Bawa anak-anak ke pusat perbelanjaan harus punya extra perhatian pada mereka. Apalagi saat akan menaiki atau menuruni eskalator. Sudah banyak kejadian yang tidak diinginkan saya lihat di berita. Biasanya saya akan menyampaikan pada anak-anak agar lebih hati-hati dan tetap dekat dengan orang tua saat di eskalator.

Masalahnya anak-anak kebanyakan suka sekali turun naik eskalator. Selama ini sih saya tidak pernah membiarkan mereka turun naik sendiri, harus di dampingi. Kalau perginya berempat pasti pegang satu-satu. Tapi kalau hanya saya saja ya di gandeng dua-duanya.

Beberapa hal yang biasa saya beritahukan pada anak-anak saat di eskalator :
  • Jangan berdiri di pinggir eskalator.
  • Kaki berada di tengah-tengah tangga, jangan terlalu mepet ke belakang ngeri kejepit.
  • Masing-masing berada di samping saya atau suami.
  • Tidak loncat-loncatan di eskalator.
  • Kalau pakai sepatu bertali,pastikan talinya terikat dengan kencang supaya tidak menyangkut.
  • Usahakan tidak memakai sandal atau sepatu karet, ini lebih berbahaya.
Ternyata di eskalator kalau kita lihat ada tombol loh baik di bagian atas maupun bawah. Selama ini saya kurang perhatian dengan ini. Padahal tombol ini penting sekali kita ketahui jika sewaktu-waktu ada yang terjebak di eskalator.



Lihat di atas atau bawah eskalator ada tombol seperti di gambar. Lebih jelasnya ada di gambar bawah ini.


Dengan menekan tombol berwarna merah bertuliskan stop otomatis eskalator akan berhenti. Biasanya orang akan panik minta tolong jika ada yang terjepit atau menyangkut. Alangkah baiknya jika yang berada di sekitar situ bisa menghentikan jalannya eskalator. Dengan menendang tombolnya eskalator akan berhenti. Memang sih ada sekurity atau petugas lainnya yang akan menghentikan tapi butuh waktu kan, apa salahnya membantu orang lain kalau menurut saya :)

Semoga sih aman-aman saja ya kalau kita lebih hati-hati. Yuk lebih perhatian sekeliling. Maklum lah emak parno yang takut ada apa-apa sama anaknya, wajar kan. Pasti teman-teman juga begitu ya menjaga anak-anak.