Keseharian Pascal dan Alvin banyak dihabiskan bersamaku dirumah. Tentu saja keuntungannya aku bisa memantau dan mengontrol secara langsung apa saja yang mereka kerjakan. Masalah kesehatan dan makanan aku agak strict terhadap mereka. Wajar dong sebagai ibu aku mau anak-anak sehat.

Aku paling rewel terhadap makanan yang mengandung MSG atau Monosodium Glutamat. Dari berbagai sumber MSG ini tidak baik untuk kesehatan apalagi bila dikonsumsi sering oleh anak-anak. Memang sih dengan menggunakannya rasa makanan akan terasa sedikit lebih gurih dan enak. Tapi aku sendiri jika makan snack yang mengandung MSG akan berasa pusing dan tenggorokan sakit.

Karena kebiasaan ini Pascal jadi tahu sendiri apa yang boleh dimakan dan tidak. Kalau membeli makanan di mini market dia akan membaca komposisi yang terkandung didalamnya. Bahkan sekarang kalau dia menerima snack dari temannya yang sedang berulang tahun, ada makanan ringan sejenis chiki sudah pasti tidak akan dimakannya. Semoga Alvin pun bisa demikian.

Tidak mudah mengajarkan hal ini kepada anak, apalagi disekeliling kita tidak mendukung. Terkadang ada teman atau keluarga yang memberikan makan tersebut pada anak kita. Biasanya aku tolak dengan halus, bahwa anakku tidak boleh makan itu. Ada yang mengerti dan banyak juga yang tidak mengerti. Bahkan ada juga yang bilang sama anak jangan terlalu ketat nanti jadi penyakitan.

Tips dariku agar peraturan yang kita buat bisa berjalan :
  • Bekerja sama dengan suami dalam hal ini suami.
  • Beri penjelasan yang baik pada orang tua kita dalam hal ini kakek dan neneknya anak-anak.
  • Berikan pengertian pada anak-anak kenapa mereka tidak boleh memakan snack tersebut.
  • Kalau sudah termakan oleh anak, berikan pengertian lain kali lebih memilih lagi dalam menerima makanan.
  • Terima makanan yang diberikan orang lain, tapi simpan saja dulu agar yang memberikan tidak tersinggung. Menjaga sopan santun.
Semua ini aku lakukan demi kesehatan keluarga dengan demikian bisa membangun masa depan untuk negara juga bukan :). Allhamdulillah orang tuaku mengerti keinginanku, terkadang mereka bertanya dulu padaku apakah boleh menberikan makanan ini.Semua bisa dilakukan karena terbiasa.




Tulisan ini ditulis untuk mengikuti lomba blog yang diselenggarakan oleh Liza Fathiariani dan disponsori oleh Blogdetik , Kamoe Publishing Forum Lingkar Pena Aceh , Piyoh Design , Rise Up Coffeehouse, Kedai Bandar Buku, falyadesign.com | Your Design Partner”