Kata "MUDIK" sudah lama aku dengar, tapi mengalami mudik itu sendiri ketika aku sudah menikah. Pertama kali aku mudik ke Semarang pada tahun 2006, mudik lebaran pertamaku juga dengan Pascal ke tempat mertuaku.

Dalam perjalanan mudik ini ada suka dan dukanya ternyata. Sukanya tentu saja bisa berkumpul dengan saudara di hari raya Idul Fitri, dimana kita bisa bertemu satu tahun sekali. Apalagi kita mudik menggunakan kereta atau pesawat jadi tiket harus sudah dipesan jauh hari sebelumnya. Untuk mudik tahun 2013 saja aku sudah punya tiketnya loh, mudah-mudahan panjang umur dan diberikan kelancaran.

Dalam menyambut hari idul fitri aku pernah mengalami takbiran dijalan selama dua kali. Karena tiket sudah dibeli jauh hari sebelumnya jadi kita jalani saja keadaan ini. Allhamdulillahnya masih kekejar kok sholat Ied disana.

Yang pertama waktu tahun 2009 ketika pemerintah memundurkan tanggal Idul Fitri, dan yang kedua pada tahun 2011 ketika tanggal Idul Fitrinya dimajukan. Kebetulan keduanya kita naik kereta api jadi kita malam takbiran di kereta api. Tanpa mengurangi makna dari hari lebaran semua penumpang tetap rela dan ikhlas menghadapinya.

Semoga lebaran tahun 2013 tidak dimajukan, kalau tidak kita akan berlebaran dijalan kali ini karena  ditanggal itu Insya Allah kita ada dibandara menuju Semarang.

Tulisan ini diikutsertakan pada Kontes Kenangan Bersama Sumiyati-Raditcelluler