Rabu subuh Ade sudah membangunkan saya dari tidur. Dia sudah tidak sabar ingin main ke Simpang Lima. Sejak semalam merengek ingin main disana. Kami janjikan Rabu pagi saja karena sorenya kami harus pulang ke Bekasi. Rupanya dia tidak bisa tidur semalam nunggu jam 5 pagi :)
Kami berjalan santai dari rumah menuju Simpang Lima kira-kira 10 menit. Untungnya dekat jaraknya jadi anak-anak senang aja.  Rupanya mereka minta main disana karena mau naik sepeda tandem alias sepeda yang bisa di kendarai lebih dari satu orang.

Tapi setibanya di Simpang Lima malah gak jadi naik sepeda.  Aa naik motor mini sedangkan Adr naik mobil. Dengan membayar 20 ribu bisa main selama 10 menit. Awalnya Aa takut, tapi waktu di minta mencoba eh malah ketagihan. Syarat naik motor mini ini sih harus sudah bisa naik sepeda roda  2.

 

Oh ya di kawasan Simpang Lima ini memang ramai sekali. Kalau pagi banyak yang berolah raga. Selain itu juga ada banyak penyewaan sepeda, becak mini, mobil, motor mini, sepatu roda dan lain-lain. Lebih seru kalau malam hari karena penuh dengan lampu hias.

Setelah main di Simpang Lima kami menyerang jalan untuk mampir ke STM Pembangunan, sekarang bernama SMK Negeri 7 Semarang. Ini adalah STM tempat suami sekolah dulu.
Ceritanya suami lagi nostalgia nih, setelah foto di luar kami minta izin security untuk melihat ke dalam. Setelah diberi izin kami lihat-lihat kedalam Dulu suami ambil jurusan Elektronika Komunikasi. Untuk sekolah di sini ternyata butuh waktu 4 tahun bukan 3 tahun seperti umumnya sekolah SMK lainnya.
Selesai nostalgia kami jalan kembali untuk pulang. Tak lupa sarapan lumpia lagi. Waktu jalan pulang Aa dan Ade jalan berdua sambil bergandengan tangan.