Paling suka deh kalau menghadiri acara kesehatan selain dapat ilmu juga bisa mengikuti berbagai tes. Seperti pagi itu saya ikut mengetes kadar hB atau Hemoglobin. Kamu berani gak tes seperti ini? gak sakit kok cuma ditusuk sedikit saja jari tangannya untuk diambil darahnya.

Setelah dicek ternyata hB saya 11,8 berada di bawah rata-rata kadar hemoglobin yang normal untuk perempuan yaitu 12-15 gram/dL sedangkan untuk laki-laki 13-18 gram/dL. Jadi makin penasaran apa sih penyebabnya.


Untungnya saya ikut menghadiri Maltofer Woman Community Kamis (2/5) di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta. Tema yang diangkat pun cocok sekali yaitu" Cegah Anemia Sedini Mungkin - Peran Penting Zat Besi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (Golden Age)".

Acara tersebut dihadiri oleh nara sumber dr. Herbowo A.F Soetomenggolo, Sp, A[K], Ibu Dyah Pari Koening (head Head of Brand Activation Combiphar), Ibu Deloni Anggraeni (Branch Manager Maltofer)  dan beberapa karyawan Kementerian Ketenagakerjaan yang bekerjasama dengan Klinik Pratama. Bagus juga ya acaranya untuk mengedukasi karyawan supaya tahu mengatasi anemia sehingga bisa lebih semangat bekerja dan gak mudah lelah.

Kondisi hB rendah ternyata menunjukkan kekurangan sel darah merah atau yang lebih dikenal dengan anemia (kurang darah).

Salah satu tanda kita mengalami anemia adalah mudah lelah, letih, lesu, gampang mengantuk, dan sulit berkonsentrasi. Wah dari beberapa gejala tersebut saya pernah mengalaminya nih, yang paling sering sih mudah lelah padahal gak banyak aktivitas yang dilakukan juga, ternyata saya anemia.



Penyebab hB Rendah

Banyak penyebab seseorang mengalami anemia diantaranya adalah kurangnya asupan gizi seperti vitamin dan mineral. Bukan berarti seseorang kurang konsumsi makanan lho namun kekurangan gizi disebabkan oleh asupan zat besi yang diperlukan oleh tubuh kita kurang yang menyebabkan hB menjadi rendah. Duh ngeri juga ya ternyata kalau kekurangan zat besi karena berfungsi sebagai energi dan perkembangan otak, kalau terjadi pada anak-anak bisa mempengaruhi perkembangannya.

hB rendah juga paling banyak dialami oleh perempuan yang sedang hamil. Jika tidak diatasi maka akan berpengaruh pada janin dan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, prematur atau si bayi juga mengalami anemia sehingga akan menghambat pertumbuhannya.

Penyebab lainnya seseorang mengalami hB rendah karena sedang menderita penyakit kronis seperti thalassemia atau sedang mengalami haid yang berlebihan. Wah yang terkahir ini saya juga sering mengalaminya nih kalau sedang haid. Nah, kalau anemia terjadi pada remaja putri bisa berbahaya juga loh apalagi di masa sekolah bisa-bisa ga fokus dalam belajar, kurang konsentrasi dan daya pikir menurun. 


Perhatikan Konsumsi Makanan Untuk Mengatasi Anemia



Sebenarnya mudah kok untuk mencegah anemia, cukup dengan konsumsi makanan yang mengandung sumber zat besi diantaranya yaitu :

  • Daging-dagingan seperti daging sapi dan daging kambing 
  • Seafood
  • Sayuran yang berwana hijau adalah sumber zat besi yang baik seperti bayam dan brokoli
  • Kacang-kacangan


Dari semua jenis makanan tersebut sudah saya makan, tapi kok hB-nya tetap rendah ya kadang-kadang. Padahal saya juga pernah mengikuti donor darah, saat itu hB dalam keadaan normal. Usut punya usut ternyata terlalu banyak konsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi juga bisa menyebabkan kadar hB menjadi rendah. Wah ini ternyata penyebabnya, saya suka  banget minum air teh, sehari bisa 2-3 gelas.

Dokter Herbowo juga mengatakan kalau masyarakat Indonesia memang pecinta teh, sampai-sampai ada jargon apapun makannya minumnya juga teh :)

Ternyata untuk mengatasi anemia yang terjadi pada saya dengan menghindari makanan yang mengandung kafein karena zat-zat yang terdapat pada  teh atau kopi dapat menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Baiklah dok, saya mau mulai mengurangi minum teh, apalagi saat ini juga sedang bulan puasa, supaya gak mudah buang air kecil terus dan menyebabkan dehidrasi.


Atasi Anemia Agar Perkembangan Periode Emas (HPK) Berjalan Dengan Baik



Seperti yang sudah saya katakan di awal tadi bahwa kekurangan zat besi ketika hamil akan mempengaruhi janin padahal di masa itulah kecerdasan anak sudah dimulai yang biasa disebut juga periode emas.



