuliah IPKnya minimal 2,50 pada masanya.

Sedikit masalah terjadi pada saat SMA dimana masa itu memasuki dunia remaja yang bisa dikatakan sedang puber. Menyukai lawan jenis dikalangan teman-temannya sudah biasa, tapi untuk Ira merasa minder karena kekurangannya tersebut. Bukan berarti tidak bisa bergaul dengan teman-teman lelakinya. Dia bisa mengobrol dengan teman lelakinya walaupun hanya membahas tentang pelajaran sekolah. Tak sedikit teman lelakinya yang menelponnya tapi untuk urusan sekolah saja. Tapi Ira tidak pernah menunjukkan rasa sedih ataupun minder terhadap teman-temannya, semua dia simpan sendiri. Tidak pernah teman-teman sekolah melihatnya bersedih.

Dikala istiharat sekolah salah satu temannya sedang mengobrol tentang cowo-cowo pujaan hati mereka masing-masing.    Salah satu temannya nyeletuk   " udah lo sama si Ujang aja sana" tidak ada seorangpun yang bernama Ujang disekolah, ini hanya ejekan salah seorang saja. Ia hanya bisa terseyum tidak ada keinginan untuk membalasnya.

Baginya mengenal teman laki-laki adalah hanya saat dewasa untuk menikah saja Insya Allah sekali seumur hidup. Disaat dewasa anak itu telah menemukan jodoh yang Insya Allah direstui oleh orang tua dan Allah. Dimana sampai saat ini masih banyak teman-teman perempuannya yang belum menikah entah masih memikirkan karir atau apa, hanya saja banyak teman perempuannya minta dikenalkan dan dicarikan calon suami.

Allhamdulillah walaupun mempunyai sedikit kekurangan tapi tidak membuat Ira frustasi ataupun memilih jalan yang salah. Hal ini berkat dukungan penuh orang tua dan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT. Untuk Vania tidak perlu ada yang dikhawatirkan karena ayah bunda akan selalu memperhatikan dan memberikan dukungan serta kasih sayang kepada Vania. Insya Allah semua bisa dilewati. Bagaimanapun juga walaupun sang anak tidak menunjukkan ingin diperhatikan tapi dukungan orang tua sangat banyak membantu.

Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini, dengan keajaiban doa semua bisa terjadi. Selalu bersyukur dan berserah diri pada Allah Insya Allah semua baik-baik saja walaupun melalui perjalanan yang panjang.
Kisah ini diikutsetakan di Our Pensieve's 1st Giveaway