Innalillahi Wainnailahi Rojiun, Telah berpulang ke Rahmatullah Heidera Rosalia pada hari Kamis 24 Juni 2010 pada pukul 5.10. Semoga segala amal dan ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT.

Awalnya aku kenal Dera, dari suamiku (Dulu belum jadi suami), karena Dera teman kantor suamiku dulunya. Kadang-kadang chat juga sama Dera. Bahkan waktu kita nikah Dera dateng juga ke Cikampek. Kebetulan aku masih punya fotonya nih.

Dera berdiri tepat disamping aku

Yang mau aku ceritakan disini adalah tentang perjuangan nya Dera untuk memberikan ASI Exclusive untuk putri kedua nya Ula Azzura (4bulan) . Dera di karuniai dua orang anak yang pertama bernama Ghiza Nirwansyah.

Sewaktu mendapat kabar kepergian Dera aku lagi di Sasono Langeng Budoyo anter Pascal pensi, awalnya tidak percaya karena 2 hari sebelumnya Dera masih sempat menyapa aku di YM menanyakan Foto nya Alvin. Maaf kan aku yang tidak bisa melayat kerumah ya, semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan. Amiin
********Berikut email dari mbak Pipin dari Milis Sehat***********
Yang menceritakan perjuangan ASI nya Dera (thanks untuk sharingnya ya mbak)


Dear teman-teman,

seulas cerita mengenai kepergian dera untuk selama-lamanya.
(mod, maaf ya kalau OOT)

Selama saya berteman dan mengenal Dera, saya tahu bahwa dia tidak pernah ada riwayat sakit berat ataupun gejala2 sakit yang mengkhawatirkan. 2 minggu sebelum dera meninggalpun, saya sempat bertemu untuk memberikan ASIP saya buat anaknya, dera masih tampak sehat.

Tgl 22, Selasa Pagi dera mengeluh pusing. Dia berpikir bahwa dia tertular salesma dari giza (3 th) putrinya yg 1 minggu sebelumnya batpil. Dia tidak minum obat apapun untuk menghilangkan pusingnya dan hanya beristirahat.

Selasa siang, dia muntah, apapun yg dimakannya selalu keluar lagi. Sore hari, suami mengajaknya ke RS. Sesampainya di RS, dera hrs rawat inap dan masuk kamar perawatan.
Malam hari, tensinya drop, 40/70, dan dera hrs masuk ICU.
Berdasarkan keterangan ayahnya yang juga seorang dokter, hasil lab kacau, semua nilai diluar batas normal, sehingga sulit diambil diagnosa.
Hari rabu, kondisinya kritis. Namun dia masih sadar. Dan setiap saat masih minta pompa untuk memerah asi. Karena memang sebelum sakit, dera sedang berusaha mengembalikan kondisi ASI nya yg sedang drop.
Jadi dengan berbagai alat bantu yang menempel di badannya dia minta bantuan suster untuk memompa ASInya.

Rabu malam, kondisinya makin kritis. Organ dalam tubuhnya seperti ginjal, hati mulai tidak berfungsi. Jarum infus sangat sulit dimasukkan ke dalam nadinya, sehingga tangannya banyak bekas tusukan jarum infus. Saat -saat seperti itu dia masih sadar, dan dia masih sempat menanyakan ke suaminya mengenai stok ASIP untuk danisa babynya yg berumur 4 bulan dan meminta suaminya untuk mencari donor asi.

Kamis jam 4 pagi dia mengeluh sesak napas, dan masih meminta pompa asi, untuk saat ini dia ingin memompa sendiri. Namun kondisinya yg tidak memungkinkan tsb, membuat dia tidak berhasil melakukan itu.
Jam 4.30, dia mengeluh tidak kuat dan makin sesak, jam 5.10 dia memejamkan mata untuk selamanya.

Sampai dera meninggal, dokter tidak berhasil memberi diagnosa apapun, karena hampir sma fungsi organ gagal.

1 hari setelah pemakaman, suami masih belum bisa diajak bicara mengenai kelanjutan nasib giza dan denisa putrinya, namun dari informasi mbak yg mengasuh denisa, stok ASIP dr saya masih ada dan ibu dari dera akan tinggal disitu untuk mengasuh cucunya.

Sekali lagi mohon doa dari teman-teman, dan jika suatu saat yang mohon bantuan donor asi buat danisa, saya berharap kesediaaanya.

Buat Moderator... terima kasih karena telah memberi kesempatan pada dera buat bergabung di milis ini.

Teriring doa buat dera....
pipin
Mama anis + aera