Postingan kali ini tentang kunjungan kami  ke Jogjakarta November 2014 lalu, baru sempat diposting sekarang karena ada musibah waktu itu . Jadi kalau ada hal-hal yang berubah mohon di maafkan ya. Sebetulnya diawal jalan-jalan ke Jogja gak punya rencana untuk wisata ke lereng Merapi. Tapi saat kami menyewa mobil seharian untuk mengunjungi Borobudur, dan Prambanan, Pak sopirnya menawarkan wisata lereng Merapi yang kebetulan sejalur. Akhirnya kami menyetujui ajakannya. Dan ternyata wisata lereng Merapi ini yang paling disukai dan berkesan untuk anak-anak, apalagi Aa. Kata suami ternyata Aa sukanya wisata adventure seperti ini. Jadi tidak salah saat kami memutuskan untuk ke Merapi.

Untuk menuju ke lereng Merapi menurut informasi yang saya dapatkan dari pak sopir bisa melalui dua tempat. Kami ke lereng melalui Kaliurang, tepatnya Tlogo Putri. Untuk menuju ke lereng Merapi kita harus naik Jeep yang bisa di sewa disana. Penyewaan sudah termasuk sopir dan sekaligus guide turnya. Jeep yang kami naiki jenis Jeep Willys.

Pengunjung bisa memilih paket tour yang tersedia yaitu :
  • Short.
  • Medium.
  • Long.
  • Sunrise.
Karena kami kesana sudah agak sore maka mengambil paket short dengan biaya 300 ribu rupiah per jeep. Satu jeep bisa mengangkut 4-5 orang. Ini pertama kalinya kami naik Jeep loh. Aa dan Ade senang sekali. Oh ya sebaiknya saat mengunjungi lereng merapi bawa jaket ya karena udaranya di Jeep sangat dingin. Kalau mau mengunjungi desa tempat tinggal mbah Marijan sebaiknya ambil rute Medium atau Long.


Untuk rute tour short start dari terminal Tlogo Putri, kali kuning, mini museum, bukit petung, Kaliadem, bungker, desa jambu, batu wajah, desa bendo, Tempuran. Waktu tempuh kurang lebih 1.5 jam.

Wisata ini aman juga untuk anak-anak menurut saya, tapi sebaiknya membawa makanan dan minuman,khawatir nanti kehausan dan lapar dalam perjalanan. Walaupun di lokasi lava gunung merapi ada juga yang berjualan sebaiknya berjaga-jaga kan. Lebih enak lagi wisatanya sambil menikmati minuman Minuman Esprecielo jadi bisa menghangatkan badan di udara Merapi yang dingin.

Perjalanan pertama kami melewati jembatan kali kuning. Saat melintasi pemukiman yang tertutup oleh abu vulkanik gunung Merapi kami diberi masker masing-masing satu. Sepanjang perjalanan dipenuhi oleh abu dan pasir bekas erupsi gunung Merapi.

jembatan kali kuning

salah satu pemukiman penduduk yang terkena dampak abu vulkanik. Di sekitar situ juga ada mini museum yang beiris barang-barang yang terkena lahar panas.

Ini dikenal dengan Batu wajah. Karena kalau dilihat mirip dengan wajah manusia.

Sepanjang perjalanan banyak truk-truk pengangukut pasir.

Di bungker ini saya tidak berani masuk, yang masuk cuma suami an Aa