Begini Rasanya Lari di Pantai Anyer Untuk Pertama Kalinya

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku. Ku lari ke pantai, kemudian teriakku.... Masih ingat dengan penggalan puisi ini yang berjudul Tentang Seseorang karya Rako Prijanto ini? Buat kalian yang sudah menonton film Ada Apa Dengan Cinta pasti masih inget dong. Postingan ini bukan mau bahas tentang puisi kok, melainkan tentang pengalaman saya bagaimana rasanya lari di pantai, tapi gak pakai teriak seperti puisi tersebut meskipun memang seru juga kalau sambil berteriak dan bermain di pantai. Gak tahu kenapa tiba-tiba saya langsung teringat dengan puisi itu, tapi saya gak kesepian seperti makna dari puisi itu kok. Mungkin hanya kangen liburan aja.

Lari di Pantai



Alhamdulillah akhirnya saya bisa liburan tipis-tipis bersama keluarga minggu lalu ke Anyer. Biar kaya orang-orang gitu healing ya hehehe, lebih tepatnya sih refreshing sebelum anak-anak ujian dan berkutat dengan lomba-lomba dari sekolahan lagi.

Untuk cerita mengenai liburan ke pantai bersama keluarga saya tulis pengalamannya pada postingan lain. Kali ini saya mau kasih tahu tentang rasanya lari di pantai.


Olahraga di pantai

Banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat di pantai termasuk olahraga lari di pantai mulai berjalan, berenang, bermain air sampai loncat-loncat juga bisa.

Berlari di pantai adalah salah satu impian saya karena sekalian ingin punya track dan map saat berlari di pantai. Kalau selama ini rutenya hanya berkeliling di polder air, di jalanan atau GBK, kini saatnya berlari di pasir.

Waktu saya googling mencari informasi tentang manfaat lari di pantai ternyata banyak sekali keuntungannya salah satunya bisa memperbaiki teknik lari dan bisa membakar kalori lebih banyak dibandingkan saat berlari di road karena otot yang aktif terpakai juga lebih banyak.

Pantas saja Alvin bermain di pantai selama 2 jam banyak sekali kalori yang terbakar. Sedangkan saya hanya nge-track lari sejauh 4 KM saja kalori yang terbakar sebanyak 205, itu pun dengan pace sedang saja.

Awalnya saya merasakan berlari di pasir pantai tanpa alas kaki dan sepatu untuk merasakan perbedaannya. Syukurnya pasir yang ada di pantai bersih dan lembut sehingga ketika saya berlari tidak khawatir menginjak karang kecil-kecil. Tapi untuk keamanan sih sebaiknya tetap berlari menggunakan sepatu saja. Kalau pun mau lari tanpa alas kaki menurut saya boleh-boleh aja asal tidak terlalu jauh dan memaksakan diri. Saat kaki jatuh ke pasir sebisa mungkin tetap posisi yang tepat yaitu pada bola-bola kaki yang jatuh, bukan tumit kaki. Suami merasa pasir yang dipijak empuk gitu, beberapa kali dengan sengaja menjejakkan tumit terlebih dahulu, nah setelah sampai rumah baru terasa sakit dan pegal di kaki.


Tantangan Lari di Pantai


Ketika berlari tanpa sepatu di pantai, saya lebih suka pada bagian pasir yang masih basah karena enak untuk menjejakan kaki. Tantangan yang saya hadapi ketika berlari di pantai adalah saat air laut sedang pasang, sehingga sesekali akan menyapu pantai hingga ke pinggir. Nah, di sini kecepatan berlari pun akan melambat karena arus air.

Olahraga di pantai



Niatnya sih mau berlari lebih jauh, tapi record-nya cuma 4 kilo saja, ya udahlah sisanya saya main-main saja di pantai dengan anak-anak. Sedangkan suami melanjutkan lari sendiri.

Oh ya supaya lari di pantai lebih ringan, pakai outfit olahraga yang nyaman dan mudah kering. Saya pilih pakaian dryfit, selesai lari bisa kembali main-main air lagi. Sedangkan untuk menghindari teriknya sinar matahari, saya juga memakai kacamata hitam supaya tidak silau saat berlari. Pakai kacamata hitam juga membuat saya lebih percaya diri karena tidak harus berpapasan mata dengan orang lain. 

Mau lari di pantai atau di manapun jangan lupa juga pakai sunblock supaya kulit kita gak kena paparan sinar UVA dan UVB yang bisa berpengaruh buruk pada kulit. Bukan hanya saya saja yang pakai sunblock, anak-anak dan suami juga saya minta mereka pakai, maklumlah mereka belum terlalu taat pakainya. Setelah selesai aktivitas di pantai jangan lupa untuk mandi supaya bersih. Saya biasanya pakai produk perawatan kulit yang bisa mencerahkan kulit, biar gak terlalu kusam lah kulit ini hihihi. Pengalaman ini gak bikin saya kapok, malah kepingin kapan-kapan ke pantai lagi untuk lari, tapi mencari pantai yang bersih dan tidak berkarang.


