"Kuambil buluh sebatang, kupotong sama panjang, kuraut dan kutimbang dengan benang, kujadikan layang-layang".

Masih ingat bukan penggalan lirik lagu di atas? ya itu adalah penggalan lagu layang-layang. Permainan layang-layang memang identik untuk anak laki-laki, tapi saat saya kecil sering juga ikutan saudara dan adik bermain layang-layang. Tapi saya tidak bermain layang-layang di lapangan ya melainkan di atas geteng hehehe, bandel ya jangan ditiru.

Sekarang punya dua anak laki-laki saya malah kesulitan mengajak mereka bermain layang-layang. Maklumlah hidup di Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta yang saat ini kurang area bermain untuk anak, apalagi lapangan ya. Sekalipun ada lapangan tapi sempit sekali kalau digunakan untuk bermain layang-layang pasti akan menyangkut ke rumah orang lain.

Beberapa kali saya membelikan layang-layang mini, jadi bisa main di dalam rumah, cuma mereka gak puas. Maunya main layanan sungguhan di lapang sambil belajar menerbangkannya. Apalagi Aa pernah juga berkunjung ke Museum Layang-layang bersama teman-teman sekolahnya saat mengikuti Rihlah Ilmiah waktu itu. Pulang dari museum membawa layang-layang buatan masing-masing murid. Sayang sekali layang-layang tersebut hanya bisa ditaruh dirumah tanpa sempat dimainkan.

Minggu lalu saat kami berkunjung ke Festival Kuliner Bekasi di Summarecon Bekasi, saya melihat ada stand layang-layang. Ada yang sedang membuat layang-layang dan memberikan layang-layang tersebut pada anak yang sedang berada di situ. Kebetulan di belakang area Festival Kuliner ini ada lapangan yang cukup besar, di sana saya melihat beberapa orang sedang bermain layang-layang. Anak-anak pun ingin melihat awalnya, tapi saya iseng bertanya pada si mbak yang ada di stand tersebut. Saya bertanya kalau mau bermain layang-layang bayar berapa? ternyata gratis. Wahhh langsung senang sekal anak-anak, mereka diberi masing-masing satu lengkap dengan benangnya.

layang-layang
di stand ini lah petugas membuat layang-layang dan memasangkan benang untuk dibagikan pada pengunjung
Di lapangan juga ada layang-layang raksaksa yang sedang diterbangkan. Sayang sekali saya kurang ahli mengambil gambar. Hasil gambar yang saya ambil dari ponsel gelap, padahal bagus loh banyak layang-layang yang sedang terbang.

Aa bermain layang-layang dibantu oleh suami, sedangkan saya membantu Ade. Baru kali ini saya bisa menerbangkan layang-layang, bkan karena bisa loh, tapi karena bantuan angin yang besar, layang-layang yang saya pegang bisa naik tinggi. Tapi sayang sekali layang-layang milik Aa dan Ade putus karena kena benang pengunjung yang lain. Mereka agak kecewa, akhirnya kami minta satu lagi, Allhamdulillah diberikan lagi gratis.

Kami pun menjauh dari kumpulan orang-orang yang sedang bermain. Dan anak-anak pun bisa bermain layang-layang tanpa harus khawatir putus lagi.

layang-layang
awalnya dibantu menaikan layang-layang


layang-layang
setelah layang-layang naik, Aa yang mengambil alih kendali
Sore itu matahari cukup terik, sekitar jam 3 sore makanya saat bermain agak silau. Harusnya sih pakai topi dan kacamata hitam ya supaya mainnya asyik Hari makin sore, angin pun mulai berkurang, kami putuskan untuk menyudahi permainan ini. Yang penting anak-anak happy sudah merasakan bermain layang-layang di lapangan.