Berbuat Baik, Manfaatnya Buat Siapa? Cari Tahu Lewat Kampanye Berbagi Kebaikan. Berbagi kebaikan bisa bikin happy, bener gak sih? Buat kalian yang suka berbagi pasti bisa merasakannya, tapi perasaan bahagia itu bukan cuma untuk pemberi saja lho, melainkan mereka yang menerima pun bisa ikut happy. Mungkin kita merasa kecil apa yang telah diberikan, tapi akan terasa besar buat penerima. Untuk itu berbuat baik harus ditanamkan sedini mungkin termasuk pada keluarga dan anak-anak.

Berbagi Kebaikan




Menanamkan Keterampilan Sosial Sejak Dini


Kalau ngomongin soal anak, mereka ini makhluk kecil yang pintar lho dan sukanya meniru orang dewasa di sekitarnya, baik itu orangtua, keluarga atau pengasuhnya. Ibaratnya spons, mereka bisa menyerap apapun yang dilihat secara langsung. Makanya perlu sekali menanamkan keterampilan sosial sejak dini pada anak.

Di sekolah anak saya suka diadakan infaq Jumat misalnya, atau ada penggalangan dana untuk korban bencana atau hal lain termasuk kedukaan dari orangtua teman-temannya seperti meninggal dunia.

Berbagi kebaikan di sini gak hanya harus menggunakan uang kok, tapi anak-anak juga bisa diajarkan lewat cara lain seperti berempati terhadap sesama, menolong membawakan barang atau apapun yang bisa meringankan beban orang lain. Lewat berteman pun keterampilan sosial bisa terbentuk.

Jadikan Rambut Sehat Sebagai Kekuatan .png



Bertepatan dengan Hari Anak Internasional yang jatuh setiap tanggal 1 Juni, Lifebuoy ingin mengajak keluarga Indonesia untuk berbagi kebaikan dan membekali anak-anak dengan nilai kebaikan sejak dini lewat hybrid event yang bertema "Lifebuoy Shampoo Menginspirasi Keluarga Indonesia Menjadikan Rambut Sehat Sebagai Kekuatan untuk Berbagi"

Nah, untuk bahas mengenai psikologi anak, hadir mbak Anna Surti Nina. Mbak Nina ini bilang selama pandemi anak-anak banyak yang mengalami penurunan keterampilan sosialnya. Hal tersebut karena tidak adanya kerjasama dengan teman-temannya di sekolah dan tidak bisa belajar saling bantu satu sama lain secara real. Keterampilan sosial itu perlu praktik bukan cuma teori saja.

Begitu pula pengalaman yang disampaikan oleh Mona Ratuliu, selama belajar online di rumah, Mona selalu berusaha menjadi teman anak-anaknya tapi tidak bisa menggantikan peran teman seutuhnya karena bagaimanapun anak juga butuh teman secara nyata.


Perlunya Stimulasi Keterampilan Sosial


Alhamdulillah saat ini aktivitas sudah bisa berjalan kembali normal, meskipun status pandemi masih ada. Anak-anak pun sudah mulai bersekolah kembali. Senangnya mereka bisa bertemu teman sekolahnya, belajar, bermain, dan melakukan aktivitas seperti dulu lagi.

Ternyata 2 tahun lamanya sekolah secara daring, membuat beberapa anak belum bisa kembali keterampilan sosialnya, untuk itu perlu stimulasi dari pihak orangtua maupun sekolah.

Menurut mbak Nina, pihak sekolah bisa menstimulasi dengan belajar secara berkelompok, dengan tujuan anak-anak bisa saling interaksi dan mengembangkan keterampilan sosialnya tersebut. Dengan kerja kelompok di kelas, mereka juga dapat melatih komunikasi sesama temannya.

Cara lain untuk menstimulasi anak-anak adalah dengan membantu orang lain dan berempati. Dengan cara mudah kita bisa membantu orang lain. Cocok sekali dengan kampanye yang sedang diadakan oleh Lifebuoy nih, gak cuma orangtua yang bisa berpartisipasi tapi bisa mengajak anak-anak juga ikutan.


