Dipostingan mama Kinan yang berjudul Back After Mudik 2011, bercerita kalau Kinan kehilangan travel bagnya. Aku punya pengalaman yang memalukan dan sulit dilupakan namun bisa dijadikan pembelajaran buat kita aku khususnya.

Kejadiannya sudah agak lama,mudik 3 tahun lalu 2008 kita akan mudik lebaran di Semarang. Saat itu aku,suami dan Pascal (Alvin belum ada) naik damri dari Bekasi menuju Bandara Soeta. Setibanya di Terminal 2F aku turun menggendong Pascal, sementara suami sambil menggendong backpack berisi notebook mengambil koper di bagasi Damri. Dari rumah koper itu sudah aku berikan tanda berupa gantungan hadiah dari Indomart.

Setelah turun, aku menuju A&W,saat itu aku tidak berpuasa dan membeli makanan untuk dimakan. Saat itu belum boarding,aku melihat ke arah koper kita, warnanya sama tapi kok sepertinya ada yang aneh. Aku amati lagi betul saja koper itu tandanya berbeda, bukan tanda yang aku berikan melainkan tanda tali rafia. Wah langsung panik tuh trus tanya suami itu koper siapa.

Dalam keadaan seperti ini, memang aku dituntut untuk berfikir cepat, tanpa pikir panjang aku menyetop taksi,untungnya suamiku langsung mengikuti. Aku minta sopir taksi mengejar Damri asal Bekasi. Berhubung sudah jeda beberapa menit kita kehilangan jejak. Aku turun menuju loket damri, dan diberikan nomor telp pusatnya Damri, tapi kita ditanya nomor damrinya.Ini suatu kesalahan juga karena kita sama sekali tidak tahu.
gambar tas diambil dari google, tapi tas ini sama seperti punya pascal

Allhamdulillah sopir taksinya punya ide untuk membawa kita ke pullnya Damri di Bandara Soeta. Suamiku bertanya disana, ternyata sudah ada yang melaporkan bahwa ada yang kopernya tertukar. Akhirnya kita tunggu disitu hingga Damri yang tadi kita naiki tiba disitu. Kita bertemu dengan bapak-bapak yang akan mudik ke Kalimantan. Allhamdulillah mereka tidak marah,setelah kita minta maaf. Untuk menebus rasa bersalah kita memintanya naik ketaksi dan mengantarkannya ke terminal tujuan beliau.Untungnya waktu keberangkatan pesawatnya masih ada 1 jam lagi.

Semoga kejadian ini hanya kita saja yang mengalaminya ya,untuk teman-teman yang lain semoga lebih perhatian. Dari kejadian ini pada saat mudik kemarin,selain diberi tanda pada kopernya aku juga menuliskan nama dan nomor ponsel dibelakang koper.Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, jadi bisa langsung saling menelpon. Aku juga tidak lupa selalu mencatat nomor damri,nomor polisi, pokoknya semua informasi yang aku anggap penting