"Ade, ini kenapa lututnya kok luka gini sih?" tanya saya pada Alvin pulang sekolah, eh dia malah jawab "Aku jatuh tapi gak apa-apa gak usah diobati nanti perih!" katanya.




Namanya luka kadang memang tidak bisa dihindari walaupun sudah berhati-hati apalagi pada anak-anak yang banyak melakukan aktivitas gerak di mana pun baik di sekolah maupun rumah. Kebanyakan anak enggan diobati bahkan merasa takut dan paranoid ketika akan obati karena tidak bisa menahan rasa sakit dan perihnya.


Ada gak sih pengobatan yang gak bikin perih dan ga buat anak takut kaya gitu?


Semua rasa penasaran saya akhirnya terjawab ketika menghadiri Edukasi Perawatan Luka pada event Woundcare Talk - Blogger Gathering yang diadakan oleh Halodoc dan Hansaplast di Eighty Nine, Jakarta  (11/3) lalu. Berikut ini ilmu yang saya dapatkan dari gathering tersebut. (Oh ya event ini saya hadiri sebelum diberlakukan phisycal distancing ya)

Cara Merawat Luka 

Pernah dengar mitos-mitos mengenai perawatan luka gak? Mungkin teman-teman ada yang pernah mendengar jika luka obati saja pakai air liur orang tuanya, atau di kasih kecap, mentega dan lain-lain. Lho, ini mau diobati atau mau buat kue sih :)



Luka itu intinya harus dalam keadaan bersih supaya tidak infeksi dan tidak terjadi korengan, malu dong kalau terlihat ada bekas-bekas koreng di kulit. Jika luka diobati dengan benar tidak seharusnya muncul koreng! begitu kata dokter dr. Adisaputra Ramadhinara, CWSP, FACCWS  yang dikenal sebagai dokter luka dan mendapatkan sertifikasi dari American Board of Wound Management sebagai Certified Wound Specialist Physician yang hadir pada acara tersebut.


Dokter Adisaputra Ramadhinara adalah pemegang rekor muri untuk dokter spesialis luka pertama dan satu-satunya di Indonesia sejak tahun 2014.

Menangani luka itu mudah, langkah-langkahnya juga sudah banyak kalau di googling. Tapi masalahnya apakah semua orang akan ingat dan mempraktikkannya ketika mengalami luka pada dirinya maupun keluarganya? Mudah-mudahan melalui postingan ini bisa selalu mengingatkan saya atau siapa pun yang membacanya agar bisa menangani luka dengan benar, melalui tiga cara mudah yaitu :


1. Dicuci menggunakan air mengalir pada kran paling tidak selama 15 menit agar kotoran hilang
2. Dibersihkan dengan cairan antiseptik yang mengandung PHMB
3. Ditutup menggunakan penutup luka untuk yang tepat untuk mengurangi infeksi


Ada anggapan bahwa luka yang dibiarkan terbuka akan cepat sembuh dan kering padahal hal tersebut malah memperlambat penyembuhan dan berisiko terjadinya infeksi karena adanya kotoran yang masuk. Manfaat lainnya dari menutup luka adalah supaya bagian kulit yang luka tetap lembab dan bisa beregenerasi normal kembali serta meminimalkan rasa sakit.

Lakukan tiga hal mudah untuk menangani luka jangan lupa untuk mengganti plester sehabis mandi dengan membersihkannya kembali.  dr. Adisaputra

Rangkaian Produk Perawatan Luka



Nah, untuk membantu perawatan luka, Hansaplast punya rangkaian produk berkualitas hal tersebut dijelaskan oleh Tessa Indira Putri, Junior Brand Manager Hansaplast.

Hansaplast Spray Antiseptik


Hansaplast Spray Antiseptik ini berguna untuk membersihkan luka. Cara penggunaannya pun mudah dan cepat serta yang paling penting gak pake perih. Selain itu larutan spray ini gak berwarna sehingga tidak menodai pakaian ketika disemprot.

Hansaplast Spray Antiseptik ini bisa digunakan untuk membersihkan berbagai luka seperti luka baret, sayatan, luka bakar ringan, dan luka lecet yang terbuka sehingga dapat melindungi luka dari infeksi secara efektif. Cara penggunaannya pun mudah dan cepat serta yang paling penting gak pake perih karena mengandung PHMB.


Penggunaan antiseptik untuk membersihkan luka bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme dan membunuh kuman. Antiseptik dengan PHMB (Polyhexamethylene biguanide) selain bisa membersihkan luka dan merawat luka juga mengurangi rasa perih. dr. Adisaputra  

Plester



Tutup luka dengan plester untuk penyembuhan kulit lebih cepat agar struktur kulit yang sehat dapat pulih kembali tanpa gangguan. Dulu mungkin banyak orang membiarkan luka terbuka dengan tujuan supaya dapat lebih cepat kering dan sembuh. Padahal menutup luka berarti melindungi luka dari pengaruh eksternal dan mencegah kontaminasi serta infeksi. Selain itu dengan menutup luka bisa mengurangi rasa sakit dan membuat kita lebih nyaman.

Hansaplast punya beberapa produk plester yang dapat menutup luka baik yang Elastis terbuat dari kain, plester bergambar karakter untuk anak, kedap air seperti plester Aqua Protect, plester plastik maupun plester transparan.

Hansaplast Wound Care Ointment




Produk salep dari Hansaplast ini bisa membantu mempercepat proses penyembuhan luka* pada kulit terbuka dan kulit yang rusak. Ternyata area kulit yang luka tersebut harus senantiasa lembab supaya bisa mempercepat proses penyembuhan luka. Hansaplast Wound Care Ointment ini memberikan lapisan berongga untuk melindungi luka dan mencegah luka mengering yang bisa menyebabkan koreng.

*dibandingkan dengan luka yang tidak dirawat    


Pengalaman Menggunakan Perawatan Luka Hansaplast


Pengalaman perawatan luka menggunakan Hansaplast juga diungkapkan oleh Tyna Kanna Mirdad, ibu dari dua orang putri, istri dari Kenang Kanna Mirdad atau menantu dari Lidya Kandou. Tyna bilang sebelumnya kedua putrinya yang aktif takut lukanya diobati karena takut perih. Tapi semenjank diberikan pengertian kalau menggunakan Hansaplast Spray Antiseptik itu gak pake perih mereka pun semangat untuk diobati lukanya apalagi ada plester yang bergambar kartun-kartun kesukaan mereka.

Pengalaman merawat luka juga sudah saya lakukan di rumah baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Penting banget punya rangkaian produk perawatan luka dari Hansaplast.




Pada event Wound Care Talk, kami juga melakukan aktivitas mewarnai dan menggambar pouch yang hasilnya boleh dibawa pulang sebagai tempat produk perawatan luka di rumah.





Nah, saya sudah punya rangkaian produk untuk perawatan luka, kamu sudah sedia juga belum? kalau gak sempat cari ke apotek atau supermarket bisa beli di Halodoc aja lebih praktis karena produknya akan langsung ke rumah. Caranya gampang tinggal download saja aplikasi Halodoc di smartphone dengan sistem operasi Android maupun iOS.

Pembelian obat di Halodoc bisa menggunakan payment gateway dari Halodoc yaitu Halodoc Wallet, Gopay, dan Kartu Kredit.