Ini adalah cerita perjalanan mudik kami ke Semarang, belum telat kan untuk ditulis :) Tahun ini adalah full kami menjalani ibadah puasa di rumah, hanya hari terakhir bebuka puasanya di Semarang. Tahun-tahun sebelumnya pasti sudah pergi ke Cikampek ataupun ke Semarang duluan. Berbeda menjalani puasa dirumah sendiri dan dirumah keluarga terutama Aa (mulai saat ini aku akan menuliskan Aa untuk sebutan Pascal dan Ade untuk Sebutan Alvin sebagaimana dipanggil dirumah). Kalau dirumah Aa bisa aku kontrol makan sahur dan berbuka puasanya sesuai dengan kesukaan dia.

Sehari sebelum tanggal 7 tepatnya tanggal 6 aku sudah menyiapkan keperluan yang akan di bawa ke Semarang. 1 koper besar yang berisi pakaian kami berempat dan 1 koper kecil yang berisi 2 buah laptop yang pada akhirnya disana tidak dipakai sama sekali :). Tiba-tiba malam rabu Nely bundanya Adam mengabarkan agar aku pergi lebih cepat ke bandara. Kami memang membeli tiket pesawat promo Garuda bulan september lalu bersama-sama. Katanya ada sistem baru jadi ada beberapa tiket yang tidak terdaftar, Allhamdulillah sih Nely bisa tetap pergi ke Surabaya. Tapi semalaman itu aku tidak bisa tidur taku ada apa-apa, sambil berdoa seoga diberikan kelancaran.


Tepat hari rabu kami pergi jam 7.30 menggunakan taksi dari rumah menuju badara Soeta, sekitar 45 menit sudah tiba dibandara saat itu jalanan sepi sekali. Andai tiap hari Jakarta lenggang seperti itu asyik sekali. Makin deg-degan setibanya di bandara, aku sudah siapkan jurus-jurus tertentu salah satunya akan mentwit penerbangannya juga Pak Dahlan Iskan hehehe apa hubungannya coba ya. Allhamdulillah ketika check in tidak ada masalah apa-apa hanya diminta bayar airport tax karena tiket yang kami beli bulan september belum termasuk airport tax. Lega rasanya saat itu langsung kami menunggu diruang tunggu, biarlah menunggu lama di bandara daripada ada hal-hal yang tidak diinginkan kalau perginya mepet waktu.

Saat kami duduk tiba-tiba saja Pak Dahlan Iskan lewat, Masya Allah tadi baru saja aku berfikiran akan mention beliau sekarang malah bertemu langsung orangnya. Aku langsung memberitahukan Aa kalau itu Pak Dahlan Iskan, kebetulan beliau mendengar dan mengangguk kearah kami sambil tersenyum. Ternyata Pak Dahlan Iskan ramah juga ya.


Bergaya sebelum masuk ke ruang tunggu

Ade minta di foto dengan latar belakang pesawat
Aa asyik main game di Pesawat, Ade asyik minum susu sambil nonton dilm kartun. Aa masih puasa jadi gak dikasih susu
Selama menunggu kegiatan diisi dnegan bermain game di tab, sengaja kami membolehkan main masing-masing pegang satu takutnya bosan menunggu berjam-jam di bandara. Mereka juga senang mendapat mainan beruba mobil-mobilan masing-masing satu. Pokoknya penerbangan saat itu sangat memuaskan walaupun awalnya agak deg-degan.