Post a Comment

18 Comments

  1. Sakit banget itu kalau bertumpu dengan tumit. Aku udah lama pegelnya ga ilang2 gara2 cara berdiri yang salah

    ReplyDelete
  2. keturutan juga ya mbak, bisa merasakan lari di pantai, mencoba tanpa alas kaki pula. Walau pasirnya lembut tetap harus hati-hati ya saat berpijak, dan menggunakan bagian kaki yang tepat biar nggak ada efek buruk setelah berlari

    ReplyDelete
  3. Iya ya jadi tantangan tersendiri berolahraga lari di pantai itu karena lintasannya kan berupa pasir pantai yang bisa tiba-tiba basah. Senangnya Mbak Lidya bisa liburan ke Anyer :)

    ReplyDelete
  4. keren banget mbak punya pengalaman lari di tepi pantai. tantangannya luar biasa ya, gak seperti lari di jalan beraspal. jadinya malah pengalaman unik ya. Btw senang ya bisa rekreasi bersama keluarga, sehat selalu mbak

    ReplyDelete
  5. Langsung kubayangin aku yang lari-larian dipantai sambil nyanyi dong biar kayak orang india wkwkww.. Jaman healing dimana-mana kayak gini emang kayaknya wajib ke pantai, lagian siapa juga yang anggep mbak Lidya galau, gak pernah galau deh kayaknya orang satu ini, bahagia terusss.. pantesan anaknya juga pinter. Kok jadi merembet kemana-mana ya.. kirain abis lari-larian gak mandi lagi. Oh ya.. tanya dong, mandi air laut bisa bersih gak hahahaha

    ReplyDelete
  6. Seruuu ya mbaa fit lari di pantai, apalagi di pasir kering berasaa banget lebih beratt yaa. Ternyata kalori yang terbuang lebih banyak ya lari dipantai.

    ReplyDelete
  7. Banyak hal yang bisa dilakukan di pantai termasuk olahraga lari ya. Nyaman banget tuh berlari di atas pasir yang lembut tanpa alas kaki. Cari keringat sekaligus menyehatkan..

    ReplyDelete
  8. kalo diliat feed mba lia banyak olah raga ya...seneng banget lari. Pantes keliatan fresh dan langsing..

    lari dipantai memang punya tantangan..tapi serunya juga beda..

    ReplyDelete
  9. Wah Anyeeer terkahir kesini tahun 2019 kalau nggak salah hehe. Saluut bisa lari di pantai liid, lah aku kalau jalan di pantai aja serasa berat yaa šŸ˜

    ReplyDelete
  10. Senangnyaaaa yang bisa lari di pantai! Envy!
    Aku kalo di pantai juga ga mentas mentas, Lid, seneng banget menikmati laut lepas nan luas dengan pemandangan tak terbatas!

    ReplyDelete
  11. AKu juga kemarin ke pantai, kak Lia..
    Dan gak kepikiran buat lari, huhu..segini magernya akutu... masa pengen badan langsing kaya kak Lia yaa..?!?

    Penasaran sama aplikasi Strava ini deh..
    Rasanya aku bakalan seneng kalo tahu target terukur berlari. Tapi kudunya kompak sama suamik yaa..biar ada temen lari.

    ReplyDelete
  12. Kalau aku dulu lari di pantai buat ngejar ombak aja. Senang kalau bisa olahraga di pantai ya Mbk walau ada tantangan tersendiri tapi happy ya

    ReplyDelete
  13. Lagi refreshing tetap kudu menjaga olahraga supaya tetap fit ya Mbak. Duh pengen banget nih lari sekalian liburan di pantai.

    ReplyDelete
  14. Aku pernah lihat orang lari di pantai, sempat mbatin "apa nggak capek ya" hahahaha. Karena kan larinya di pasir, pasti tantangan banget ya. Seru banget mbak, lari sambil refreshing, habis kari bisa main air

    ReplyDelete
  15. Wow saya belum berani sama tantangan olahraga lari mba hehehe. Asik ya lari di pantai asal pagi, udara laut yg banyak menganeung garam katanya bagus untuk paru-paru

    ReplyDelete
  16. Lari kepantai seperti penggalan puisi cinta di AADC 1 yah hehehehe. Udah lama ga ke pantai, kepikiran sih pengen ke anyer juga. Rindu.

    ReplyDelete
  17. semangat olah raga larinya keren banget mbak, salut deh dengan konsistennya buat olah raga lari bahkan di pantai, kalau saya ke pantai ya cuma duduk manis menikmati deburan ombak dan anak-anak yang mainan pasir :D

    ReplyDelete
  18. 4 kilo kalau jalan saya masih sanggup, tapi kalau lari? Hmm.. Sanggup ga ya? Udah mulai ngos2an. Mykn kalau dilatih sanggip kali ya kayak Mba Lia nih lari dipantai, pastinya lebih berat ya. Secara lari diatas pasir

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan berkomentar. Mohon maaf semua komentar di moderasi ya