Sebelum menulis postingan tentang Jelajah Gizi Bali, saya mau posting tentang Warung Bloem's dulu ya. Kami peserta Jelajah Gizi berkesempatan makan siang di warung milik Chef Henry Bloem, Ketua Asosiasi Chef Indonesia. Warung yang berlokasi di Kedongan, Bali punya konsep yang unik.

Chef Henry sangat peduli melestarikan masakan tradisi salah satunya adalah Nasi Jenggo khas Bali, yaitu nasi dalam porsi kecil yang disajikan dengan bungkus daun pisang sekilas mirip nasi kucing di Jawa. Isinya beragam ada sambel goreng tempe, serundeng, ayam suwir dan lain-lain.




Warungnya sih tidak terlalu besar, tapi nyaman kok tempatnya apalagi banyak pernak pernik unik di dalamnya. Oh ya kalau yang suka nonton Master Chef pasti tau siapa Chef ini. Chef Bloem menjelaskan tentang konsep warungnya juga memberikan tips-tips memasak. Salah satu tips yang berguna banget buat saya adalah cara memasak kacang merah supaya empuk dengan cepat. Ternyata kacang merah dimasukkan kedalam air belum nediri lalu didihkan. Setelah itu tutup panci kira-kira 30 menit. Cara memasak kacang merah yang biasa saya lakukan ternyata salah, pantes saja lama empuknya.


Ini loh Chef Bloem didampingi Profesor Eman dari IPB. Beliau selalu memberikan kandungan nutrisi dari setiap makanan yang kami makan. Kami menikmati hidangan yang sudah dimasak oleh Chef Bloem diantaranya yaitu Nasi Jembung Gurih, Be Siap Pecel, Gurita Kesune Cekuh, Be Sapi Sere Tabia, Be Pindang Bongkot, Plecing Kangkung, Jukut Meurap,  dan Es Kacang Barak.

sebagian menu yang kami santap
Saya paling suka nasi jembung gurih, pindang bokot dan semacam urap. hmmmm rasanya luar biasa banget deh. Saya pikir waktu lihat porsi nasinya terlalu banyak, ternyata habis hehehe doyan atau lapar ya ini. Oh ya pindang bokotnya pakai kecombrang enak bangeeeeeeet. Di tutup makan es kacang merah dan dua scop gelato. Saya pilih gelato rasa green tea dan coklat. Harganya cukup murah hanay 15 ribu rupiah untuk 2 scoop. 


Yang unik di warung ini adalah pernak pernih yang ada di sana. Ada meja dari tong dan diberi tulisan bukan tempat sampah. Di dinding warung penuh dengan foto-foto. Belum lagi konsep toilet yang unik juga. Gambar male dan female agak-agak tidak biasa dan wastafelnya wajan untuk menggoreng. Unik bukan.


Piring dan gelas yang disajikan dari kaleng , jadi ingat jaman dulu kecil. Gelas kecil plus teko enamel vintage hijau blirik yang unik juga.


Yang lagi jalan-jalan ke Bali jangan lupa mampir ke Warung Bloem's ya gak nyesel deh makan nasi gurihnya.

Warung Bloem's
Jalan Toyaning no. 5
South Kuta, Bali