3 cara donas



3 Cara Kampanye Berbagi Kebaikan 



Siapa sih yang gak kenal dengan Lifebuoy Shampoo yang merupakan produk dari PT Unilever Indonesia ini? Sejak dulu sepertinya produk tersebut sudah kita gunakan secara turun menurun.

Kali ini Lifebuoy Shampoo bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) ingin mengajak kita berbagi kebaikan untuk berempati kepada para pejuang kanker di Indonesia lewat donasi rambut untuk dijadikan wig. 

Di sini orangtua juga bisa sekaligus mengajarkan anak-anak untuk merawat mahkota yaitu rambut agar tetap sehat dan bersih. Karena teman-teman lainnya yang menderita sakit kanker bisa kehilangan rambutnya efek dari pengobatan yang mereka lakukan. Hal tersebut akan mengakibatkan dampak psikologis pada penderita.

Menurut Dokter Siti Annisa dari YKI, seorang penderita kanker itu tidak hanya memerlukan pengobatan fisik sana namun juga non fisik. Jika pengobatan fisik dilakukan oleh dunia kedokteran, sebaliknya kalau pengobatan non fisik ini bisa didapatkan dari siapapun yang berempati termasuk kita semua lewat donasi rambut palsu atau wig.

Kenapa perlunya donasi rambut untuk para penderita kanker? Menurut Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM, FACP  ini merupakan salah satu kepedulian masyarakat dalam berempati supaya mereka bisa lebih semangat dan meningkatkan kualitas hidup para pejuang kanker.

Ada 3 cara untuk kita yang mau ikut serta kampanye Gerakan Berbagi ini, seperti berikut ini: 
 


Donasi Rambut Panjang atau Pendek Gak Masalah


Jika mempunyai rambut yang sehat dan kuat boleh lho ikut mendonasikan rambut panjang kalian untuk dijadikan wig.

Caranya mudah banget kok, sebelumnya cuci rambut terlebih dahulu dengan bersih menggunakan shampoo lalu dikeringkan dan kuncir dengan kuat dalam satu atau dua ikatan. Kemudian potong rambut yang akan didonasikan minimal 25 cm untuk pembuatan wig.

Potongan rambut tersebut bisa dikirim ke PO BOX LIFEBUOY BERBAGI KEBAIKAN JAKARTA 12000. Jangan lupa tulis nam, alamat, dan ponsel kalian ya.

Kalau gak punya rambut panjang gak bisa donasi rambut dong? Tenang, tetap bisa kok berapapun panjangnya rambut kalian bisa dikirimkan. Karena pihak Lifebuoy akan melakukan gramasi total rambut donasi tersebut untuk dikonversi menjadi wig rambut sintetis.



Donasi Lewat Kitabisa.com


Tapi buat teman-teman yang keberatan memotong rambutnya, tapi tetap ingin ikut berbagi kebaikan bisa juga ikut berpartisipasi lewat kitabisa.com. Platform crowdfunding ini akan mengumpulkan dana yang masuk untuk diberikan kepada YKI nantinya.

Berikut linknya! https://kitabisa.com/campaign/lifebuoy-berbagikebaikan


Pakai Produknya, Otomatis Ikut Berdonasi


Selain dua cara donasi di atas, kita juga bisa ikut berdonasi dengan pembelian Lifebuoy Shampoo varian Kuat & Berkilau limited edition ukuran 340ml. Dengan membeli produk tersebut otomatis kita sudah tercatat dalam donasi berbagi kebaikan.

Lifebuoy Shampoo




Pada acara launching kampanye Berbagi Kebaikan tersebut, Mona Ratuliu dan Nada putrinya juga ikut menyumbangkan rambutnya. Bahkan Mona juga mengajak geng-nya untuk ikut berpartisipasi. Tamu undangan yang datang pun turut serta donasi rambut yang dibawa dari rumah atau rambut dipotong langsung oleh hair stylist
di ruangan yang sudah disediakan

Kampanye #BeraniBerbagiKebaikan bersama Lifebuoy Shampoo ini hanya berlangsung dari tanggal 2 Juni - 1 Desember 2022. Yuk, ikut serta menyemangati pejuang kanker bersama keluarga menumbuhkan empati.