credit
Bahagia sekali jika melihat anak-anak bermain dengan gembira dan rukun. Sebagaimana dunianya anak-anak yang selalu diisi dengan bermain, dengan bermain anak juga bisa belajar. Sesekali rebutan mainan sesama teman maupun saudara sendiri pasti akan terjadi.

Tapi ada satu hal yang bisa diambil dari mereka adalah jika rebutan mainan dan membuat berantem mereka akan cepat sekali melupakan kejadian tersebut. Ada kalanya anak-anak rebutan mainan tapi orang tuanya ikut campur dan menyebabkan perselisihan antara orang tua. Apa yang terjadi dengan anak? si anak akan kembali bermain keesokan harinya sedangkan untuk orang tua belum tentu akan kembali seperti semula.



Contoh nyata misalnya saja yang terjadi dengan Pascal di kelasnya. Pascal membawa camilan brownis, sengaja aku bawakan lebih banyak jaga-jaga ada temannya yang mau. Seperti biasa mereka akan makan bersama-sama brownis tersebut akan dipotong-potong oleh Pascal saat jam istirahat. Salah seorang temannya tidak mau brownisnya dipotong dia mau makan satu bagian penuh. Padahal wali kelasnya juga sudah membagi secara adil. Temannya itu mengejek Pascal dengan sebutan "pelit" dan tidak mau temenan lagi sama Pascal.

Lalu aku tanya Pascal, "trus Aa gimana waktu dikatai pelit?" Pascal menjawab "ya biarin aja, aku kan udah membagi, lagian besok juga udah lupa pasti main lagi sama aku kok. Aku sabar aja kalau dikatain gitu". Masya Allah anak kecil saja bisa berfikir seperti itu ya. 

Saling berbagi mainan, keceriaan mereka serta ketulusan mereka kadang kala patut di tiru dan di contoh oleh orang dewasa. Semoga saja kita bisa mengambil hikmah dan mencontoh anak-anak ya dalam belajar memaafkan dan melupakan perselisihan yang ada.