Dokter Herbowo menjelaskan mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan harus diperhatikan sejak dini, bahkan dari si ibu sebelum hamil sampai anak berusia dengan mencukupi asupan gizinya termasuk zat besi.

Fungsi zat besi itu sendiri bagi anak-anak dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu :
1. Bagi janin untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dan otak
2. Saat bayi untuk meningkakan volume darah secara cepat dan perkembangan postnatal
3. Usia pra sekolah pastinya untuk perkembangan dan pertumbuhannya.
4. Usia sekolah supaya anak-anak berkembang dan tumbuh.
5. Remaja untuk masa menstruasi dan penambahan volume darah serta meningkatkan massa otot

Di 1000 Hari Pertama Kehidupan inilah ibu harus benar-benar memperhatikan asupan gizi anaknya karena terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat yang bisa mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Ketika anak kekurangan gizi pada 1000 HPK tidak dapat diperbaiki di masa kehidupannya.

Nah ibu hamil gak mau kan nanti kalau si kecil mengalami defisiensi zat besi? Makanya penuhi kebutuhan zat besi selama kehamilan ya supaya anak tidak mengalami kinerja kognitif, fungsi motorik  yang buruk. Yang lebih mengerikan adalah ganguan perilaku emosional pada anak

Kekurangan zat besi pada bayi atau anak efeknya bisa bertahan sampai remaja.


Maltofer, Suplemen Zat Besi



Untuk mencegah anemia, selain konsumsi makanan yang mengandung zat besi juga bisa menambahkan suplemen zat besi seperti Maltofer. Kami yang hadir di acara tersebut juga diberikan satu tablet Maltofer Chew yang bisa langsung dikonsumsi dengan cara diemut seperti layaknya makan premen.

Waktu saya makan tablet Maltofer tidak merasakan eneg sama sekali lho, gak seperti multivitamin lainnya yang pernah saya konsumsi. Penasaran dong dengan 3 keunggulan Maltofer, nih saya kasih tahu ya :


  1. Rasa Cokelat Yang Enak
  2. Saya suka banget makan cokelat, jadi pas banget dengan Maltofer yang mempunyai cita rasa cokelat Swiss yang enak rasanya. Siapa sih yang tidak mengenal kelezatan cokelet Swiss. Pantesan aja setelah konsumsi saya gak merasakan eneg atau mual.
  3. Minim Efek Samping
  4. Sering konsumsi Maltofer khawatir ada efek sampingnya. Gak usah khawatir Maltofer minim efek samping bahkan tidak ditemukan efek samping apapun setelah konsumsinya seperti mual, luka lambung, atau susah BAB karena mengandung zat besi Iron (III) Polymaltose Complex yang dapat melepaskan kandungan zat besi secara aktif dan terkontrol sesuai kebutuhan ke dalam tubuh sehingga tidak terjadi penumpukan zat besi.
  5. Aman Dikonsumsi Dengan Makanan dan Minuman lain
  6. Awalnya saya khawatir memberikan Maltofer buat anak-anak, ternyata aman juga lho dan enaknya bisa dicampur dengan makanan atau minuman kesukaan mereka karena bersifat Body Friendly Iron yang artinya bersahabat dengan iron dalam tubuh.

Oh ya Maltofer ini punya 4 jenis yaitu :
  • Maltofer Drops 30 ml yang cocok untuk bayi dan anak
  • Maltofer Syrup 150 ml bisa dikonsumsi oleh anak dan dewasa
  • Maltofer Chew 30 tablet merupakan tablet kunyah untuk semua usia
  • Maltofer Fol untuk ibu hamil dengan penambahan asam folat




Pada acara tersebut saya langsung membeli Maltofer Chew yang bisa dikonsumsi keluarga di rumah. Gak mahal kok harganya Rp87,500 yang berisi 30 tablet kunyah. Waktu saya berikan pada anak-anak mereka malah tidak merasakan sedang minum obat, tapi mikirnya sedang makan premen.

Untuk mengatasi defisienzi zat besi saya dianjurkan untuk mengonsumsi 1 tablet Maltofer sehari 1-3 kali selama 3 sampai 5 bulan. Berarti nanti saya harus melakukan cek hB lagi, kalau sudah diangka yang normal konsumsi Maltofer juga aman dilanjutkan cukup 1 tablet per hari untuk melengkapu cadangan zat besi.

Ternyata anemia itu tidak bisa dianggap sepele ya karena akan berpengaruh untuk kehidupan dan kesehatan kita. Yuk jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi termasuk yang mengandung zat besi juga ditambah suplemen zat besi Maltofer. Kalau saya suka Maltofer Chew, teman-teman suka yang mana?


#maltoferwomancommunity
#maltofer
#combiphar


Allhamdulillah berkah sekali ya saya bisa mengikuti event bermanfaat seperti ini. Untuk info lebih lanjut mengenai Maltofer bisa dilihat langsung di websitenya ya. http://maltofer.combiphar.com/