Selasa lalu aku diundang Makmin KEB untuk menghadiri buka bersama yang diadakan oleh Rinso di Balai Kartini, Jakarta. Mata masih sepet kok tumben ada bunyi message di hp langsung aku baca padahal biasanya bablas tidur :) . Pagi itu di hubungi Mak Sumarti Saelan, awalnya aku tolak tapi akhirnya aku menyanggupi untuk datang ke acara tersebut. Ternyata undangannya untuk keluarga jadi boleh bawa anak-anak dan suami. Allhamdulillah diberi ijin oleh suami.

Acara tersebut dimulai jam 15.30 tapi karena takut macet dan terlambat aku berangkat dari rumah lebih awal sekitar jam 14.30. Aku berangkat bertiga dengan Pascal dan Alvin, suamiku akan menyusul ke lokasi setelah pulang kerja. Sampai di Balai Kartini sekitar jam 15.00 masih lama dih jadi bisa lihat-lihat panitia yang sedang sibuk menyiapkan acara tersebut. Oh ya setelah mengisi buku tamu yang disediakan undangan dipersilahkan untuk menulis harapan pada selembar kertas bergambar baju yang akan ditempelkan pada Wall of Hope. Nantinya akan dipilih harapan-harapan terbaik yang akan mendapatkan hadiah.



Setelah mengisi harapan dan menempelkan pada wall of hope undangan dipersilakan masuk dan duduk ditempat yang sudah disediakan. Masing-masing kursi sudah disediakan snack box untuk membatalkan buka puasa nantinya.

Acara ini merupakan puncak acara yang di adakan oleh Rinso setelah beberapa waktu yang lalu berhasil mengumpulkan pakaian lama yang masih layak pakai untuk disumbangkan ke 10 yayasan Panti Asuhan dan lainnya. Terkumpul 10.000 pakaian yang sudah di cuci terlebih dahulu menggunakan rinso sebelum dibagikan. Acara ini dihadiri oleh anak-anak yatim piatu, undangan dari KEB, Facebook juga rekan media.

Sebelum acara dimulai ada puppet show yang diselenggarakan oleh panitia untuk anak-anak yatim piatu dari Thariqul Jannah yang berasal dari Taman Narogong Indah Bekasi. Anak-anak antusias sekali mendengarkan cerita yang disajikan. Tak lupa ada bagi-bagi hadiah bagi mereka yang bisa menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan cerita yang sudah ditampilkan. Ada sekitar 4 cerita yang disajikan.


Tepat jam 15.30 acara dimulai yang di bawakan oleh MC (namanya lupa) yang ditemani oleh Teuku Wisnu sebagai brand ambassador Rinso. Ibu Hira Triadi sebagai Marketing Laundry Category Unilever memberikan sedikit sambutan. Menurut beliau pakaian merupakan kebutuhan primer manusia dimana pakaian yang dipakai selalu mempunyai cerita dari hidup yang kita alami. Pakaian yang bersih juga menjadi faktor utama bagi anak-anak agar bisa mengekplorasi dunianya. Alasan itulah kenapa Rinso mengumpulkan pakaian lama untuk cerita baru. Secara simbolis juga Ibu Hira memberikan santunan dan baju lama ini kepada anak-anak. Juga memberikan donasi 1o mesin cuci dan produk rinso selama 1 tahun kepada panti atau yayasan yang sudah dipilih.

Acara hiburanpun ditampilkan oleh anak-anak Kandang Jurang Doank yang menyanyikan dan menarikan lagu-lagu anak seperti tik-tik, balaonku, pok ame-ame dan lain sebagainya.

Selanjutnya diberikan hadiah kepada pemenang Wall of Fame yangs udah ditulis oleh undangan, media maupun anak-anak yayasan Thariqul Jannah. Sebelum acara di mulai semua anak-anak diminta menuliskan sebuah cerita yang berisi tentang harapan mereka nantinya. Ada 5 pemenang yang dibagikan hadiah masing-masing mendapatkan beasiswa pendidikan dimulai dari 500 ribu rupiah hingga 2.5 juta rupiah kepada pemenang pertama. Terpilih sebagai pemenang juara pertama adalah Tia Nugraha dimana Tia menuliskan pengalamannya sewaktu sakit dulu yang ditolak oleh beberapa rumah sakit karena tidak mempunyai uang jaminan. Dari situ Tia bercita-cita ingin menjadi dokter dan berharap bisa mendirikan rumah sakit untuk menolong orang-orang yang tidak mampu.

Sebelum waktunya berbuka puasa, acara diisi Kultum yang dibawakan oleh KH. Othman Shihab M. Ag. LC sayang aku tidak bisa mengambil beberapa foto dalam acara ini karena Alvin tidur dipangkuanku. Dalam Kultumnya disampaikan mengenai Musa yang diminta naik ke bukit Tursina. Allah bertanya kepada Musa bagaimana cara beliau bersyukur kepadaNya. Musa menjawab sholat untuk Mu, Puasa Untuk Mu, Berhaji unntuk Mu dan Sholat malam serta menangis Untuk Mu. Allah berkata bahwa semua kebaikan yang sudah Musa lakukkan adalah untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. Allah juga memberikan contoh tadna bersyukur yaitu dengan cara memberikan pakaian pada anak-anak yatim, perhatikan janda-janda tua, menyambung tali silaturahmi dan jangan lupa untuk memperhatikan anak yatim. Hidup itu harus bermanfaat, celaka bagi mereka yang sholat tapi tidak bermanfaat hidupnya. Kira-kira begitulah isi kultumnya, mohon maaf jika ada kesalahan itu adalah kesalahanku semata dalam mendengar dan menuliskannya disini.

Waktunya berbuka puasa ditandai dengan Adzan Magrib. Semua membatalkan puasa dengan snack box yang sudah disediakan. Setelah itu dipersilakan sholat magrib ditempat yang sudah disediakan dan makan malam. Seperti biasa belum afdol rasanya kalau emak-emak bertemu belum berfoto :)

Foto bersama makmin KEB dan pihak dari Rinso
Setelah sholat dan makan malam ada sedikit acara persembahan dari anak-anak Kandang Jurang Doank lagi yang menyajikan medley lagu-lagu daerah. Oh ya acara ini juga dihadiri Mbak Fira Basuki loh, kebeteluan saat itu duduk dibarisan depan aku. Sebenarnya aku sudah bertemu beliau 3 kali tapi tidak pernah berani untuk minta fotonya. Saat itu juga aku ragu-ragu akhirnya Fira keluar ruangan untuk pulang. Karena sudah jam 7 kami juga memutuskan pulang tidak menunggu hingga acara berakhir. Ternyata di pintu keluar aku melihat Fira Basuki masih berdiri disana langsung saja aku tidak menyia-nyiakan minta foto bareng hehehe gak apa-apa deh di bilang norak. Aku memeang ngefans sama buku-bukunya Fira Basuki, suamiku juga tahu makanya mau dimintai tolong memoto kami.


Setelah foto bersama Fira, kami pulang dan menukarkan kupon goodie bag. Wah ternyata dapat goddie bag banyak banget nih. Lumayan gak beli rinso dulu hehehe. Eh ada buku Cerita di Balik Noda juga nih sayangnya aku udah punya, jadi bukunya aku berikan pada temanku.