Deklarasi Hari Bahagia Bersama JNE dan Peluncuran Buku

Deklarasi Hari Bahagia Bersama JNE dan Peluncuran Buku. Kalau ditanya apa yang bisa membuatmu menjadi bahagia? Pasti jawabannya akan berbeda, karena tiap orang punya makna berbeda tentang bahagia. Bahagia dan berbagi adalah dua hal yang saling berkaitan. Sebagai manusia, kita sebisa mungkin menjadi orang yang bermanfaat lewat memberi, menolong atau memudahkan urusan orang lain. Hal-hal seperti inilah bisa membuat seseorang menjadi bahagia.

hari bahagia bersama





Tentang Menghubungkan Kebahagiaan


Ngomongin soal memudahkan urusan orang lain, jadi inget tagline JNE "Connecting People" yang artinya mengantarkan kebahagiaan. Coba siapa yang gak senang kalau di rumah ada kurir teriak "Pakeeeet". Mengantarkan kebahagiaan di sini bisa berarti banyak, bukan cuma tentang pengiriman paket saja tapi juga di dalamnya terdapat prinsip Berbagi, Memberi dan Menyantuni yang sudah dijalankan oleh JNE selama ini.

M. Feriadi Soeprapto, Presiden Direktur JNE mengatakan kalau JNE selalu ada di tengah-tengah antara pengirim dan penerima. Ketika Jne berhasil mengirimkan paket, bukan hanya penerimanya saja yang merasakan bahagia tapi pengirimnya pun lega karena paketnya sampai ke tujuan. JNE sebagai penghubung antara keduanya pun menjadi bahagia.

Berawal dari prinsip itulah akhirnya JNE mendeklarasikan Hari Bahagia Bersama pada hari Selasa, 7 September 2021 di Studio Markplus.Inc, EightyEight @Kasablanka, Jakarta Selatan. Deklarasi yang saya hadiri secara online tersebut sekaligus peluncuran buku "Bahagia Bersama".


Pengalaman Berbagi Kebahagiaan Dari Narasumber


Pada pendelkarasian tersebut, beberapa nara sumber hadir di studio dengan menerapkan protokol kesehatan, sedangkan narasumber lainnya hadimelalui aplikasi zoom. Mereka yang hadir punya versi bahagianya sendiri-sendiri tapi bisa ditarik benang merah yaitu dengan memberi maka akan ada kebahagiaannya sendiri dan semua berhubungan dengan JNE.

deklarasi hari bahagia bersama



Ada Hak Orang Lain Dalam Harta Kita

Siapa sih yang gak kenal dengan Ivan Gunawan, seorang entertainment dan desainer. Igun bilang dia bahagia saat bisa mengucapkan terima kasih dan tersenyum pada orang lain yang memintanya berfoto bersama. Igun harus bersyukur karena masih ada orang yang mengenal dan mengingatnya karena tidak semua orang bisa menyukai orang lain. Begitu pula ketika berbagi, Igun akan merasakan kebahagiaan. Apa yang dimilikinya tidak sepenuhnya miliknya karena ada hak orang lain yang harus diberikan.


Jangan Menunggu Untuk Sejahtera Dalam Berbagi

Sedangkan Andy F Noya berpendapat ketika kita berbagi, maka Tuhan akan memberikannya berlipat-lipat. Penting diingat berbagi itu bukan hanya materi saja tapi kita bisa berbagi dalam bentuk apapun seperti bantuan, ilmu, waktu dan lainnya. Sehingga kita tidak perlu menunggu sejahtera terlebih dahulu untuk berbagi. 

Bang Andy juga bercerita tentang bantuan JNE yang mengirimkan paket-paket berisi alat kesehatan dari Platform Crowdfunding BenihBaik.com. Pak Feri tidak pernah berpikir panjang untuk meringankan yayasan mengirimkan paket yang tidak sedikit untuk keperluan orang-orang yang membutuhkan. 

Berbuat baiklah sebanyak-banyaknya selagi ada kesempatan. Sebaik-baiknya orang adalah yang bermakna bagi orang lain lewat berbagi - Andy F Noya

#JanganMatiSebelumBerguna


Lewat Rumah Harapan yang dikelola Melanie Subono selama 14 tahun ini ingin membuat orang lain bahagia tanpa memikirkan apapun. Lewat kebaikan-kebaikan kecil tapi bisa memberikan kebahagiaan bagi orang lain. Ketika pandemi ini banyak donatur yang mengalami collapse, namun Melani tetap meminta bantuan pada Pak Feri dan JNE, Alhamdulillah selalu diberikan kemudahan.

#JanganMatiSebelumBerguna. Sekecil dan sebesar apapun Melani ingin berguna dan tidak menyusahkan orang lain - Melanie Subono.

Peluncuran Buku Bahagia Bersama


Buku Bahagia Bersama yang ditulis oleh kang Maman Suherman ini bekerjasama dengan Mice (Muhammad Misrad) sebagai kartunis  yang menggambarkan karakter pada buku tersebut.

buku bahagia bersama



Kang Maman yang awalnya enggan menuliskan buku tentang biografi seseorang atau perusahaan akhirnya luluh juga setelah bertemu dengan Dirut JNE. Keengganan Kang Maman ini karena tidak mau terlalu didikte dalam menulis, tetapi Pak Feri memberikan kebebasan Kang Maman dalam menulis dalam sudut pandang mana pun. Pak Feri juga berjanji tidak akan ada proses revisi dari buku Bahagia Bersama, semua diserahkan pada Kang Maman.

Ketika menulis buku Bahagia Bersama tersebut, Kang Maman mencari materi dari berbagai sumber termasuk karyawan JNE. Banyak cerita yang menyentuh dalam proses pembuatannya.

Kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh Pak Feri ini ternyata sudah tuntun menurun di dalam keluarganya. Dengan Berbagi, Memberi dan Menyantuni maka ada kebahagiaan yang tercipta.

Dalam quote dari Pak Feri yang saya sukai yaitu "Setiap kebaikan yang kita lakukan tentunya ada balasan, JNE tidak ingin hanya berbisnis dengan manusia, tetapi juga dengan Tuhan. Karena di sana akan selalu ada keberkahan"

Oh ya buat teman-teman yang ingin membaca buku Bahagia Bersama bisa membelinya di toko buku Gramedia atau secara online lewat laman gramedia.com serta toko resmi JNE di Shopee dan Tokopedia.

Deklarasi Hari Bahagia Bersama merupakan bentuk syukur dari JNE yang usianya sudah 31 tahun. Semoga selalu bisa membawa kebahagiaan bagi pelanggannya. Semua orang berhak bahagia. Dengan memberi dapat menghubungkan kebahagian dengan orang lain. 

Post a Comment

0 Comments