Kami punya aturan bermain games di rumah untuk anak-anak, yaitu hanya hari libur saja. Peraturan tersebut dibuat agar anak lebih konsentrasi dan tidak terlalu terfokus pada gadget. Entah kenapa kalau sudah fokus bermain games bisa lupa segalanya. Allhamdulillah peraturan bisa ditaati anak-anak di rumah.

Lalu apa saja yang mereka mainkan jika tidak sedang bermain games? banyak sekali yang bisa mereka kerjakan baik saat sendiri ataupun berdua. Mereka jadi lebih sering mengeluarkan mainan, bahkan mainan lama pun dimainkan kembali. Lebih kreatif dan memiliki daya imajinasi yang lebih saat bermain dengan mainannya.

bermain berdua


Saya lebih senang mereka mengeluarkan mainannya walapun berantakan, tapi tetap saya ingatkan untuk merapikan kembali mainannya pada tempat yang sudah disediakan. Bahkan kadang-kadang mereka bermain tapi tidak menggunakan mainan melainkan menggunakan barang-barang yang ada dirumah.

Kalau mainan yang sering Ade mainkan selagi tidak ada Aanya adalah Puzzle. Puzzle yang dimainkan kebanyakan warisan dari Aanya, ada Puzzle Huruf dan Angka, Puzzle Thomas, Spongebob, Chuggington dan lain-lain.

asyik bermain puzzle sendiri.

Masih ada PR yang harus saya kerjakan terhadap anak-anak yaitu saat bepergian dan menunggu di luar rumah, mereka kadang agak rewel dan merengek bermain games di gadget. Biasanya sih jika waktu menunggu terlalu lama atau saat berkunjung ke rumah saudara kami memberikan gadget agar tidak rewel. Tapi kok lama-lama jadi candu ya, mereka tidak bisa menunggu sebentar maunya main games.

Akhirnya saya dan suami sepakat saat bepergian tidak akan membawa gadget yang ada games didalamnya. Khusus ponsel saya memang tida ada satu games pun yang saya download. Larangan bermain gadget saat bepergian baru saya terapkan satu minggu ini, mudah-mudahan berhasil seterusnya ya. Sebagai gantinya mereka boleh membawa sedikit mainan dan buku untuk dibaca. Cukup berhasil dengan peraturan baru ini, Aa malah lebih asyik membaca buku saat menunggu.

Di rumah neneknya saat bertemu dengan sepupu-sepupunya Ade juga malah asyik bermain bersama tanpa ingat gadget lagi. Seperti yang sudah saya tulis di atas gantinya mereka bermain dengan barang apa saja yang di temukan di rumah neneknya :).

bantal pun bisa dijadikan alat permainan.
Ternyata bisa ya anak-anak belajar menunggu tanpa gadget. Tujuan saya menerapkan hal ini adalah agar selama di perjalanan atau di rumah keluarga bisa saling berinteraksi satu sama lain dan tidak terfokus pada gadget saja.