Allhamdulillah sudah memasuki hari kedua dibulan september, kita masih berada di Semarang. Postingan kali ini dan beberapa postingan kedepan mengenai mudik ya, baik mengenai perjalanannya maupun kulinernya.

Mendengar istilah nasi ruwet pertamakali aku merasa aneh. Istilah ini aku dengar waktu pertamakali mudik ke Semarang setelah menikah. Aku diajak makan mie jowo, ada menu nasi gorengnya juga. Mencicipi mie jowo ternyata enak, nasi goreng aku juga suka. Di waktu yang lain aku bingung menentukan pilihan antara mie jowo atau nasi goreng. Lalu suamiku menawarkan keduanya, loh emang boleh ya? ternyata boleh dan itu dinamakan nasi ruwet. Kebiasaan ini terbawa hingga ke bekasi, kalau beli nasi goreng aku minta dicampur mie, walaupun harga beda tidak masalah yang penting aku bisa merasakan keduanya.



Yang paling terkenal didekat rumah mertuaku adalah Bakmi jowo Pak Gareng yang berada di Jl. Wot Gandul Dalam No. 173 Semarang. Antriannya banyak, kadang kalau malas aku cari ditempat lain  yang sama-sama enak. Yang membuat aku suka adalah dimasaknya menggunakan tungku dari tanah liat jadi memiliki aroma khas dan mengundang selera.


DiBakmi Jowo ini biasanya disediakan sate, yang boleh dimasak bersama pesanan ataupun dibakar. Tapi ada satu yang menarik buat aku, namanya KEKIAN UDANG. awalnya aku gak tau ini jenis makanan apa, setelah dimakan enak ternyata, Alvin juga suka :)


Aku penasaran mencari tahu tentang kekian udang ini, dan berhasil menemukan gambar serta resepnya di blognya mbak Astri. Cara membuatnya cukup mudah, Insya Allah nanti aku praktekan kalau sudah pulang ke Bekasi.
Gambar Kekian udang aku ambil dari blognya Mbak Astri